Today

WhatsApp Luncurkan Akun Anak dengan Kontrol Orang Tua

Jowant

Foto: JB Internal

WhatsApp mulai memperkenalkan akun khusus untuk pengguna di bawah usia 13 tahun yang dikendalikan langsung oleh orang tua atau wali. Fitur ini dirancang agar anak-anak tetap bisa berkomunikasi melalui WhatsApp dengan pengawasan yang lebih ketat.

Langkah ini penting karena aplikasi pesan instan kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari keluarga. Dengan sistem baru tersebut, WhatsApp mencoba menyeimbangkan kebutuhan komunikasi anak dengan perlindungan privasi dan keamanan digital.

Bagi orang tua, fitur ini memberikan lebih banyak kontrol terhadap siapa saja yang bisa menghubungi anak serta aktivitas yang mereka lakukan di aplikasi.

WhatsApp Tambahkan Sistem Akun Anak dengan Pengawasan Orang Tua

646023169 2098167344353984 4635072323457710269 n.png WhatsApp Luncurkan Akun Anak dengan Kontrol Orang Tua
Foto: blog.whatsapp.com

Menurut laporan yang dilansir melalui situs BetaNews pada 12 Maret 2026, WhatsApp memperkenalkan parent-managed accounts atau akun yang dikelola orang tua.

Fitur ini memungkinkan anak di bawah 13 tahun menggunakan WhatsApp dengan batasan tertentu.

Beberapa fitur utama dari akun ini:

  • Orang tua bisa menentukan siapa yang boleh menghubungi anak
  • Orang tua mengatur grup mana yang bisa diikuti
  • Permintaan kontak baru akan muncul sebagai notifikasi bagi orang tua
  • Pengaturan privasi hanya bisa diubah dengan PIN orang tua

Untuk mengaktifkan akun tersebut, orang tua perlu:

  1. Menyiapkan ponsel anak
  2. Menghubungkan akun dengan perangkat orang tua
  3. Menyelesaikan proses pengaturan secara berdampingan

Setelah proses ini selesai, akun anak akan berada di bawah kendali orang tua.

Beberapa Fitur WhatsApp Dimatikan untuk Akun Anak

WhatsApp juga menonaktifkan sejumlah fitur yang dianggap kurang cocok untuk pengguna muda.

Fitur yang tidak tersedia pada akun anak antara lain:

  • Meta AI
  • Channels
  • Status
  • Berbagi lokasi

Dengan pembatasan ini, pengalaman penggunaan WhatsApp untuk anak difokuskan hanya pada:

  • pesan teks
  • panggilan suara
  • komunikasi dasar dengan kontak yang dikenal

Selain itu, anak tidak bisa mengirim pesan ke nomor yang belum ada di daftar kontak mereka.

Untuk grup, anak juga tidak bisa bergabung sendiri. Orang tua harus menambahkan mereka ke dalam grup.

Privasi Pesan Tetap Dilindungi

Meski orang tua memiliki kontrol lebih besar, isi percakapan tetap dilindungi oleh sistem end-to-end encryption.

Artinya:

  • WhatsApp tidak bisa membaca pesan
  • pihak lain juga tidak bisa mengakses isi percakapan
  • orang tua tidak dapat melihat chat kecuali langsung dari perangkat anak

Model ini dibuat untuk menjaga keseimbangan antara pengawasan orang tua dan privasi anak.

Namun orang tua tetap mendapat notifikasi terkait aktivitas penting, seperti:

  • permintaan kontak baru
  • perubahan pengaturan tertentu

Dampak bagi Pengguna dan Keluarga

Langkah ini menunjukkan bahwa WhatsApp semakin fokus pada keamanan pengguna muda.

Dalam praktiknya, fitur ini bisa membantu keluarga yang ingin:

  • tetap terhubung dengan anak
  • memantau aktivitas komunikasi
  • membatasi interaksi dengan orang asing

Bagi banyak keluarga, WhatsApp sering digunakan untuk hal sederhana seperti:

  • memberi kabar pulang sekolah
  • mengatur aktivitas setelah sekolah
  • komunikasi dengan keluarga besar

Dengan sistem akun baru ini, anak bisa menggunakan WhatsApp tanpa harus mendapatkan akses penuh seperti pengguna dewasa.

Hal yang Masih Belum Dijelaskan

Meski fitur ini sudah diumumkan, ada beberapa hal yang belum dijelaskan secara rinci.

Sejauh ini belum ada detail resmi mengenai:

  • negara mana saja yang akan mendapat fitur lebih dulu
  • apakah fitur ini tersedia untuk semua jenis perangkat
  • bagaimana sistem verifikasi usia akan diterapkan

WhatsApp mengatakan fitur ini akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.

Tips bagi Orang Tua

Jika fitur ini tersedia di wilayah kamu nanti, beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Aktifkan akun anak melalui perangkat orang tua
  • Atur daftar kontak yang diperbolehkan
  • Batasi grup yang bisa diikuti
  • Gunakan PIN orang tua untuk mengunci pengaturan privasi

Langkah-langkah ini bisa membantu mengurangi risiko anak berkomunikasi dengan orang yang tidak dikenal.

Penutup

WhatsApp kini mencoba menghadirkan pendekatan baru agar anak di bawah 13 tahun tetap bisa menggunakan aplikasi secara aman melalui akun yang dikelola orang tua.

Dengan fitur seperti pembatasan kontak, kontrol grup, serta penonaktifan beberapa fitur tertentu, WhatsApp berupaya memberikan pengalaman komunikasi yang lebih aman bagi keluarga.

Ke depan, menarik untuk melihat bagaimana fitur ini diterapkan secara global dan apakah akan menjadi standar baru bagi platform pesan instan lain. Jika kamu merasa informasi ini bermanfaat, jangan ragu untuk membagikan artikel ini kepada orang tua atau keluarga lainnya.

Share:

Follow on Google News

Related News