- Advertisement -
InternetInternet Murah 100 Mbps, Benarkah Bisa Terwujud di Indonesia?

Internet Murah 100 Mbps, Benarkah Bisa Terwujud di Indonesia?

Must read

Tantri Widya
Tantri Widya
I’ve been a writer at jadiberita.com for more than 3 years, covering lifestyle, technology, and everyday tips that make life easier. For me, writing is all about sharing stories in a fun and relatable way so readers can enjoy and learn at the same time.

Internet Murah 100 Mbps lagi ramai jadi bahan obrolan, JBers. Pemerintah udah buka lelang frekuensi 1,4 GHz yang katanya bakal jadi kunci internet cepat dengan harga ramah di kantong. Tapi masalahnya, harga dasar lelang yang kabarnya tembus ratusan miliar bikin banyak pihak ragu, apakah benar-benar bisa terwujud internet murah untuk masyarakat?

Harga Lelang Selangit, Bisa Murah Nggak?

Kabar yang beredar, harga lelang frekuensi bisa sampai Rp 400 miliar, dan khusus Jawa saja tembus Rp 230 miliar. Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, terang-terangan bilang kalau harga dasar yang tinggi bikin ragu tujuan awalnya tercapai. Katanya, “Misi utama dari 1,4 GHz ini kan awalnya ingin menyediakan penetrasi yang lebih cepat dan internet yang lebih affordable buat masyarakat. Tapi kalau dengan biaya frekuensi yang setinggi itu, saya juga kurang yakin.” Nah, gimana bisa Internet Murah 100 Mbps kalau modal awalnya aja udah berat?

Tantangan Infrastruktur dan Biaya

Masalah lain, ekosistem 1,4 GHz di Indonesia masih baru. Itu berarti provider yang menang harus keluar modal lagi buat bangun infrastruktur dari nol. Nggak heran kalau banyak operator ngeluh biaya frekuensi di Indonesia lebih mahal dibanding negara lain. Arif juga nyaranin supaya pemerintah kasih relaksasi biaya biar harga internet bisa ditekan. Logikanya, kalau regulatory cost turun, masyarakat bisa nikmatin layanan cepat dengan harga lebih masuk akal.

BACA JUGA:  Riset Terbaru Kaspersky Ungkap Kebiasaan Password yang Bikin Akun Gampang Diretas

Apakah Teknologi Bisa Hadirkan Kecepatan Tinggi?

Kalau soal teknis, sebenarnya nggak ada masalah. Arif bilang, di Indonesia nggak ada aturan pembatasan kecepatan internet. Jadi kalau operator mau kasih speed tinggi, ya tinggal gaspol aja. Iman Hirawadi dari ZTE juga menegaskan, “Kalau dari sisi vendor sih, kalau ada yang beli kita buat gitu kan. Jadi secara teknologi sih no issue.” Dari pihak Telkomsel pun nada optimis terdengar, asalkan infrastruktur dan ekosistem mendukung.

Penutup

Kesimpulannya, secara teknologi Internet Murah 100 Mbps bukan hal yang mustahil. Tapi tantangan sebenarnya ada di biaya lelang dan regulasi. Kalau biaya awalnya kelewat tinggi, operator bisa kesulitan kasih harga murah. Jadi semua balik lagi ke bagaimana pemerintah dan industri nyusun strategi supaya internet cepat beneran bisa dirasakan semua kalangan. Nah, kalau kamu setuju internet cepat harusnya makin terjangkau, jangan lupa share artikel ini ke temen kamu biar makin banyak yang melek soal isu penting ini.

- Advertisement -

Latest article