WhatsApp memperbarui fitur Events (Acara) agar penyelenggara bisa mengundang orang yang tidak memakai WhatsApp. Penerima cukup membuka tautan undangan, melihat detail acara, lalu mengonfirmasi kehadiran tanpa perlu mengunduh aplikasi atau membuat akun, seperti dilaporkan Business Today pada Jumat (6/11/2026).
Pembaruan ini merupakan bagian dari perombakan fitur Events yang lebih luas. WhatsApp menyatakan pengalaman baru tersebut akan digulirkan ke semua pengguna dalam beberapa minggu ke depan.
Cara Kerja Undangan untuk Non-Pengguna
Alurnya cukup sederhana. Penyelenggara membuat acara di WhatsApp, menambahkan foto sampul, lalu membagikan tautan undangan. Tautan itu bisa dikirim lewat saluran apa saja, misalnya SMS atau email. Penerima yang tidak punya WhatsApp akan membuka tautan di browser dan memberi jawaban hadir atau tidak, atau yang biasa disebut RSVP.
Ada lapisan privasi tambahan. Alamat lokasi acara baru terlihat setelah tamu mengirim RSVP. Nomor telepon penyelenggara juga tidak ditampilkan kepada tamu yang tidak dikenalnya. WhatsApp menegaskan pesan dan panggilan pribadi tetap terenkripsi ujung ke ujung (end-to-end), artinya hanya pengirim dan penerima yang bisa membaca isinya, dan fitur acara tidak mengubah hal tersebut.
Fitur Tambahan untuk Penyelenggara
Selain undangan lintas platform, WhatsApp menambahkan beberapa kemudahan. Ada bagian baru bernama Events Home di menu Pengaturan yang merangkum acara yang akan datang, acara yang sudah lewat, dan undangan yang diterima. Penyelenggara juga bisa membuat undangan dengan tampilan khusus, memantau siapa saja yang sudah menjawab, dan mengirim pengingat menjelang hari-H.
Bagi penyelenggara yang rutin mengadakan pertemuan, Events Home bisa menggantikan catatan manual atau kalender terpisah. Semua informasi, mulai dari waktu, lokasi, hingga daftar tamu yang sudah memberi jawaban, tersimpan dalam satu tempat di aplikasi yang sudah dipakai setiap hari. Fitur pengingat juga membantu mengurangi tamu yang lupa datang, masalah klasik dalam acara yang diumumkan jauh-jauh hari.
Tamu pun mendapat opsi “plus-one” untuk memberi tahu apakah mereka akan membawa pendamping. Belum jelas apakah opsi ini juga tersedia bagi tamu yang membuka undangan lewat browser.
Dampaknya bagi Pengguna
Di Indonesia, WhatsApp sudah menjadi alat utama mengatur arisan, reuni, hingga rapat RT. Kendalanya selama ini muncul ketika ada satu-dua orang yang tidak memakai WhatsApp, misalnya rekan kerja yang hanya aktif di email atau kerabat yang memakai aplikasi pesan lain, sehingga penyelenggara harus mencatat konfirmasi secara manual. Dengan undangan berbasis tautan, semua jawaban terkumpul di satu tempat. Meski demikian, karena pembaruan digulirkan bertahap, fitur ini mungkin belum muncul di semua ponsel dalam waktu dekat. Pastikan aplikasi selalu diperbarui melalui Play Store atau App Store.
Ada pula hal yang perlu diwaspadai. Karena undangan kini berbentuk tautan yang bisa dibuka siapa saja, penyelenggara sebaiknya hanya membagikannya kepada orang yang memang diundang. Penerima juga perlu berhati-hati terhadap tautan undangan dari nomor tak dikenal, sebab modus penipuan lewat tautan palsu masih marak. Undangan resmi seharusnya hanya meminta konfirmasi kehadiran, bukan data pribadi seperti kata sandi atau kode OTP.
















