AI & ToolsDisney Gerak Cepat: Google Ditegur soal Gambar AI yang Pakai Karakter Mereka

Disney Gerak Cepat: Google Ditegur soal Gambar AI yang Pakai Karakter Mereka

Must read

Yoanudin
Yoanudin
I’m passionate about games and technology, and I often turn my hobbies into inspiration for writing. For me, technology isn’t just about tools—it’s a way to explore ideas, share stories, and connect with people. Follow me on Facebook & Linkedin

Disney lagi jadi bahan obrolan hangat hari ini. Aku cukup kaget juga waktu baca kabarnya, karena di tengah ramainya kerja sama besar antara Disney dan OpenAI, muncul berita baru bahwa Disney justru mengirim surat cease-and-desistke Google. Surat ini intinya menegur Google karena sistem AI mereka, Gemini, bisa bikin gambar yang menampilkan karakter-karakter yang jelas punya hak cipta milik Disney.

Buat kamu yang mungkin baru dengar istilah cease-and-desist, ini sebenarnya semacam peringatan resmi yang bilang “stop lakukan tindakan ini,” walaupun belum otomatis jadi tindakan hukum. Dan menurut laporan Variety, Disney menuduh Google melakukan pelanggaran hak cipta dalam skala besar. Aku pertama kali baca kabar ini dari Android Authority, dan ternyata Disney sudah lama mencoba ngobrol soal ini ke Google, tapi sampai hari ini Gemini masih bisa bikin gambar Mickey Mouse, Black Panther, sampai Darth Vader tanpa hambatan.

Kenapa Disney Menegur Google?

Menurut laporan Variety, isi surat itu jelas banget: Disney meminta Google mencegah semua output Gemini yang mengandung karakter-karakter dari intellectual property mereka, termasuk Pixar, Star Wars, dan Marvel. Kalau dipikir-pikir, langkah ini masuk akal karena brand sebesar Disney punya kepentingan besar menjaga konsistensi, kontrol, dan lisensi karakter mereka.

BACA JUGA:  Cara Kerja AI: Begini Sebenarnya Otak di Balik Teknologi yang Kamu Pakai Tiap Hari

Disney bilang dalam suratnya: pelanggaran Google terjadi “dalam skala masif,” dan ini langsung menyinggung bagaimana AI generatif mulai menyinggung batas legalitas hak cipta.

Perbandingannya dengan OpenAI

Yang bikin situasi ini makin menarik adalah fakta bahwa Disney baru saja menandatangani kerja sama besar dengan OpenAI. Berdasarkan sumber yang aku baca di Android Authority, kesepakatan itu memungkinkan ChatGPT Images dan Sora menghasilkan gambar resmi dengan karakter-karakter Disney. Bahkan sebagian konten yang dihasilkan Sora juga akan tayang di Disney+.

Kata sumber itu, ChatGPT sekarang otomatis menolak permintaan gambar karakter berhak cipta, tapi Google? Malah masih bisa menghasilkan gambar karakter tersebut selama tidak bertentangan dengan kebijakan platform mereka.

Disney Sudah Lama Mengawasi AI

Biar nggak salah paham, teguran ini bukan pertama kalinya. Disney sebelumnya juga sudah mengambil tindakan terhadap perusahaan AI lain seperti Midjourney, Meta, dan Character.AI. Semua karena satu alasan yang sama: kontrol atas properti intelektual.

Kalau kamu lihat konteksnya, Disney benar-benar sedang menyusun strategi besar menghadapi era AI generatif. Kerja sama resmi dengan OpenAI adalah salah satu bukti kalau mereka nggak menolak AI, tapi ingin memastikan semuanya tetap berada dalam batas hukum dan kepentingan bisnis.

BACA JUGA:  Prediksi Cyber Security 2026: AI, Zero Trust, dan Risiko Quantum

Hanya saja, ketika platform lain — seperti Google — masih membiarkan pengguna menghasilkan gambar yang jelas menggunakan IP Disney, ya wajar kalau mereka mulai ketus. Apalagi karakter-karakter itu bukan sekadar gambar; itu aset bisnis bernilai miliaran dolar yang menjaga reputasi brand yang sudah dibangun puluhan tahun.

Penutup

Disney sepertinya sedang mengatur ulang arena permainan di dunia AI, dan langkah mereka menegur Google jadi bukti bahwa era gambar AI makin serius di mata pemilik hak cipta. Kalau kamu perhatikan, kata kunci Disney bukan cuma jadi nama perusahaan, tapi juga simbol bagaimana industri hiburan bereaksi menghadapi teknologi baru.

Kalau menurut kamu langkah Disney ini wajar atau terlalu agresif, boleh banget kamu share artikel ini biar makin banyak teman kamu ikut nimbrung diskusi.

- Advertisement -

Latest article