JBers, ChatGPT memang lagi jadi primadona dunia teknologi. Dari pelajar, pekerja kantoran, sampai orang yang sekadar penasaran, semua pernah nyobain ngobrol sama si chatbot pintar ini. Dengan jutaan pengguna aktif tiap minggu, nggak heran kalau OpenAI terus ngasih update biar ChatGPT makin canggih.
Tapi, ada fakta menarik nih. Meski sering dipuji jago ngoding dan mikir logis, ternyata coding bukan alasan utama orang buka ChatGPT. Sebuah riset besar-besaran malah nunjukin kalau mayoritas orang pakai ChatGPT buat hal yang lebih simpel dan dekat sama keseharian kamu. Penasaran kan apa aja? Yuk, kita kulik sama-sama.
Tiga Alasan Utama Orang Pakai ChatGPT
1. Asking: Jadi Teman Tanya-Jawab Digital
Menurut laporan riset OpenAI bareng seorang ekonom Harvard, sekitar 49 persen percakapan dengan ChatGPT itu masuk kategori “Asking”. Intinya, orang pakai ChatGPT kayak lagi nanya ke temen pinter. Entah itu buat cari info, minta penjelasan, atau bahkan minta saran sebelum ambil keputusan.
Seperti yang ditulis dalam laporan, “People value ChatGPT most as an advisor rather than only for task completion.” Jadi jelas ya, banyak orang yang menganggap ChatGPT lebih berguna sebagai penasihat daripada sekadar alat penyelesai tugas.
2. Doing: Bantu Kerjaan Sehari-hari
Posisi kedua ada kategori “Doing” dengan porsi 40 persen. Di sinilah ChatGPT sering dimanfaatkan buat hal-hal praktis seperti:
- Nyusun email kerja
- Bikin dokumen penting
- Nyiapin jadwal kegiatan
- Sampai bantu sedikit-sedikit di bagian programming
Tapi catat ya, walaupun coding termasuk di sini, porsinya ternyata kecil banget dibandingkan penulisan dokumen dan pekerjaan kantor lainnya. Jadi, kalau kamu sering minta ChatGPT bikinin teks, kamu nggak sendirian.
3. Expressing: Ekspresi dan Curhat Ringan
Sisanya, sekitar 11 persen pengguna pakai ChatGPT buat “Expressing”. Nah, ini lebih ke arah ngobrol santai, refleksi diri, eksplorasi ide, atau sekadar bercanda. Bisa dibilang, ChatGPT di sini jadi temen curhat yang nggak pernah capek dengerin kamu.
Siapa yang Paling Rajin Pakai ChatGPT?
Riset ini juga ngungkap kalau pengguna ChatGPT makin beragam. Dulu sempat ada gap gender, tapi sekarang udah menipis. Bahkan, pengguna dari negara berpenghasilan menengah dan rendah tumbuh jauh lebih cepat, sampai empat kali lipat dibanding negara kaya.
Menariknya, India jadi salah satu pasar terbesar. Posisi kedua setelah Amerika Serikat, dengan 8,7 persen total trafik. Angka ini lebih dari setengah jumlah pengguna di AS. Bayangin, betapa luasnya dampak ChatGPT sekarang.
Penutup
Jadi, kesimpulannya, coding memang bikin ChatGPT terkenal, tapi mayoritas orang justru lebih sering pakai buat hal-hal praktis sehari-hari: nanya, nulis, dan nyari panduan. Gampangnya, ChatGPT udah jadi asisten digital yang multifungsi buat banyak orang.
Nah JBers, kalau kamu biasanya pakai ChatGPT buat apa? Jangan lupa share artikel ini ke temen kamu biar mereka juga tahu kalau si chatbot ini lebih sering dipakai buat hal sederhana daripada ngoding.















