Tips Cara Masuk Harvard University Langsung dari Alumninya

Wirda Mansur cita-cita kuliah S2 di Harvard University (Foto: dream.co.id)

Tips Cara Masuk Harvard University mungkin sudah banyak artikel yang membahasnya, namun adakah cara berkuliah di Harvard dengan cara mudah? Yup, di tulisan kali ini saya akan mencoba bantu kalian yang ingin berkuliah di Harvard bagaimana cara-caranya dan apa saja yang perlu dipersiapkan langsung dari anak mudah Indonesia jebolan Harvard University.

Tulisan ini juga terinspirasi dari berita yang lagi viral belakangan ini soal Wirda Mansur yang mengaku ingin kuliah S2 di Harvard University. Ia merasa bahwa masuk ke Harvard University bukanlah sulit.

“Rencana S2 di mana Kakwir,” tanya salah seorang penggemar. “Allah… inginnya sih di Harvard. Sudah ngulik2 persyaratannya. Ternyata tydak begitu susah (emoji tertawa hingga menangis) *yg penting yakeeen aja dulu,”

Ungkap Wirda Mansur.

Seperti yang kamu ketahui, Harvard University adalah salah satu tempat pendidikan terbaik dan berkelas di US. Banyak anak muda yang bercita-cita untuk masuk ke Harvard University dan menyelesaikan studi di sana. Karena popularitasnya yang sudah mendunia membuat Harvard University menjadi salah satu lembaga pendidikan yang susah untuk di taklukan.

BACA JUGA: Inspiratif! Kisah Mantan Cleaning Service Jadi Lulusan Harvard

Lalu, bagaimana tutorial cara masuk Harvard University?

Donny Eryastha, founder dari Indonesia Mengglobal yang pernah berhasil masuk kuliah di Harvard University memberikan tips untuk kamu yang ingin mengikuti jejaknya.

Donny Eryastha (Foto: Viva.co.id)

1.Tidak Usah Pedulikan Mitos

Lupakan prosedur berbelit-belit yang cenderung seperti mitos. Perlu surat rekomendasi dari presiden, dekat dengan profesor, atau anak pejabat, ternyata itu semua membuat kamu otomatis masuk Harvard University. Kamu bisa mengecek langsung di website Harvard University bahwa tidak ada syarat tersebut yang menjadi alasan seseorang bisa masuk Harvard University.

2.Kreatif dalam melamarnya

Percaya nggak percaya, untuk membuat surat lamaran ke Universitas sama halnya dengan melamar pekerjaan. Untuk aplikasi lamaran saat kamu mencari kerja tentu dikirimkan bukan hanya ke satu perusahaan saja. Begitu juga dengan lamaran pendidikan, kamu harus mempersiapkan setidaknya 4 sampai 5 aplikasi lamaran.

BACA JUGA: Unik dan Inspiratif, Dua Saudara Kembar Berparas Cantik Ini Lulus di Harvard dalam Waktu 1 Tahun!

Juga yang perlu kamu catat adalah jangan mengirimkan lamaran ke Universitas dengan level yang jauh berbeda. Jangan asal kirim-kirim lamaran. Jangan asal melamar, contoh sederhana jika anda melamar ke Harvard tetapi juga melamar ke Brandeis University. Hal seperti ini menunjukkan bahwa keinginan kamu sangat tidak jelas menurut Donny. Kalau anda serius ingin ke Harvard, maka cantumkan juga pendidikan yang tidak jauh berbeda seperti Princeton, Yale atau Stanford.

3.Beasiswa penting, tapi

Banyak diantara kamu yang baru daftar ke Universitas kalau sudah mendapatkan beasiswa. Beasiswa memang salah satu faktor penting, tapi jika ada kesempatan cobalah kamu mendaftar langsung ke Universitas tujuan lebih dahulu tanpa menunggu status beasiswa. Pihak kampus biasanya akan menyediakan beasiswa untuk kamu yang lolos dari negara berkembang.

Cara ini juga sama halnya jika kamu ingin masuk ke Harvard University. Yang perlu kamu catat adalah persiapan yang matang dari jauh-jauh hari. Kini Donny Eryastha telah mengapai Master Administrasi Publik pada program Pembangunan Internasional di Kennedy School of Government, Harvard University dan saat ini telah bekerja sebagai Advisor to the Minister di The Indonesia Investment Coordinating Board.

4.Cari tahu info lebih detail dulu

Yang namanya mau kuliah di luar negeri Harvard University ya pastinya kamu harus cari tahu dulu lebih detail sebelum mendaftar. Terutama saat kamu ingin menentukan program pilihan. Beberapa tips yang bisa membentu kamu dalam mendapatkan informasi lebih detail adalah referensi dari website universitas, forum/grup/perkumpulan baik mahasiswa maupun alumni dari program tersebut.

Kamu akan mendapatkan lebih akurat informasi tentang kuota mahasiswa, syarat-syarat, kriteria tipe kandidat, juga syarat minimum program atau mata kuliah apa yang sebaiknya kamu ambil.

5.Siapkan Aplikasi Terbaik Kamu

Terakhir adalah siapkan aplikasi terbaik kamu. Donny mengatakan ia kerap ditanya seputar nilai GRE (Graduate Record Examination) yang ia miliki sehingga bisa diterima masuk Harvard University. Jadi perlu kamu pahami bahwa Harvard akan melihat semua aspek aplikasi kamu seperti nilai TOEFL, reputasi sekolah/ universitas asal, nilai GRE, esai aplikasi dan profil kandidat pelamar.

Sayangnya kita tidak diberitahu secara detail mana bobot paling besar sebagai penilaian pihak kampus dalam menentukan kandidat diterima atau tidak.

Oleh karena itu, kamu jangan hanya fokus pada nilai tes (TOEFL, GER, GMAT) yang tinggi agar bisa diterima di Harvard. Tapi ada beragam faktor yang juga menentukan. Jadi nggak ada salahnya dicoba aja dulu.

Memang beberapa universitas menampilkan rata-rata nilai yang sangat tinggi bila ingin diterima di Harvard. Hal ini sangat wajar, karena universitas terbaik pasti mencari mahasiswa unggulan dengan nilai tes yang baik juga tentunya. Agar bisa diterima di Harvard, maka kamu harus mempunyai komponen aplikasi lain yang berbeda dibandingkan dengan mayoritas pelamar lainnya. (jow)

Written by Ardy Messi

Work in PR agency, Strategic Planner wannabe, a bikers, a cyclist, music and movie freak, Barca fans.