5 Tradisi Kelulusan yang Hanya Ada di Indonesia


Momen kelulusan di Indonesia punya kesan yang khas dan tak terlupakan. Baik itu saat masih sekolah maupun sudah kuliah. Namun berbeda dengan negara lainnya, Indonesia memiliki tradisi unik yang hanya ada di Indonesia. Apa saja itu? Berikut kelimanya, seperti dikutip dari Boombastiscom, Senin (13/4/2015).

1. Corat-coret Seragam

Corat-coret seragam (Surya Online)
Corat-coret seragam (Surya Online)

Kita tentu sering melihat kelulusan anak SMA dirayakan dengan cara mencorat-coret seragam yang mereka kenakan menggunakan cat pilox atau spidol untuk tanda tangan. Meski sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun, di balik wajah hore-hore mereka, masih banyak kontroversi mengenai kebiasaan coret-coret seragam. Banyak orang lebih menyarankan agar seragamnya disumbangkan pada adik kelas atau mereka yang membutuhkan seragam sekolah. Setidaknya, seragam itu akan jauh lebih berguna di kemudian hari.

2. Konvoi Motor

Konvoi motor (Solo Pos)
Konvoi motor (Solo Pos)

Setelah corat-coret, beberapa siswa-siswi biasanya senang bergerombol untuk konvoi. Inilah hal yang sering diwaspadai pengguna jalan lainnya, apalagi di zaman informasi serba canggih begini. Pengguna jalan yang menghindari macet akan mencari informasi via Twitter atau jejaring sosial mengenai lokasi konvoinya anak-anak SMA. Sebenarnya kebiasaan konvoi juga kurang banyak diapresiasi, apalagi kalau konvoinya sampai ugal-ugalan. Selain merugikan pengguna jalan lainnya, juga hanya bersifat having fun saja.

3. Antrian Dandan Wisuda dari Pagi Buta

Dandan (Gaya Hidup)
Dandan (Gaya Hidup)

Untuk yang ini berlaku bagi mahasiswi yang sudah lulus kemudian akan menghadiri wisuda. Karena kebanyakan upacara wisuda dilakukan di pagi hari, biasanya para wisudawati harus antri di salon masing-masing pada pagi buta. Meski sedang ngantuk-ngantuknya, tapi demi satu hari wisuda itu, mereka rela melakukannya. Memang ketika jelang wisuda, banyak salon atau tukang rias mendadak kebanjiran order. Entah itu order merias, maupun sewa kebaya. Mereka bahkan berani terima 20-30 orang untuk dirias.

4. Melempar Toga

Lempar toga (Rmol)
Lempar toga (Rmol)

Ada salah satu tradisi saat kelulusan yang sering kita lihat di iklan televisi atau di dunia nyata, yakni tradisi melempar toga. Tak ada filosofi khusus mengapa wisudawan dan wisudawati melempar toga. Namun hingga zaman modern ini, masih banyak orang yang melakukannya. Mungkin harapannya dengan melempar toga, kita melemparkan cita-cita yang kita tuju setinggi langit. Tapi mudahnya, tradisi ini dilakukan hanya karena ingin mengungkapkan kegembiraan karena sudah lulus saja.

5. Menceburkan Diri ke Air

Nyebur ke air (Exploreclarion)
Nyebur ke air (Exploreclarion)

Menceburkan diri ke laut atau ke kolam juga jadi salah satu fenomena unik yang banyak terjadi saat kelulusan. Ekspresi kegembiraan yang satu ini bahkan kadang menjadi salah satu syarat kelulusan di beberapa kampus. Jadi, kalau kamu ingin lulus, nyebur dulu ke kolam yang ada di kampus. Tradisi nyebur ini mungkin untuk buang sial, atau simbol bahwa kita akan mulai menyelami dunia dan menjadi manusia dewasa. Bisa juga sebagai ungkapan rasa bebas setelah perjuangan ujian, tugas akhir atau pendidikan yang selama ini sudah dijalani. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
10
Love
OMG OMG
100
OMG
Yaelah Yaelah
31
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
20
Keren Nih
Ngakak Ngakak
50
Ngakak