Halo JBers! Kamu pasti sudah dengar tentang katalog di WhatsApp Business, kan? Nah, kali ini kita bakal ngobrol santai tentang cara buat katalog WhatsApp Business supaya bisnismu makin profesional dan nggak kalah sama toko online besar. Yuk, simak dulu kenapa katalog itu penting sebelum kita langsung ke panduan step-by-step-nya.
Kenapa Kamu Perlu Katalog WhatsApp Business?
Gini deh, bayangin kamu sebagai pembeli. Kamu chatting ke toko, terus si penjual kirim satu per satu foto produk lewat chat. Ribet, lama, dan kadang fotonya acak-acakan atau info produknya nggak lengkap. Katalog itu ibarat etalase digitalmu — semua produk atau layanan bisa ditampilkan rapi, lengkap dengan foto, nama, harga, deskripsi, dan kadang link pembelian. Dengan satu klik pelanggan bisa melihat-lihat tanpa harus kamu kirim manual.
Menurut Qontak, katalog WhatsApp Business memungkinkan kamu unggah hingga 500 produk beserta detail lengkapnya. Respond.io juga menyebut bahwa katalog itu “alat #1 untuk berjualan di WhatsApp” karena dapat membuat komunikasi lebih efektif.
Jadi, kalau kamu mau usaha tampak lebih profesional, hemat waktu, dan pelanggan nggak bolak-balik minta foto satu per satu — katalog ini wajib kamu kuasai.
Persiapan Sebelum Membuat Katalog
Sebelum kita terjun ke langkah-langkah teknis cara buat katalog WhatsApp Business, ada beberapa hal kecil yang harus kamu siapkan supaya katalogmu nggak asal jadi:
- Foto produk berkualitas
Gunakan latar yang bersih, pencahayaan cukup, dan resolusi yang jelas. Foto buram atau gelap bisa bikin calon pelanggan mundur sebelum menghadapi harga. - Nama & deskripsi jelas
Nama produk jangan terlalu panjang, tapi cukup menggambarkan barangnya. Deskripsi bisa mencakup bahan, ukuran, manfaat — sesuaikan dengan jenis produkmu. - Harga yang realistis & transparan
Jangan biarkan calon pembeli bertanya “berapa?” terus-menerus. Kalau harga fleksibel (promo, diskon), bisa diinformasikan di deskripsi atau catatan khusus. - Link atau kode produk (opsional)
Kalau kamu punya toko online atau sistem inventori, bisa sertakan tautan (URL) atau kode produk agar mudah di-trace. - Kategori & koleksi produk
Jika produkmu banyak (misalnya puluhan ke atas), pikirkan kategori supaya katalogmu nggak jadi “super acak”.
Kalau semua itu sudah beres, kita langsung ke tahapan bikin katalognya, ya.
Langkah-Langkah: Cara Buat Katalog WhatsApp Business
Berikut panduan teknis tergantung perangkat yang kamu pakai:
Cara buat katalog lewat Android / iPhone (via aplikasi)
- Buka aplikasi WhatsApp Business di ponselmu.
- Ketuk menu tiga titik (⋮) (Android) atau pilih Pengaturan (iPhone).
- Pilih Business Tools / Alat Bisnis → Katalog.
- Ketuk Tambah item baru / Add New Item.
- Unggah foto produk — kamu bisa pilih dari galeri atau langsung ambil foto. (Maksimal 10 foto per item)
- Isi nama produk (wajib), deskripsi (opsional tapi sangat disarankan), harga (jika ingin terlihat), tautan (opsional), dan kode produk jika ada.
- Setelah semua terisi, tekan Simpan atau Add to Catalog / Tambahkan ke Katalog.
- Tunggu proses peninjauan. WhatsApp biasanya akan memeriksa apakah produkmu sesuai kebijakan.
Kalau peninjauan selesai dan produknya disetujui, item tersebut akan tampil di katalog profilmu dan bisa dibagikan oleh siapa pun.
