STORY: Fujiko F. Fujio, Sang Pencipta Doraemon


Siapa yang tidak kenal Doraemon? Robot kucing itu telah menemani kita dari kecil hingga dewasa. Meskipun hampir semua orang, terutama di Indonesia, mengenal Doraemon, namun kenalkah kamu dengan sang pencipta atau pengarang komik Doraemon, Fujiko F Fujio? Jika belum, maka kita akan memberikan kisah mengenai dirinya. Kisah ini dikutip dari blog Kolom Biografi, Jumat (19/12/2014).

Sebenarnya Fujiko F. Fujio merupakan nama pena dari Fujimoto Hiroshi. Dia dilahirkan di provinsi Toyama pada tanggal 1 Desember 1933 dan wafat pada tanggal 23 September 1996. Sebelumnya nama pena Fujiko Fujio (tanpa inisial â??fâ?? ditengahnya) merupakan nama pena yang dibuat oleh Fujimoto Hiroshi bersama Motoo Abiko yang dilahirkan pada tanggal 10 Maret 1934.

Keduanya mulai bersahabat sejak duduk di bangku sekolah dasar, ketika mereka mengetahui kalau mereka punya hobi yang sama yaitu menggambar. Akibat dari kesamaan hobi tersebut, akhirnya mereka mulai bersahabat dan membuat manga (komik Jepang). Dari pertemanan dan persamaan hobi itu, mereka kemudian sudah cukup banyak membuat karakter tokoh kartun yang mereka buat secara bersama-sama, salah satunya adalah tokoh Doraemon yang menjadi manga tersukses di Jepang.

Tetapi setelah mereka mulai beranjak usia dewasa, mereka kemudian memutuskan untuk berpisah karena memiliki minat yang berbeda. Fujiko lebih berminat buat fokus membuat film kartun anak-anak, sedangkan Abiko membuat kartun untuk dewasa. Setelah mereka berpisah, Fujimoto Hiroshi mengganti nama pena-nya menjadi Fujiko F. Fujio (dengan tambahan inisial huruf “f” ditengahnya). Kemudian setelah itu Fujiko mulai mempopulerkan manga yang ia buat sendiri, termasuk manga yang pernah dibuatnya bersama Abiko, yaitu Doraemon.

Pada bulan November tahun 1969, Fujiko F. Fujio membuat pengumuman komik bersambung terbarunya di majalah anak-anak untuk kelas 4 SD. Waktu itu belum disebutkan apa judul komiknya maupun tokoh utamanya. Fujiko saat itu memang belum menemukan ide bagaimana dan seperti apa komiknya. Saking buntunya, dia memutuskan untuk jalan-jalan di taman dengan harapan bisa dapat ide. Sampai di rumah ia teringat dengan kucing liar yang pernah tinggal dengannya. Tapi idenya belum keluar. Ia lalu bermalas-malasan di sofa. Ia ketiduran. Lalu bangun dengan kaget, tersandung mainan.

Seketika ide itu muncul: kucing, anak laki-laki pemalas, dan mainan. “Ketemu!” katanya, “sepertinya ini bisa.” Doraemon kemudian muncul dengan ide dasar begini: seorang bocah pemalas kedatangan robot kucing dari masa depan yang bisa mengeluarkan benda-benda berguna dari kantungnya.

Doraemon kemudian dimuat lewat majalah “Anak Baik”, “TK”, “SD kelas 1” hingga “SD kelas 4” yang terbit Desember 1969. Serial komik Doraemon kemudian terbit terus-menerus sebanyak 1.344 chapter yang kemudian dibukukan menjadi 45 jilid.

Kerja keras Fujiko membuahkan hasil. Majalah Doraemon laris manis di pasaran dan disukai anak-anak. Dari kesuksesannya itu, tepatnya pada tahun 1970 muncullah ide buat membuat Doraemon dalam bentuk animasi kartun. Versi animasi ini pun semakin membuat doraemon terkenal dan mendunia. Kemudian di tahun ke-17, yaitu tahun 1990-an, Doraemon masuk pasaran Indonesia dan laris manis dalam versi komik, film, dan souvenir.

Tapi sayangnya kesuksesan Fujiko bersama karyanya itu tidak bisa dia lihat selamanya. Sosok berbakat Fujiko harus menghembuskan napas terakhir pada tahun 1996 karena penyakit kanker. Walaupun begitu karya-karyanya tetap hidup sampai sekarang. Selain Doraemon, Fujiko F. Fujio juga merupakan pengarang dari “P-Man”, “Ninja Hatori”, dan “Hantu Q-Taro”.

Popularitas Doraemon terus menanjak ke seluruh dunia, bahkan setelah sang penciptanya telah meninggal pada tahun 1996. Namanya yang begitu besar, Doraemon bahkan terpilih sebagai salah satu Asean Heroes dalam majalah Times pada tahun 2002. Penghargaan lain juga pernah diberikan pada Doraemon, salah satunya adalah duta budaya Jepang pada tahun 2008 oleh Kementerian Luar Negeri Jepang.

Sebagai penghargaan, Museum Doraemon atau Museum Fujiko telah resmi dibuka pada 3 September 2011 lalu di Kawasaki, Jepang. Museum ini berisi segala hal mengenai Fujiko F. Fujio. Meja kerja, topi beretnya, serta pipa yang selalu ia gunakan selama membuat Doraemon akan dipajang di sini. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
10
Love
OMG OMG
101
OMG
Yaelah Yaelah
30
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
20
Keren Nih
Ngakak Ngakak
50
Ngakak