YouTube Premium lagi jadi bahan omongan, JBers. Buat kamu yang suka nebeng akun lewat family plan tapi beda rumah, sekarang waktunya waspada. Google mulai ngecek serius siapa aja yang pakai alamat sama, dan kalau dalam 15 hari nggak bisa dibuktikan, akun kamu bisa langsung kena suspend. Kebayang kan rasanya balik lagi nonton video dengan iklan selang-seling?
Aturan “Satu Rumah” Jadi Nyata
Sebenarnya aturan family plan hanya untuk satu rumah udah lama ada di syarat layanan. Bedanya, dulu cuma hitam di atas putih, sekarang jadi nyata-nyata diterapkan. Kalau kamu abaikan peringatannya, siap-siap diturunkan ke paket gratisan yang penuh iklan dan nggak bisa download offline.
Seorang juru bicara YouTube bilang ke CNET, “Our family plan policy hasn’t changed and we are continuously enforcing it.” Jadi jelas, bukan aturan baru, tapi cara mainnya aja yang makin ketat.
Cara Kerja Family Plan
YouTube menjelaskan di halaman dukungannya kalau seorang account manager bisa nambah sampai lima anggota keluarga dalam satu rumah ke keanggotaan Premium. Tapi syaratnya jelas: semuanya harus tinggal serumah. Grup juga cuma bisa diganti sekali tiap 12 bulan. Jadi, kalau kamu ada niat main akal-akalan, pikir dua kali deh.
Kabarnya, YouTube sempat uji coba paket dua rumah tangga dengan harga diskon, tapi layanan itu belum tersedia di Amerika, apalagi di Indonesia.
Berapa Sih Harga Premium?
Kalau kamu belum coba, YouTube kasih masa percobaan satu bulan gratis untuk Premium maupun Music. Setelah itu, biayanya sekitar Rp139ribu per bulan untuk Family Plan. Lumayan kalau dipakai sendiri, tapi terasa berat kalau nebengnya dihentikan.
Tren Layanan Streaming: Bye-Bye Password Sharing
YouTube bukan satu-satunya yang mulai ngetat. Netflix dan Disney Plus duluan sudah menutup akses buat pengguna yang ketahuan berbagi kata sandi. Bahkan Max mengenakan biaya tambahan $8 buat yang mau berbagi akun dengan satu orang. Amazon juga nggak mau kalah, mereka nutup program berbagi Prime mulai 1 Oktober.
Alasan utamanya jelas: mereka butuh menutup kebocoran pendapatan dari orang-orang yang nonton gratisan lewat akun orang lain. Carl Lepper, Senior Director of Technology, Media & Telecom di JD Power bilang, “It’s not hard to understand why streaming services feel the need to crack down. After all, the revenue to spend on new content or an improved experience must come from somewhere.”
Menurut Lepper, langkah ini memang bisa bikin jumlah pelanggan naik, tapi tetap ada risiko bikin pelanggan lama sebel. Belum lagi, biaya buat ngawasin dan menindak juga nggak kecil.
Penutup
Jadi, JBers, kalau kamu masih suka nebeng akun YouTube Premium di rumah temen atau sodara yang beda alamat, siap-siap deh. Era berbagi akun lintas rumah pelan-pelan ditutup. Pada akhirnya, semua balik lagi ke pilihan: mau bayar sendiri biar tenang, atau rela balik ke tontonan penuh iklan.
Kalau menurut kamu worth it, mungkin saatnya ambil paket resminya. Jangan lupa share artikel ini ke temen kamu biar mereka juga nggak kaget kalau tiba-tiba akses Premium-nya hilang.















