Gelombang popularitas AI open-source bernama OpenClaw sedang meluas di China dalam beberapa hari terakhir. Namun di tengah antusiasme tersebut, banyak lembaga keuangan dan institusi pemerintah mulai mengambil sikap lebih hati-hati.
Sejumlah broker, bank, hingga badan pemerintah dilaporkan membatasi atau melarang instalasi OpenClaw di komputer kantor. Kekhawatiran utamanya berkaitan dengan keamanan data dan risiko kebocoran informasi sensitif.
Langkah ini penting karena sektor finansial di China dikenal memiliki aturan keamanan teknologi yang sangat ketat, terutama terkait perangkat lunak dari luar sistem internal.
Banyak Kantor Keuangan Melarang Instalasi OpenClaw
Menurut laporan yang dilansir oleh South China Morning Post pada 12 Maret 2026, beberapa perusahaan sekuritas di China telah mengeluarkan peringatan internal terkait penggunaan OpenClaw.
Di salah satu perusahaan broker besar, manajemen bahkan secara langsung melarang penggunaan OpenClaw pada komputer perusahaan.
Pegawai yang sebelumnya sudah menginstal aplikasi tersebut diminta untuk menghubungi tim IT agar perangkat lunak tersebut dihapus dari sistem kantor.
Namun pada praktiknya, banyak institusi keuangan sebenarnya sudah memiliki sistem keamanan yang membuat instalasi aplikasi eksternal hampir tidak mungkin dilakukan.
Beberapa kebijakan keamanan yang umum diterapkan antara lain:
- Komputer kantor hanya boleh menggunakan software yang disediakan perusahaan
- Perangkat kerja harus terhubung melalui jaringan internal perusahaan
- Aplikasi eksternal tidak boleh diinstal
- Bahkan aplikasi populer seperti WeChat sering kali tidak diizinkan di komputer kerja
Hal ini membuat penggunaan OpenClaw sebenarnya sudah otomatis terblokir di banyak kantor.
Sistem Komputer Kantor Sangat Terkunci
Karyawan di sejumlah bank investasi dan lembaga keuangan di China mengatakan bahwa akses pada komputer kantor sangat dibatasi.
Biasanya terdapat beberapa lapisan keamanan, seperti:
- hanya perangkat perusahaan yang bisa masuk ke jaringan kantor
- instalasi software harus melalui persetujuan tim IT
- firewall dan sistem keamanan memblokir aplikasi luar
Seorang pegawai bank milik negara di Sichuan bahkan mengatakan bahwa tanpa adanya larangan resmi pun, banyak karyawan sudah memahami bahwa menggunakan aplikasi asing dalam pekerjaan kantor bukan praktik yang dianjurkan.
Di beberapa instansi pemerintah, situasinya bahkan lebih ketat.
Salah satu pegawai lembaga pemerintah di Shanghai menyebutkan bahwa komputer kantor tidak terhubung langsung ke internet, melainkan menggunakan jaringan lokal tertutup (local area network). Sistem ini membuat instalasi aplikasi seperti OpenClaw hampir mustahil dilakukan.
Bagian dari Strategi Teknologi Nasional China
Pembatasan tersebut juga berkaitan dengan kebijakan teknologi China yang dikenal sebagai xinchuang.
Program ini bertujuan untuk:
- membangun ekosistem teknologi domestik
- mengurangi ketergantungan pada perangkat lunak asing
- melindungi sektor sensitif seperti keuangan dan pemerintahan
Melalui kebijakan ini, banyak organisasi di China diarahkan untuk menggunakan software, hardware, dan database yang dikembangkan secara lokal.
Karena itu, aplikasi baru seperti OpenClaw langsung mendapat perhatian dari sisi keamanan.
Antusiasme OpenClaw Tetap Tinggi
Meski sektor keuangan cenderung berhati-hati, popularitas OpenClaw di China tetap meningkat.
Sejumlah perusahaan teknologi besar justru mulai mendorong adopsinya, termasuk:
- Tencent
- Alibaba
- ByteDance
Selain itu, beberapa perusahaan AI seperti:
- MiniMax
- Zhipu
- Moonshot
juga ikut memanfaatkan momentum dengan membuat layanan yang memudahkan penggunaan OpenClaw.
Operator telekomunikasi di China juga dilaporkan membuka dukungan terhadap teknologi ini.
Beberapa pemerintah daerah bahkan bergerak cepat mengadopsinya, termasuk:
- Shenzhen
- distrik teknologi tinggi Wuxi di Jiangsu
Ini menunjukkan bahwa sikap terhadap OpenClaw di China cukup beragam: sektor teknologi mendorong inovasi, sementara regulator menekankan aspek keamanan.
Regulator Keluarkan Panduan Keamanan OpenClaw
Di sisi lain, lembaga keamanan siber China mulai mengeluarkan peringatan resmi.
Database Kerentanan Nasional China (NVDB) di bawah Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi merilis panduan keamanan terkait penggunaan OpenClaw.
Panduan tersebut mencakup enam hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menggunakan AI ini.
Beberapa rekomendasi penting antara lain:
Yang disarankan:
- gunakan versi resmi terbaru
- batasi akses jaringan internet
- atur izin akses sistem dengan ketat
Yang harus dihindari:
- memasang versi mirror dari pihak ketiga
- membuka situs tidak terpercaya
- menonaktifkan sistem audit log keamanan
Panduan ini bertujuan untuk mencegah potensi celah keamanan ketika organisasi mulai bereksperimen dengan teknologi AI baru.
Apa Artinya bagi Pengguna Teknologi
Fenomena OpenClaw di China memperlihatkan pola yang semakin umum dalam perkembangan AI saat ini.
Di satu sisi, teknologi AI berkembang sangat cepat dan menarik perhatian banyak pihak. Namun di sisi lain, risiko keamanan dan perlindungan data juga semakin menjadi perhatian utama, terutama di sektor sensitif seperti perbankan.
Bagi perusahaan atau organisasi, pendekatan yang sering diambil adalah:
- menguji teknologi baru secara terbatas
- membatasi akses di sistem kerja utama
- menunggu panduan keamanan resmi dari regulator
Singkatnya, antusiasme terhadap AI tetap tinggi, tetapi adopsinya di sektor kritis biasanya berjalan lebih lambat dan penuh pengawasan.
Ke depan, menarik untuk melihat apakah OpenClaw akan mendapat dukungan regulasi yang lebih luas atau justru menghadapi kontrol keamanan yang lebih ketat. Jika kamu merasa artikel ini bermanfaat, jangan ragu untuk membagikannya agar lebih banyak orang memahami perkembangan terbaru di dunia AI.
















