Terungkap, Nenek Moyang Madagaskar adalah Orang Indonesia


Madagaskar, pulau yang berada di dekat benua Afrika, tanah yang dihuni binatang-binatang unik dan memiliki kekayaan hayati luar biasa adalah salah satu tempat yang paling akhir dihuni manusia. Penelitian menguak, pulau terbesar keempat di dunia itu mulai dihuni sejak 1.200 tahun lalu.

Peneliti menyebut, sekelompok perempuan dari Indonesia adalah penghuni pertama Madagaskar. Ada kemungkinan mereka terpaksa naik ke daratan karena kapal dagang yang membawa mereka terbalik. Bisa dibilang kalau penemuan pulau Madagaskar merupakan hal yang tidak disengaja.

Ia menduga, saat itu, kapal dagang yang diperkirakan mengangkut 500 orang karam, para penumpangnya yang selamat bisa jadi naik ke daratan Madagaskar. â??Aku tak mengatakan, kami yakin bahwa itu sesuatu yang tak disengaja. Namun, bukti baru menunjukkan, ini kemungkinan yang masuk akal,â? katanya.

Dilansir dari Physorg, Kamis (25/6/2015), Madagaskar sudah menjadi daya tarik bagi para antropolog sejak lama. Salah satu alasannya, mengapa manusia tak menjamahnya selama ribuan tahun. Pulau keempat terbesar dunia itu sebelumnya hanya dihuni para lemur.

â??Hal yang tak biasa tentang pulau ini adalah, Madagaskar terletak sangat jauh dari Indonesia. Ia juga dihuni belakangan, ketika sebagian besar dunia telah berpenghuni,â? kata peneliti dari Massey University Selandia Baru, Murray Cox, kepada situs sains LiveScience.

Penelitian genetika sebelumnya secara mengejutkan menunjukkan, alih-alih datang dari Afrika, nenek moyang penduduk yang tinggal di lepas pesisir timur Afrika itu justru berasal dari Indonesia, negara yang berjarak seperempat dunia, atau sekitar 5.600 km.

â??Yang belum kami ketahui pasti adalah, apa yang terjadi saat itu, kapan mereka datang dan bagaimana?â? kata Cox.

Untuk menemukan jawaban itu, Cox dan para koleganya menganalisa gen dari mitokondria, dari 300 penduduk asli Madagaskar dan 3.000 orang Indonesia. Mitokondria adalah baterai sel, pabrik energi sel. Namun, mereka istimewa karena gennya diwariskan dari ibu. Penelitian menyimpulkan, dari gen-gen tersebut, menunjukkan ada kesamaan antara genom orang Indonesia dan orang Madagaskar. Lebih jauh lagi, dari 30 perempuan termasuk penemu Madagaskar, 28 orang di antaranya dipastikan berasal dari Indonesia.

Beberapa penelitian sebelumnya tentang orang Madagaskar, khususnya terkait kromosom Y (yang diturunkan dari ayah ke anak) mengindikasikan, nenek moyang laki-laki Madagaskar juga berasal dari Asia Tenggara. Hanya saja para ilmuwan belum mendapatkan petunjuk, berapa jumlah mereka.

â??Juga ada kromosom Y dari Indonesia,â? kata Cox. â??Kami sudah mengetahui bahwa nenek moyang orang Madagaskar, baik pria maupun wanita, berasal dari Indonesia. Kami hanya belum tahu ada berapa jumlah pria kala itu. Bukti-bukti yang kami miliki, populasi mereka juga kecil.â?

Tak hanya soal DNA, ada faktor lain yang menunjukkan kontribusi Nusantara, yakni bahasa. Dari segi linguistik, penduduk Madagaskar bicara dalam bahasa, yang asal-usulnya bisa dilacak sampai Indonesia.

Sebagian besar bahasa yang mereka gunakan berasal dari leksikon Maâ??anyan, bahasa yang dipraktekan sehari-hari di masyarakat yang bermukim di sepanjang Sungai Barito, di wilayah pedalaman. Juga ditemukan segelintir bahasa yang akarnya dari Jawa, Melayu, atau Sansekerta.

Bukti lain pengaruh nusantara di Madagaskar adalah penemuan perahu cadik, peralatan besi, serta instrumen musik seperti gambang. Ditemukan juga peralatan makan yang sangat â??tropisâ??, sistem tanam padi, pisang, ubi jalar di sela-sela hutan.

Namun yang masih menjadi misteri adalah bagaimana bisa orang Indonesia itu sampai ke daratan Madagaskar. Mungkin saja pada waktu mendatang bisa kembali terkuak alasan orang Indonesia bisa sampai ke sana. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
80
Love
OMG OMG
70
OMG
Yaelah Yaelah
100
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
90
Keren Nih
Ngakak Ngakak
20
Ngakak