Mahasiswa Indonesia Ciptakan Robot ‘Pengganti’ Drone


Pada hari Sabtu, tanggal 15 Agustus lalu, ada yang unik di ajang Olimpiade Robotika Sindo yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anis Baswedan di Jakarta. Pada event pembukaan ajang itu, ditampilkan berbagai macam robot nirkabel, termasuk salah satunya robot berbentuk burung atau Ornithopter.

Robot tersebut dibuat oleh mahasiswa di Universitas Surya, Tangerang, yang sengaja dipamerkan pada pembukaan Olimpiade Robotika Sindo. Dilansir dari Okezonecom, Selasa (18/8/2015), Firman, salah satu exhibitor robot Ornithopter lulusan Universitas Surya mengungkapkan, robot yang menyerupai burung tersebut dapat terbang hingga ketinggian jelajah 200 meter.

Robot yang dibuat oleh sekitar 10 orang mahasiswa tersebut bisa digunakan untuk operasi pengintaian, surveillance (pengawasan) dan lain-lain. Ornithopter juga dilengkapi dengan kamera yang diletakan di bagian depan tubuh robot. Bisa jadi kalau Ornithopter itu nantinya bakal menyingkirkan drone yang sedang tren saat ini.

Ornithopter (Sgdrone)
Ornithopter (Sgdrone)

Untuk mengontrol Ornithopter, pilot dapat menggunakan remote control yang terdiri dari beberapa tombol seperti navigasi serta kontrol kekuatan sayap. Untuk menerbangkan robot ini cukup mudah, Ornithopter bisa dihidupkan terlebih dahulu dalam genggaman tangan pilot, untuk kemudian dilepaskan ke udara setelah kekuatan kepakan sayap robot ditingkatkan.

Robot tersebut dibuat dalam waktu sekitar 6 bulan, memiliki bagian ekor yang dapat mengatur kendali terbang robot ke arah kiri atau kanan maupun arah atas dan bawah. Firman mengatakan, tidak menutup kemungkinan teknologi robot dengan konektivitas radio ini bisa digunakan lebih luas, misalnya untuk menyemai benih tanaman, namun saat ini lebih dikhususkan untuk kegiatan pengintaian. Menurutnya, Ornithopter saat terbang dikejauhan tidak terlihat seperti robot, tetapi tampak seperti burung asli.

Tim peneliti mempelajari gerak alami burung dan menemukan bahwa gaya terbang burung lebih efisien dibandingkan menggunakan baling-baling pada pesawat terbang atau drone. Diharapkan penelitian tersebut dapat merevolusi desain pesawat terbang di masa depan. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
40
Love
OMG OMG
30
OMG
Yaelah Yaelah
60
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
50
Keren Nih
Ngakak Ngakak
80
Ngakak