STORY: Dentuman Keras Letusan Gunung Slamet


Pada Kamis (11/9/2014), Gunung Slamet kembali melakukan aktivitas vulkaniknya. Sebelum memuntahkan laharnya, warga di beberapa wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah sempat dikagetkan dengan suara dentuman yang amat keras dari arah kaki Gunung

Penduduk Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bernama Riyani mengatakan bahwa dirinya begitu kaget ketika mendengar suara dentuman dari arah utara. “Tadi terdengar beberapa kali, suaranya sangat keras hingga kaca ikut bergetar,” ujar Riyani, seperti dilansir AntaraNews, Jumat (12/9/2014)

Terkait hal ini, Wasirun selaku Kepala Dusun IV Limpakuwus pun memerintahkan warganya untuk segera meninggalkan tempat tinggalnya demi mengantisipasi dampak negatif pada Gunung Slamet. “Dentumannya sangat keras, kaca-kaca dan atap seng ikut bergetar. Warga di sini keluar dari rumah mereka,” papar Wasirun.

Meski sudah diperintahkan, Wasirun mengaku belum ada warga yang mengungsi lantaran para penduduk masih menunggu komando dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas.

“Kami masih menunggu komando. Kalau ada komando untuk mengungsi, kami akan mengungsi,” lanjutnya

Warga lain menuturkan bahwa suara dentuman dari Gunung Slamet sampai terdengar hingga Desa Kalikudi, Kecamatan Adipala, Cilacap. “Tadi saat di belakang, saya mendengar dua kali suara dentuman seperti geluduk. Padahal, cuaca sangat cerah,” papar Syehal.

Surono selaku Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menambahkan, hingga saat ini aktivitas Gunung Slamet yang meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, Jawa Tengah, relatif meningkat. Namun, warga diharapkan tenang sembari waspada,

“Meskipun aktivitasnya cenderung meningkat dari jumlah letusan dan energi kegempaan, status Gunung Slamet tetap Siaga” atau level III,” papar Surono

“Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang.┬áKami tetap mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan yang dapat terjadi. Dalam hal ini, kami mengimbau agar surat-surat dan barang-barang berharga milik warga agar dikemas, sehingga jika kemungkinan terburuk dari Gunung Slamet terjadi, mereka tinggal membawanya,” tutupnya. (nha)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
30
Love
OMG OMG
20
OMG
Yaelah Yaelah
50
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
40
Keren Nih
Ngakak Ngakak
70
Ngakak