Inilah Pendaki Putri Indonesia Pertama yang Sukses Taklukkan Puncak Antartika


Pendaki Indonesia kembali menorehkan prestasi. Dua orang pendaki perempuan Indonesia, Fransiska Dimitri Inkiriwang (23) dan Mathilda Dwi Lestari (23), berhasil menapakkan jejaknya di puncak tertinggi Antartika, Vinson Massif, hari Rabu, 4 Januari 2017, sekira pukul 23.48 waktu setempat atau pada hari Kamis, 5 Januari 2017, pukul 09.48 waktu Indonesia.

Kedua mahasiswi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) itu sekaligus mencatatkan sejarah baru sebagai pendaki putri Indonesia pertama yang mencapai puncak tertinggi di Kutub Selatan tersebut.

View this post on Instagram

TOUCHDOWN SANTIAGO DE CHILE! Setelah melalui perjalan sekitar 35 jam, Tim WISSEMU akhirnya tiba di Bandar Udara Internasional Comodoro Arturo Merino Benitez Santiago, Chile, Kamis, 22 Desember 2016 pukul 01:30 waktu setempat (11.30 WIB). Berangkat dari Terminal 2 Bandar Udara International Soekarno-Hatta pada tanggal 21 Desember 2016 pukul 00.01 WIB, tim sempat transit di Bandar Udara Internasional Doha dan Bandar Udara Internasional Sao Paulo-Guarulhos, Brazil dan akhirnya disambut oleh Staff dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Santiago sesaat setelah menjejakkan kaki di negara paling selatan di Benua Amerika ini. . Berdasar perencanaan, tim akan bermalam di KBRI selama lima hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Punta Arenas pada 26 Desember 2016 yang merupakan kota terakhir sebelum pendakian dimulai. terima kasih @bankbri_id telah mendukung perjalanan kami! Dukung terus WISSEMU hingga puncak! #isupportwissemu #mahitalaunpar #BRIngiton #Vinsonmassif #antartica #7summits #expedition #chile

A post shared by WISSEMU ?? (@ina7summits) on

“Tim mencapai puncak setelah menempuh pendakian hampir 12 jam dari High Camp,” tutur Nadya A Pattiasina, petugas Humas The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU), seperti dikutip dari Kompascom, Senin (9/1/2017).

“Sepanjang perjalanan cuaca cerah, namun angin kencang yang terus bertiup membuat dingin lebih menusuk,” tutur Nadia mengutip laporan Hilda. Suhu setempat dilaporkan minus 33 derajat Celcius. Kondisi kedua pendaki sehat walau masih sedikit kelelahan.

Pendakian ke puncak tertinggi benua Antartika yang memiliki ketinggian 4.892 meter di atas permukaan laut itu dilakukan keduanya dengan penuh perjuangan sejak Minggu, 1 Januari 2017.

Secara bertahap tim, bergerak dari ketinggian 2.800 MDPL lalu menuju kamp tertinggi terakhir sebelum puncak Vinson Masssif di ketinggian 3.770 MDPL.

“Selamat, sangat bangga dan bersyukur. Kami ucapkan terima kasih untuk berbagai pihak yang membantu dan mendoakan,” ujar Rektor Universitas Katolik Parahyangan Mangadar Situmorang.

Sebelum mendaki Vinson Massif, kedua mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional FISIP Unpar itu sudah menggapai puncak Carstensz Pyramid (4.884m) pada 13 Agustus 2014, Gunung Elbrus (5.642m) 15 Mei 2015, Gunung Kilimanjaro (5.895m) pada 24 Mei 2015, serta Gunung Aconcagua (6.962m) pada 1 Februari 2016.

Selanjutnya mereka akan mendaki Gunung Everest (8.848m) dan Denali (6.194m) di Alaska, AS untuk menjadi perempuan Indonesia pertama pendaki Tujuh Puncak Dunia. (tom)

Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
60
Love
OMG OMG
50
OMG
Yaelah Yaelah
80
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
70
Keren Nih
Ngakak Ngakak
100
Ngakak