Ini yang Terjadi Jika Indonesia Jadi Satu Negara dengan Malaysia dan Singapura


Mungkin kamu pernah bertanya-tanya, mengapa kebudayaan Malaysia dan Singapura mirip dengan Indonesia. Hal ini tak lain karena moyang mereka dulu adalah moyang kita juga. Ditambah lagi, Kerajaan Majapahit yang sempat jaya dulu punya cakupan wilayah sampai Singapura, Malaysia bahkan sedikit wilayah Thailand. Dengan alasan ini, tentu jadi masuk akal kenapa negara serumpun itu seperti agak mirip-mirip dengan kita. Namun bagaimana jika Indonesia jadi satu negara dengan Singapura dan Malaysia? Dilansir dari Boombastiscom, Jumat (18/12/2015), kira-kira inilah yang akan terjadi.

1. Ibu Kota Indonesia Mungkin Bukan Jakarta

Jakarta (Reservasi)
Jakarta (Reservasi)

Jakarta dipilih sebagai ibu kota lantaran dianggap punya banyak kelebihan dibanding yang lainnya. Tapi, ketika Indonesia juga mencakup Malaysia dan Singapura, maka kedudukan Jakarta sebagai ibu kota mungkin akan tergeser. Bisa jadi ibu kotanya akan jadi Kuala Lumpur atau Singapura.

2. Indonesia Mungkin Bisa Lebih Makmur

Kemiskinan (Mfauzihidayat)
Kemiskinan (Mfauzihidayat)

Terlepas dari ketidaksukaan kita terhadap Malaysia, namun harus diakui negara semakmuran Inggris itu lebih berhasil dalam menyejahterakan penduduknya. Dari data bank dunia, Malaysia tercatat berada di nomor urut 66 dalam daftar negara paling makmur di dunia. Sementara Singapura yang berada di nomor 9 dunia. Maka sudah bisa dibayangkan jika dua negara ini masuk dalam wilayah Indonesia, maka negara kita akan mampu melesat indeks kemakmurannya.

3. Tak Perlu Ribet Masalah Klaim Kebudayaan

Tari Pendet (Wikimedia)
Tari Pendet (Wikimedia)

Masalah pelik kita terhadap dua negara ini, khususnya Malaysia, adalah soal klaim kebudayaan. Seandainya Malaysia jadi jadi satu dengan Indonesia, jelas sudah tidak ada lagi klaim karena kebudayaan Indonesia sepenuhnya milik Malaysia dan sebaliknya. Bahkan pemerintah akan menganggap budaya Indonesia yang ada di Malaysia adalah varian lain yang akan memperkaya khazanah kebudayaan bangsa.

4. Indonesia Punya Deretan Kampus Keren

Universitas Nanyang (Konsultanstudi)
Universitas Nanyang Singapura (Konsultanstudi)

Banyak dari orang Indonesia memutuskan untuk berkuliah di Malaysia dan Singapura. Alasannya beragam namun mayoritas lebih memilih kampus di negara tetangga ini karena kualitasnya yang lebih baik. Bagaimana kalau seumpama khayalan bersatunya tiga negara ini terjadi? Di sektor pendidikan, tentunya Indonesia akan lebih maju. Kampus-kampus yang ada di Malaysia dan Singapura bakal jadi standar untuk menaikkan kualitas universitas lain. Pada akhirnya level pendidikan kita secara general pun akan lebih meningkat.

5. Indonesia Harus Menghadapi Penjajahan Inggris

Penjajahan Inggris di Malaysia (Sembangkuala)
Penjajahan Inggris di Malaysia (Sembangkuala)

Sama seperti Indonesia, Malaysia juga berjuang lepas dari kolonialisme, namun pada akhirnya kemerdekaan mereka lahir di atas meja. Otomatis jika Indonesia mencakup Malaysia dan Singapura, maka sangat mungkin terjadi pergolakan besar antara pejuang kita melawan Inggris. Akan muncul juga nama-nama pahlawan Malaysia dan Singapura yang akan dikenang dan tertulis dalam buku-buku sejarah Indonesia.

6. Istilah Ganyang Malaysia Takkan Pernah Ada

Bung Karno (Penasoekarno)
Bung Karno (Penasoekarno)

Saking marahnya Bung Karno dengan Malaysia yang kala itu dianggap menganggu kedaulatan Indonesia, sang Putra Fajar pun dengan bergelora melontarkan kalimat tegas bikin semangat juang rakyat berapi-api. â??Ganyang Malaysia,â? ungkap beliau ketika itu. Jika wilayah Indonesia juga mencakup wilayah Malaysia, maka tentu saja Bung Karno takkan pernah berkata seperti itu. Situasi politik akan berbeda, termasuk pengaruh bangsa Indonesia di dunia. Takkan pula kita membenci mereka kala itu karena Malaysia adalah bagian dari Indonesia juga. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
23
Love
OMG OMG
11
OMG
Yaelah Yaelah
41
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
31
Keren Nih
Ngakak Ngakak
61
Ngakak