Amerika Serikat memberi lampu hijau bagi startup energi nuklir TerraPower untuk mulai membangun pembangkit listrik baru di Wyoming. Proyek ini menjadi reaktor komersial pertama yang mendapat izin konstruksi di AS dalam hampir satu dekade.
Langkah ini dianggap penting karena terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan listrik, terutama akibat pertumbuhan pusat data dan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Bagi industri energi global, proyek ini juga menjadi ujian besar bagi teknologi reaktor nuklir generasi baru yang diklaim lebih fleksibel dan lebih murah dibanding pembangkit nuklir konvensional.
TerraPower Resmi Dapat Izin Konstruksi Reaktor Natrium

Komisi Regulasi Nuklir Amerika Serikat (Nuclear Regulatory Commission/NRC) pada Rabu memberikan persetujuan pembangunan reaktor TerraPower secara bulat.
Menurut laporan yang dilansir melalui situs Scientific American, Persetujuan tersebut memungkinkan TerraPower memulai pembangunan fasilitas pembangkit listrik di Kemmerer, Wyoming.
Startup ini dikenal luas karena mendapat dukungan finansial dari Bill Gates.
CEO TerraPower, Chris Levesque, menyebut keputusan tersebut sebagai momen penting bagi industri nuklir Amerika.
Ia menyatakan bahwa persetujuan ini menandai langkah besar menuju generasi baru pembangkit listrik nuklir yang lebih modern.
Namun perlu dicatat, izin konstruksi bukan berarti reaktor tersebut langsung boleh beroperasi.
Perusahaan masih harus melewati sejumlah tahapan regulasi lain sebelum mendapatkan izin operasional.
Reaktor Natrium: Teknologi Nuklir Generasi Baru
Reaktor yang dikembangkan TerraPower disebut Natrium.
Teknologi ini dikembangkan bersama perusahaan teknologi nuklir GE Hitachi.
Menurut laporan yang dilansir melalui Ars Technica, Ada beberapa perbedaan penting antara reaktor Natrium dan reaktor nuklir konvensional.
Reaktor nuklir tradisional biasanya menggunakan air bertekanan tinggi untuk mendinginkan inti reaktor.
Air tersebut dipanaskan melalui proses fisi nuklir hingga menghasilkan uap yang menggerakkan turbin listrik.
Sementara itu reaktor TerraPower menggunakan natrium cair (liquid sodium) sebagai pendingin.
Keuntungan sistem ini antara lain:
- Tekanan operasi jauh lebih rendah
- Infrastruktur pipa dan pelindung bisa lebih sederhana
- Potensi biaya pembangunan lebih rendah
Namun teknologi ini juga memiliki tantangan.
Natrium sangat reaktif jika terkena air atau udara sehingga membutuhkan sistem pengamanan khusus.
Karena itu, desain reaktor ini masih tergolong eksperimen dibanding pembangkit nuklir konvensional.
Ukuran Lebih Kecil, Tapi Lebih Fleksibel
Reaktor Natrium juga memiliki ukuran yang relatif lebih kecil dibanding pembangkit nuklir tradisional.
Kapasitas awalnya sekitar:
- 345 megawatt listrik
Sebagai perbandingan, banyak pembangkit nuklir konvensional menghasilkan sekitar:
- 1 gigawatt atau lebih
Namun Natrium memiliki fitur unik: penyimpanan energi terintegrasi.
Panas dari reaktor disimpan dalam material berbasis garam cair.
Energi panas tersebut dapat:
- langsung digunakan untuk menghasilkan listrik
- atau disimpan untuk dipakai saat permintaan listrik meningkat
Dengan sistem ini, pembangkit dapat meningkatkan output listrik hingga sekitar:
- 500 megawatt sementara waktu
Konsep ini membuat pembangkit nuklir lebih fleksibel mengikuti fluktuasi energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin.
Timeline Proyek TerraPower
Beberapa tahapan penting proyek ini antara lain:
- 2021: TerraPower memilih lokasi proyek di Kemmerer, Wyoming
- Awal 2024: perusahaan mengajukan izin konstruksi ke NRC
- Juni 2024: pemerintah AS mengesahkan ADVANCE Act untuk mempercepat proyek nuklir
- Maret 2026: NRC menyetujui izin konstruksi
- Target operasi: sekitar 2030–2031
Proyek ini juga merupakan bagian dari Advanced Reactor Demonstration Program milik Departemen Energi AS.
Program tersebut bertujuan mendorong pengembangan reaktor nuklir generasi baru melalui kemitraan pemerintah dan sektor swasta.
Kenapa Proyek Ini Penting Sekarang
Permintaan listrik di AS diperkirakan akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Salah satu penyebab utamanya adalah pertumbuhan pusat data besar yang digunakan untuk menjalankan sistem kecerdasan buatan.
Beberapa pemerintah melihat energi nuklir sebagai salah satu solusi karena:
- menghasilkan listrik stabil
- tidak menghasilkan emisi karbon langsung
- bisa menjadi pelengkap energi terbarukan
Namun proyek TerraPower kemungkinan belum akan membantu lonjakan kebutuhan listrik dalam waktu dekat karena operasionalnya diperkirakan baru dimulai sekitar tahun 2030.
Risiko dan Hal yang Masih Belum Jelas
Sebagai proyek reaktor generasi baru, masih ada beberapa ketidakpastian.
Beberapa di antaranya:
- teknologi natrium cair belum banyak digunakan secara komersial
- proyek nuklir sering mengalami keterlambatan konstruksi
- izin operasional masih harus melalui proses evaluasi panjang
Secara global, hanya sekitar 25 reaktor natrium yang pernah dibangun, dan sebagian besar bukan untuk pembangkit listrik komersial.
Amerika sendiri terakhir mengoperasikan reaktor jenis ini pada tahun 1990-an.
Apa Dampaknya bagi Industri Energi Global
Jika proyek ini berhasil, model reaktor seperti Natrium bisa membuka arah baru bagi industri nuklir.
Beberapa potensi dampaknya:
- pembangkit nuklir lebih kecil dan modular
- integrasi lebih mudah dengan energi terbarukan
- biaya pembangunan bisa ditekan
Bagi negara berkembang, termasuk Indonesia, teknologi seperti ini juga sering dipertimbangkan sebagai opsi pembangkit listrik masa depan karena skalanya lebih fleksibel dibanding PLTN besar.
Namun implementasinya tetap memerlukan kesiapan regulasi, teknologi, dan penerimaan publik.
Penutup
Persetujuan konstruksi reaktor TerraPower menjadi langkah penting bagi kebangkitan energi nuklir generasi baru di Amerika Serikat.
Meski masih menghadapi berbagai tantangan teknis dan regulasi, proyek ini dapat menjadi eksperimen besar dalam pengembangan pembangkit listrik yang lebih fleksibel dan rendah karbon.
Langkah berikutnya yang perlu ditunggu adalah progres pembangunan hingga keputusan izin operasional beberapa tahun ke depan.
Jika menurut kamu artikel ini bermanfaat, bagikan juga ke teman atau komunitas yang tertarik dengan perkembangan teknologi energi.
















