5 Negara yang Diprediksi Bakal Punah


Kepunahan nyatanya tak terjadi pada flora dan fauna saja, namun sebuah negara pun bisa mengalaminya. Selain masalah perang dan bencana berkepanjangan, penurunan tingkat kelahiran juga menjadi masalah utama yang mendorong laju kepunahan sebuah negara di dunia. Dilansir jadiBerita dari Boombastiscom, Kamis (10/12/2015), berikut adalah 5 negara yang diprediksi bakal punah.

1. Korea Selatan

Anak-anak Korea Selatan (Telegraph)
Anak-anak Korea Selatan (Telegraph)

Korea Selatan memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Setelah menghadapi kemiskinan di tahun 1960-an, Korea Selatan tumbuh sebagai satu negara terkuat dan paling diperhatikan di dunia. Akan tetapi dengan kemajuan negaranya, Korea Selatan ternyata diprediksi akan mengalami kepunahan di tahun 2750. Hal ini dilandasi oleh rendahnya jumlah kelahiran di negeri K-Pop tersebut. Bahkan prediksi ini menyebutkan jika kelahiran bisa mencapai 0% jika tak ada program pemerintah yang mengatasi masalah ini secara signifikan.

2. Jepang

Orang Jepang (Guardian)
Orang Jepang (Guardian)

Sama seperti Korea Selatan, kemajuan negeri sakura ini berbanding terbalik dengan angka kelahiran warganya. Disebutkan jika gaya hidup yang serba tertata dan mandiri membuat mereka sulit untuk mengubah pola pikir saat memaknai â??menikahâ??. Yang ada dibenak warga jepang, baik pria ataupun wanita adalah bagaimana mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk membahagiakan diri sendiri. Bagi mereka menikah seolah tak ada gunanya dan memilih hidup melajang. Jepang diprediksi akan memiliki nilai kelahiran 0% pada 1000 tahun mendatang, jika tingkat kelahiran masih tetap sama dengan keadaan saat ini.

3. Tiongkok

Orang Tionghoa (Businessinsider)
Anak-anak Tionghoa (Businessinsider)

Bukan karena krisis atau kemiskinan yang akan membuat negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia ini akan punah, namun karena masalah keseimbangan jenis kelamin yang disebut memiliki potensi membawa Tiongkok ke arah kepunahan. Kebijakan pemerintah yang membatasi warganya untuk melahirkan, serta kemajuan teknologi yang bisa mengakali jenis kelamin kehamilan membuat anak laki-laki kini lebih banyak ketimbang anak perempuan. Ditambah lagi Tiongkok sering dilanda bencana, seperti banjir, angin topan dan kenaikan permukaan laut.

4. Jerman

Orang Jerman (DW)
Orang Jerman (DW)

Sebuah studi dari perusahaan auditor Jerman BDO dengan Hamburg Institute of International Economics (HWWI) tahun 2015 menyebutkan, jika Jerman menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan tingkat kelahiran terkecil. Dengan 8,2 kelahiran per-1000 penduduk, Jerman telah menggeser Jepang sebagai negara dengan tingkat kelahiran terendah di dunia. Sejak 1972, angka kematian di Jerman telah melebihi jumlah angka kelahiran bayi. Dengan fakta ini dapat diperkirakan jika prosentase warga usia produktif di Jerman akan mengalami penurunan dari 61% ke 54% pada tahun 2030 mendatang.

5. Belanda

Orang Belanda (Guardian)
Orang Belanda (Guardian)

Belanda menjadi salah satu negara maju di benua Eropa. Pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat sejak tahun 1980-an, membuat berbagai aktivitas ekonomi utama Belanda menjadi yang terbaik di kelasnya. Namun, kemajuan negara pelopor mata uang Euro ini nyatanya harus berhadapan dengan kemungkinan kepunahannya pada 100 tahun ke depan. Bukan masalah angka kelahiran yang menurun, melainkan akibat perubahan iklim yang langsung mengancam geografi negara kincir angin tersebut. Hampir separuh negara Belanda berada kurang 1 meter dari permukaan laut. Banyak tanah yang rendah dari dpl, di bendung dengan penutup tanggul yang mengamankan daratan dari meluapnya air laut akibat perubahan iklim. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
20
Love
OMG OMG
11
OMG
Yaelah Yaelah
40
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
30
Keren Nih
Ngakak Ngakak
60
Ngakak