Cara buat katalog lewat Web / Desktop / WhatsApp Web
- Buka WhatsApp Web atau aplikasi desktop WhatsApp (dengan akun WhatsApp Business).
- Klik ikon tiga titik atau menu lainnya untuk akses fitur.
- Pilih Katalog.
- Klik Tambahkan item baru.
- Unggah foto dari file komputer (juga hingga 10 foto).
- Isi nama produk, deskripsi, harga, tautan, kode produk.
- Klik Tambahkan ke Katalog atau Add Item.
- Tunggu proses persetujuan dari WhatsApp.
Langkahnya mirip dengan ponsel, tapi lebih nyaman kalau kamu ingin input banyak data sekaligus via keyboard.
Tips Biar Katalog-mu Lebih Menjual (Biar Nggak Cuma “Display” Aja)
Sekarang katalogmu sudah jalan, tapi jangan biarkan dia nyantol di situ aja. Berikut tips agar katalog benar-benar bekerja:
- Update rutin: Hapus produk yang stoknya habis, tambahkan yang baru, dan ubah harga bila diperlukan. Jangan biarkan katalog jadi “artikel tua”.
- Kualitas foto konsisten: Usahakan foto produk punya latar, pencahayaan, gaya pengambilan yang konsisten.
- Deskripsi yang “menjual” tapi santai: Misalnya “Tas ini muat laptop 14 inch, bahan kulit sintetis, cocok buat kerja atau santai” — nggak usah kepanjangan tapi jelas.
- Gunakan koleksi atau kategori: Kalau produkmu banyak (misalnya pakaian, aksesoris, gadget), buat koleksi agar pengunjung bisa “navigasi”.
- Bagikan tautan katalog secara aktif: Saat kamu promosi via media sosial, chat blast, atau di bio media sosial, sisipkan link katalog supaya orang bisa langsung lihat semua produk.
- Gunakan fitur “Bagikan produk” di chat: Kalau ada pelanggan nanya satu produk, kamu bisa langsung kirim produk dari katalog ke chat mereka — lebih praktis daripada kirim foto manual.
- Manfaatkan WhatsApp API bila bisnismu makin besar: Dengan API, katalog bisa dihubungkan ke sistem otomatis seperti chatbot atau sistem CRM.
Kalau kamu pikir katalog itu cuma “pajangan”, coba deh berani update, optimasi, dan promosikan — bisa jadi mesin penjualan utama kamu, loh.
Kesalahan yang Sering Dilakuin (dan Cara Hindarinya)
Supaya kamu nggak jatuh ke lubang yang sama, ini daftar kesalahan umum dalam membuat katalog dan cara menghindarinya:
- Foto kualitas rendah → gunakan cahaya natural & latar polos
- Deskripsi terlalu panjang atau terlalu teknis → cukup poin penting supaya pembeli nggak kabur
- Tidak mencantumkan harga → bikin penasaran? Bisa juga tapi risiko pembeli kabur
- Lupa update stok / harga → nanti katalognya nggak relevan lagi
- Tidak kategorikan produk → katalog jadi kacau dan susah di-navigasi
Kalau kamu sudah tahu “apa yang jangan dilakukan”, itu artinya kamu sudah setengah jalan menuju katalog yang oke.
Kesimpulan
Jadi, begini gengs: cara buat katalog WhatsApp Business itu bukan cuma soal teknis masukin foto dan kata-kata. Tapi juga soal strategi, konsistensi, dan kemampuan kamu merawat katalog agar tetap fresh dan menarik. Kalau kamu bisa kombinasikan teknik + optimasi konten + promosi yang tepat, katalogmu bisa jadi etalase digital yang benar-benar menghasilkan.
Jangan lupa share artikel ini ke temen kamu supaya mereka juga tahu gimana cara buat katalog WhatsApp Business yang work banget.















