Poliglot, Manusia dengan Kapasitas Otak Melebihi Hardisk Komputer


Mungkin kamu masih asing dengan istilah Poliglot. Poliglotisme adalah kemampuan menuturkan beberapa bahasa dengan sangat mahir. Belum ada kesepakatan mengenai berapa banyak bahasa yang harus dikuasai seseorang agar bisa disebut poliglot. Ada yang menetapkan “empat atau lebih”, karena penutur dua atau tiga bahasa biasanya disebut dwibahasa (bilingual) dan tribahasa (trilingual). Istilah multibahasa juga mirip dengan poliglot.

Karena mampu menguasai beragam bahasa, maka otak manusia poliglot bisa dibilang melebihi kapasitas otak manusia pada umumnya. Orang poliglot adalah orang-orang yang punya otak super karena mampu menyimpan berbagai kosakata dari banyak bahasa yang dipelajari. Ada yang berpendapat kalau manusia poliglot memiliki kapasitas otak melebihi 16TB (Terabytes), yang artinya jauh melebihi kapasitas hardisk eksternal untuk komputer saat ini.

Setelah mengetahui apa itu poliglot, berikut adalah beberapa tokoh yang termasuk ke dalam manusia poliglot, seperti dilansir dari onlinecollegecourses, Selasa (29/12/2015).

1. Ziad Fazah

Ziad Fazah (National Examination)
Ziad Fazah (National Examination)

Poliglot asal Lebanon ini memegang rekor Guinness World Record sebagai orang yang memiliki kemampuan berbicara dalam banyak bahasa. Fazah mengklaim dirinya mampu membaca dan berbicara dalam 58 bahasa seperti bahasa Arab, Polandia, Thailand, Urdu, Norwegia, dan bahasa lainnya. Menariknya, dalam sebuah acara TV di Chili, ternyata dia sempat tak memahami bahasa tingkat pemula dalam bahasa Finlandia, Rusia, Cina, Persia, India, dan Yunani yang diklaim bahwa ia fasih dalam bahasa tersebut.

2. Sir John Bowring

Sir John Bowring (kilbowiepark)
Sir John Bowring (kilbowiepark)

Politisi Inggris yang juga seorang ekonom, traveler, penulis, dan menjadi gubernur keempat Hong Kong ini memiliki segudang bakat. Akan tetapi yang paling menonjol adalah kecintaannya pada bahasa. Semasa hidupnya, Bowring mengklaim bahwa ia memahami 200 bahasa dan 100 di antaranya mampu ia tuturkan. Selain aktif di dunia politik, ia juga gemar melakukan kegiatan lain seperti menerjemahkan lagu daerah, puisi, dan berbagai literatur dari Rusia, Eropa Timur, dan Spanyol.

3. Kenneth Hale

Kenneth Hale (prekladatelskyblog)
Kenneth Hale (prekladatelskyblog)

Kenneth Hale adalah seorang profesor bahasa pada Institut Teknologi Massachussets (ITM). Sang profesor mempelajari bahasa-bahasa yang terancam punah di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Australia. Hale tidak hanya mempelajari bahasa tersebut, tetapi ia secara otodidak juga belajar bagaimana menuturkannya hingga ia menjadi fasih dalam bahasa Tohono O’oham, Jemez, Hopi, Navajo, Warlpiri, dan sekitar 45 bahasa lainnya. Yang menakjubkan dari seorang Hale adalah kemampuannya untuk memahami bahasa dengan sangat cepat. Dia mampu membuat percakapan sederhana hanya dengan mendengarkan penutur asli berbicara dalam waktu 10-15 menit.

4. Ferenc Kemeny

Ferenc Kemeny (Kedua dari kanan) (olympia-ausstellung)
Ferenc Kemeny (Kedua dari kanan) (olympia-ausstellung)

Penerjemah Hungaria ini boleh dibilang orang yang melakukan pencapaian sangat signifikan di bidang yang digelutinya. Dilaporkan bahwa Kemeny memahami lebih dari 40 bahasa, 24 di antaranya ia memiliki kemampuan menulis, dan 12 lainnya ia mampu berbicara dalam bahasa tersebut. Sepanjang karirnya, ia banyak menerjemahkan puisi dan literatur dari bahasa Hungaria ke dalam 17 bahasa di dunia atau dari 30 bahasa dunia ke dalam bahasa Hungaria. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
10
Love
OMG OMG
100
OMG
Yaelah Yaelah
30
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
20
Keren Nih
Ngakak Ngakak
51
Ngakak