Rahasia di Balik Tembok Besar China, Ternyata Pakai Beras Ketan


Tembok Besar China dikenal sebagai salah satu warisan peradaban dunia termahsyur. Tembok yang dibangun berbentuk benteng ini merupakan bangunan terbesar yang pernah dibuat dalam sejarah manusia. Yang membuat kagum adalah tembok ini masih tetap kokoh berdiri hingga kini. Rupanya, ada rahasia di balik kekokohan tembok raksasa tersebut. Sebelum membahas mengenai apa rahasia di balik tembok ini, mari kita bahas terlebih dulu mengenai sejarahnya, yang sudah dihimpun jadiBerita dari berbagai sumber, berikut ini.

Awal mula dibangunnya Tembok Besar China ini bertujuan untuk mempertahankan wilayah bangsa Chung Kuo (sebutan bangsa China kuno) dari serbuan suku Nomad dari utara. Pada masa Dinasti Qin, saat itu yang berkuasa adalah Kaisar Shih Huang Ti, seorang kaisar besar yang berhasil menyatukan seluruh China, berniat untuk meneruskan usaha pembangunan tembok besar yang terbengkalai selama beberapa waktu karena kondisi perang antar kerajaan. Pada tahun 221 SM, Shih Huang Ti memberi perintah untuk menyambung bangunan tembok yang belum jadi dan melanjutkan rute pembangunannya sejauh 5.000 km.

Tembok Besar China (History)
Tembok Besar China (History)

Pembangunan Tembok Besar sangatlah tepat mengingat fungsinya amat penting untuk menahan ancaman dari suku Nomad yang ingin merebut wilayah kekuasaan. Tembok Besar ini dibangun di atas puncak-puncak pegunungan yang tinggi dan berbahaya. Dinding raksasa dibuat menggunakan susunan batu, bata, kayu tanah dan semen menjadikannya tangguh dan tahan terhadap cuaca selama berabad-abad.

Sepeninggal era Shih Huang Ti dan digantikan oleh Dinasti Han pada tahun 206-220 M, pembangunan pada era Dinasti Han menghasilkan perpanjangan bangunan tembok besar sejauh 10 ribu km. Tidak hanya berhenti sampai situ, Tembok Besar mengalami pembangunan kembali pada era Dinasti Ming tahun 1368-1644. Kala ini tembok besar diperkokoh dengan menambahkan batu granit dan batu bara panjang serta dilapisi dengan kapur. Selama berabad-abad lamanya Tembok Besar menjadi benteng pertahanan yang sangat berharga, di samping fungsinya sebagai pembatas dari dunia luar serta melindungi hasil pertanian yang terkenal subur.

Tembok Besar China (Travelercorner)
Tembok Besar China (Travelercorner)

Lalu, apa rahasia Tembok Besar ini bisa kokoh berdiri hingga ribuan tahun lamanya? Ternyata, jawabannya cukup mengejutkan. Suatu penelitian yang dilakukan menyimpulkan bahwa salah satu inovasi teknis paling brilian yang ditemukan pada zaman itu adalah penggunaan beras ketan sebagai bahan campuran semen yang digunakan untuk membangun Tembok Besar. Penelitian itu dilakukan oleh Dr Zhang Bingjian, seorang profesor dalam bidang kimia di Universitas Zhejiang, Huangzhou, Tiongkok.

Menurut Dr Zhang, beras ketan yang dijadikan sebagai bahan wajib campuran semen itu memiliki susunan zat yang memungkinkan bahan semen kapur yang digunakan menjadi berkali-kali lipat lebih rekat. Campuran beras ketan dan semen kapur tersebut tersusun dari bahan rekat organik dan anorganik, hal ini sanggup mengikat batu bata sangat erat bahkan rumput liar sekalipun tidak bisa tumbuh diatasnya. Komposisi organik yang dikandung yakni amilopektin yang berasal dari ketan dan komposisi anorganik yakni kalsium karbonat dari kapur menciptakan mikrostruktur padat yang membuat Tembok Besar menjadi lebih stabil serta memiliki kekuatan mekanis yang lebih besar.

Tembok Besar China (Techcrunch)
Tembok Besar China (Techcrunch)

Lantas apalagi keunikan dari bangunan legendaris ini? Ada hal yang mungkin tidak diperhatikan dengan seksama perihal kawasan sekitar berdirinya Tembok Besar yakni kehidupan vegetasi atau tumbuhan yang tumbuh di antara Tembok Besar. Adanya dinding raksasa yang membagi sisi luar dan sisi dalam hutan di luar dugaan sanggup mengubah genetik tumbuhan yang sebelumnya merupakan tumbuhan yang tumbuh dengan genetik yang sama secara perlahan dalam periode yang lama berubah menjadi tumbuhan yang berbeda genetiknya.

Rupanya masyarakat zaman dulu sudah menemukan cara paling efektif untuk membangun tembok yang sedemikian besarnya hanya menggunakan bahan yang akrab dalam kehidupan sehari-hari. Cara ini patut kita tiru, apalagi kini semakin banyak ditemukan teknologi baru yang justru semakin memudahkan kita dalam melakukan sesuatu. (tom/rei)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
90
Love
OMG OMG
80
OMG
Yaelah Yaelah
10
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
101
Keren Nih
Ngakak Ngakak
30
Ngakak