Dont be Captious
Danilla Riyadi (YouTube)

Danilla Riyadi, Penyanyi Cantik Bersuara Alto yang Rajai Musik Jazz

Di Indonesia, tak sedikit penyanyi yang memiliki paras cantik dan bersuara merdu. Sebut saja Raisa, Isyana Sarasvati, Andien, atau penyanyi cantik lainnya. Nah, di antara penyanyi-penyanyi cantik itu, ada satu penyanyi yang mungkin juga jadi idola JBers. Dia adalah Danilla Riyadi, yang mengusung musik jazz. Yuk, kita kenalan dengan dia lebih dekat lagi.

Danilla Riyadi, atau nama lengkapnya Danilla Jelita Poetri Riyadi, lahir di Jakarta pada tanggal 12 Februari 1990. Dia merupakan seorang penyanyi Indonesia anak dari pasangan Bapak Wansyah Fadli dan Ibu Ika Ratih Poespa. Dia sering disebut sebagai sesosok wanita yang amat gemar mendengarkan musik jazz dan sangat suka bernyanyi.

Usianya yang masih muda tak menghalangi penghayatan Danilla dengan teknik suara alto. Debut single-nya, “Buaian”, benar-benar membuai siapapun pendengarnya. Musik yang diusung sederhana namun padat, dibalut vokal merdu ditambah lagi wajah orientalnya yang cantik.

Danilla Riyadi (Sindhenapp)

Meski gemar bernyanyi, Danilla enggan disebut sebagai penyanyi apalagi musisi. Dalam berbagai wawancara, Danilla menyebut dirinya hanya orang yang hobi mendengarkan musik dan bernyanyi. Kadang justru dia menyebut dirinya sendiri sebagai pengantar pesan.

Danilla memiliki caranya sendiri dalam bermusik, dan dalam mengimplementasikan pengalaman-pengalamannya yang dituangkan dalam setiap lagu-lagu yang ia buat. Beberapa lagunya juga dibuat dari kisah-kisah nyata perjalanan hidup seseorang.

Uniknya, meski gemar bernyanyi dan berkecimpung dalam musik, Danilla tidak pernah mengenyam pelajaran bermusik secara formal. Sejumlah playlist semenjak ia kecil hingga beranjak dewasa tanpa ia sadari sudah menjadi “guru” bermusiknya, seperti misalnya lagu-lagu dari Antonio Carlos Jobim, Joao Gilberto, Frank Sinatra, Billie Holiday, Astrud Gilberto, Ella Fitzgerald, sudah menjadi santapan telinganya semenjak ia masih belia. Hingga beranjak, ia mulai mengenal Coldplay, Radiohead, Jay-Jay Johanson, Diana Krall, Sophie Ellis Bextor, hingga Portishead. Suaranya yang halus seperti orang yang sedang berbisik membuat para pendengarnya merasakan nyaman dan damai. Lirik-lirik lagunya yang puitis namun mudah untuk dicerna, membuat lagu-lagu ciptaannya mudah dihafalkan.

Ketertarikannya membangun sebuah band, akhirnya menjadi pertemuannya dengan Lafa Pratomo pada awal tahun 2012 yang berkontribusi sebagai produsernya adalah titik balik dari keengganan Danilla akan pelabelan dirinya sebagai penyanyi. Adanya kecocokan musikalitas di antara keduanya membuahkan banyak sekali kesepakatan-kesepakatan musikal berupa karya-karya yang direkam di sebuah studio milik Orion Records Indonesia. Di bawah naungan label Orion Records dan Demajors pada awal tahun 2014, akhirnya dia merilis sebuah single yang bertajuk “Buaian” yang digubah dan diaransemen oleh Lafa Pratomo.

Danilla Riyadi (Twitter)

Pada tahun 2017 ini Danilla akhirnya melepas album penuh keduanya yang berjudul “Lintasan Waktu”, setelah debut albumnya “Telisik” yang dirilis 4 tahun lalu. Di album keduanya kali ini, Danilla juga berperan langsung sebagai produser bersama Lafa Pratomo dan Aldi Nada Permana dari Ruang Waktu Music Lab.

Di album keduanya kali ini Danilla juga menulis hampir seluruh lagunya sendiri, berbeda dengan debut albumnya yang masih banyak melibatkan Lafa dalam penulisan lagunya. “Lintasan Waktu” berisikan 10 track dan dirilis oleh Ruang Waktu Music Lab bekerjasama dengan Demajors. Kini album tersebut sudah bisa dinikmati di sejumlah platform musik digital dengan menjadikan lagu berjudul “Aaa” sebagai single pertamanya, dan “Kalapuna” sebagai single andalannya.

Itulah perjalanan karier Danilla Riyadi dalam dunia musik hingga bisa terkenal seperti sekarang ini. Mungkin ada pelajaran yang bisa JBers ambil dari perjalanan karier Danilla Riyadi ini. Sukses terus untuk Danilla. (tom)

Apa Komentarmu
Loading...