Benarkah Muslim Penemu Benua Amerika?


Poster film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 telah resmi dirilis oleh Max Pictures. Selain memunculkan wajah para pemain utama, seperti Acha Septriasa dan Abimana Aryasatya, poster tersebut menampilkan kalimat “Apakah Muslim Penemu Amerika?”, yang tentunya memancing rasa penasaran publik.

mbigroup.co.id
mbigroup.co.id

Hal ini tentu jadi tayangan menarik, terutama bagi para pecinta sejarah. “Kalau dari cerita film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 sendiri, memang dinasti Tiongkok muslim penemu benua Amerika, ada yang bilang dahulu kala juga ada ilmuwan Spanyol yang menemukan benua Amerika. Jadi menurut saya hal tersebut sangat menarik untuk di telusuri,” kata Acha seperti dikutip dari Tabloid Bintang.

Lalu apakah benar Muslim penemu benua Amerika? Nah, daripada penasaran, JadiBerita telah rangkumkan 5 gagasan menarik soal penemu benua Amerika adalah muslim. Yuk simak.

Umat Islam dari Afrika tiba di Amerika berabad-abad sebelum ekspedisi Christopher Columbus.

ancientamerica.com
ancientamerica.com

Diwartakan Republika, catatan tertua mengenai kehadiran Muslim di benua Amerika diperkirakan berasal dari periode antara 700â??800 Masehi. Hal itu seperti diungkapkan oleh sarjana dari Universitas Harvard, Barry Fell, dalam bukunya Saga America (1980).

Lewat buku tersebut, dia memberi bukti ilmiah yang kuat bahwa umat Islam dari Afrika Utara dan Barat sudah tiba di Amerika berabad-abad sebelum ekspedisi Christopher Columbus. Yup, Colombus memang mengklaim menemukan Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492

Peninggalan arkeologis pada batu berhuruf Arab.

kwikku.com
kwikku.com

Masih menurut buku karangan Barry Fell, ada sejumlah peninggalan arkeologis yang menguatkan teori tersebut. Di wilayah barat AS yang gersang, ia menemukan ukiran pada batu yang memuat teks, diagram, dan grafik berhuruf Arab. Sisa-sisa fragmen tersebut menurutnya menjadi bukti bahwa umat Islam sudah lebih dulu mendarat di Amerika jauh sebelum bangsa Eropa menginjakkan kakinya di benua itu.

Barry Fell juga menyebutkan beberapa nama di kalangan penduduk Indian Amerika yang memiliki akar kata dari bahasa Arab. Di antaranya adalah Medina di Idaho, Hazen di North Dakota, Mahomet di Illinois, Arva di Ontario (Kanada), dan masih banyak lagi. Wah, apa benar?

Nama suku di Indian bernafaskan Islam.

amazon.com
amazon.com

Selain Barry Fell, Richard Brent Turner dalam buku Islam in the African-American Experience pun memberikan bukti-bukti yang cukup menguatkan bahwa Islam penemu Benua Amerika. Dalam buku itu tertulis sejumlah nama suku Indian yang berasal dari bahasa Arab. Sebut saja Suku Makkah di Washington, Anasazi, Apache, Arawak, Arikana, Chavin, Cherokee, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Zulu, Zuni, dan lain-lain.

â??Setidaknya, ada 484 nama desa, kota, gunung, danau, dan sungai di AS yang berakar dari Islam dan Arab,â? ungkap Turner.

Aturan pemerintahan masa lalu di Amerika berdasarkan hukum Islam.

kaskus.id
kaskus.id

Kalau kamu kebetulan lagi di Amerika Serikat, main-main ke Perpustakaan Kongres Amerika Serikat, Washington DC. Di sana konon ada arsip perjanjian antara suku Cherokee (suku Indian di tahun 1787) dengan pemerintah Amerika, lho.

Dilansir dari Viva, perjanjian tersebut berisi hak kelangsungan pemerintahan, perkapalan, dan perdagangan oleh suku Cherokee berdasar pada hukum Islam, bahkan termasuk soal cara berpakaian yang auratnya perlu ditutup. Perjanjian ini ditandatangi oleh kepala suku Cherokee Muhammad Ibnu Abdullah dan Abdel Khak.

Pelaut muslim dari Tiongkok mengarungi dunia.

liputan6
liputan6

Nah, ini gagasan paling terkenal. Dilansir dari Liputan6, armada megah kapal China yang dipimpin Laksamana Cheng Ho, seorang pelaut dan penjelajah Muslim dari Tiongkok yang terkenal, berlayar di sekitar daratan Amerika Selatan, 100 tahun sebelum Ferdinand Megellan — orang pertama yang berlayar dari Eropa ke Asia, orang Eropa pertama yang melayari Samudra Pasifik, dan orang pertama yang memimpin ekspedisi yang bertujuan mengelilingi bola dunia.

Hal ini semakin kuat setelah ditemukan sebuah salinan peta berusia 600 tahun yang ditemukan di sebuah toko buku loak. Dokumen tersebut merupakan salinan peta 1418 yang  menunjukkan detil ‘dunia baru’ dalam beberapa sisi dibuat Laksamana Cheng Ho. Klaim bukti bahwa laksamana China memetakan Belahan Bumi Barat (Western Hemisphere) lebih dari 70 tahun sebelum Columbus. Wah, makin penasaran kan JBers?


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
10
Love
OMG OMG
100
OMG
Yaelah Yaelah
30
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
20
Keren Nih
Ngakak Ngakak
50
Ngakak