Today

Waspada Link Internet Gratis Ramadan, Bisa Curi Data

Foto: JB Internal

Memasuki Ramadan 2026, beredar unggahan di media sosial yang menawarkan akses internet gratis selama satu bulan penuh. Tautan yang disertakan meminta pengguna mengisi nama dan nomor ponsel sebelum mengakses layanan tersebut.

Masalahnya, tawaran ini bukan bagian dari program resmi pemerintah. Jika tidak hati-hati, data pribadi yang kamu masukkan bisa dimanfaatkan untuk penipuan digital.

Bagi pengguna di Indonesia yang sedang aktif bertransaksi dan berdonasi selama Ramadan, risiko ini jadi semakin relevan.

Tawaran Internet Gratis Beredar di Facebook dan TikTok

Unggahan berbahasa Indonesia yang viral sejak 20 Februari 2026 mengklaim pengguna bisa menikmati koneksi internet stabil tanpa biaya selama Ramadan.

07a7960db74650a4060addb3f74d4b4d en Waspada Link Internet Gratis Ramadan, Bisa Curi Data
Foto: factcheck.afp.com

Untuk mengaksesnya, pengguna diminta:

  • Mengisi nama lengkap
  • Memasukkan nomor telepon aktif
  • Mengklik tautan ke situs tertentu

Namun, berdasarkan penelusuran yang dilaporkan AFP Fact Check pada 27 Februari 2026, tautan tersebut tidak terafiliasi dengan program resmi pemerintah Indonesia.

BACA JUGA:  YouTube Error Beberapa Jam, Ini Penyebabnya

Beberapa pengguna di TikTok dan Facebook mengaku sudah mendaftar, tetapi tidak menerima tindak lanjut apa pun.

Bukan Bagian dari Program “Internet Rakyat”

Indonesia memang memiliki program resmi bernama “Internet Rakyat”. Namun skemanya berbeda dari klaim yang beredar.

b89b32e12a0cd664227cca03ce0832d9 en Waspada Link Internet Gratis Ramadan, Bisa Curi Data
Foto: factcheck.afp.com

Program resmi ini:

  • Mengharuskan pendaftaran melalui situs internetrakyat.id
  • Memberikan bulan pertama gratis
  • Saat ini hanya tersedia di beberapa wilayah seperti Jawa, Maluku, dan Papua

Akun Instagram resmi program tersebut juga sudah mengingatkan masyarakat agar tidak mengisi data di luar situs resmi.

Singkatnya, kalau kamu menemukan link selain dari domain resmi tersebut, besar kemungkinan itu bukan program pemerintah.

Kenapa Modus Ini Muncul Saat Ramadan?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya sudah mengingatkan bahwa potensi penipuan meningkat selama Ramadan. Alasannya sederhana:

  • Transaksi digital naik
  • Aktivitas belanja meningkat jelang Lebaran
  • Banyak orang terdorong berbagi dan berdonasi

Dalam praktiknya, momen ini sering dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk memancing data pribadi.

Dengan hanya nama dan nomor HP, pelaku bisa melakukan:

  • Phishing lanjutan lewat SMS atau WhatsApp
  • Penipuan berkedok verifikasi akun
  • Penyalahgunaan data untuk pendaftaran layanan ilegal
BACA JUGA:  Instagram Bikin Algoritma Makin Personal, Kamu Kini Bisa Atur Sendiri Topik Reels

Ini Bukan Kasus Pertama

Desember 2025 lalu, Kementerian Komunikasi dan Digital juga membantah hoaks serupa yang menjanjikan internet gratis tiga bulan.

Artinya, pola yang digunakan relatif sama:

  1. Tawarkan sesuatu yang menarik dan relevan
  2. Minta data pribadi
  3. Tidak ada layanan nyata setelah data dikirim

Yang berubah hanya kemasannya. Sekarang dibungkus dengan narasi Ramadan.

Apa Risiko Nyatanya?

Yang perlu kamu waspadai:

  • Data bisa digunakan untuk spam atau penipuan lanjutan
  • Nomor HP bisa masuk database scammer
  • Potensi pembajakan akun jika dikombinasikan dengan data lain

Sejauh ini belum ada detail resmi apakah data yang sudah terkumpul sudah disalahgunakan atau belum. Namun risiko tetap ada.

Cara Cek dan Menghindari Hoaks Serupa

Agar tidak jadi korban, lakukan ini:

  • Pastikan domain resmi (cek ejaan dan alamat situs)
  • Jangan isi data pribadi di link dari unggahan viral
  • Cek akun media sosial resmi program terkait
  • Gunakan mesin pencari untuk melihat klarifikasi media kredibel

Kalau kamu sudah terlanjur mengisi data:

  • Waspadai pesan mencurigakan dalam beberapa minggu ke depan
  • Jangan klik tautan dari nomor tak dikenal
  • Aktifkan verifikasi dua langkah di akun penting
BACA JUGA:  WhatsApp Web Sempat Error, Ini Penyebab & Cara Atasinya

Kenapa Ini Penting?

Internet murah atau gratis tentu menarik, apalagi saat kebutuhan komunikasi meningkat selama Ramadan. Namun justru karena itu, pengguna harus ekstra selektif.

Program resmi memang ada, tapi mekanismenya jelas dan terbatas wilayah. Tawaran yang terlalu luas tanpa syarat biasanya perlu dipertanyakan.

Penutup

Hoaks internet gratis selama Ramadan kembali muncul dengan pola lama: tawaran menarik, minta data, tanpa kejelasan layanan. Pemerintah dan pengelola resmi sudah menegaskan tautan yang beredar bukan bagian dari program resmi.

Ke depan, kemungkinan modus serupa akan terus bermunculan, terutama menjelang Lebaran. Jadi sebelum mengisi data pribadi, pastikan sumbernya jelas.

Kalau menurut kamu informasi ini penting, bagikan ke keluarga atau grup WhatsApp agar tidak ada yang jadi korban berikutnya.

Share:

Related News