Zaman Dahulu, Sendok Awalnya Bukan untuk Makan Tapi…


Bagi masyarakat modern, terutama yang tinggal di perkotaan akan lebih menyukai apabila makan menggunakan sendok dan garpu. Sebelum peralatan makan tersebut, manusia pada masa lampau hanya menggunakan tangan untuk makan. Ternyata, masing-masing peralatan makan tersebut memiliki sejarah yang berbeda dan mereka ditemukan tidak secara bersamaan. Berikut sejarahnya seperti dilansir dari Todayifoundout, Selasa (27/12/2016).

Pertama mari kita bahas tentang sendok. Sendok merupakan salah satu peralatan makan tertua. Pada masa lampau, sendok kuno terbuat dengan memanfaatkan bahan-bahan alam seperti dari kerang atau batu yang dibentuk, dan pada awalnya sendok tidak memiliki pegangan seperti sekarang ini.

Sendok (Viva)

Belum diketahui waktu pasti kapan sendok pertama kali ditemukan. Manusia kuno saat itu menggunakan tulang binatang untuk dijadikan pegangan sendok. Bukti arkeologi  menemukan fakta bahwa pada 1000 SM, bangsa Mesir kuno menggunakan sendok untuk tujuan agama. Sendok tersebut terbuat dari bahan seperti gading, kayu, dan batu tertulis, selain itu sendok tersebut juga dihiasi dengan hieroglif (tulisan Mesir kuno).

Sementara itu, pada masa Kekaisaran Yunani dan Romawi, sendok mulai terbuat dari perunggu dan perak, tetapi sendok tersebut hanya digunakan oleh orang kaya. Di Inggris, bukti yang berhasiil terdokumentasi sendok pertama adalah pada tahun 1259 M, ketika masa pemerintahan Raja Edward I. Pada masa ini, layaknya orang Mesir kuno, sendok tidak hanya digunakan untuk makan, tetapi juga dalam upacara, hiasan dan untuk menunjukkan kekayaan dan kekuasaan. Misalnya, penobatan setiap raja Inggris selalu dilanjutkan dengan ritual di mana raja baru akan diurapi sendok seremonial.

Raja Edward I (Skepticism)

Selama periode Tudor (1485-1603) dan Stuart (1603-1714) di Inggris, sendok semakin memiliki peran penting. Terdapat kebiasaan pada periode tersebut untuk memberikan sendok sebagai hadiah pembaptisan. Awalnya satu set hadiah sendok ini terdiri dari 12 sendok, tetapi kemudian ditambah menjadi satu sehingga berjumlah 13 untuk menghormati sosok Kristus.

Garpu (Pixabay)

Setelah sendok, kini kita beralih ke ‘pasangannya’, yaitu garpu. Garpu sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang. Diperkirakan, garpu meja paling awal dibuat di Mesir Kuno. Budaya Qijia (2400-1900 SM) yang juga merupakan bagian dari kebudayaan China saat ini diketahui telah menggunakan garpu. Seribu tahun kemudian, popularitas garpu di dunia Barat menyebar melalui Jalan Sutra ke Venesia, Italia. Salah satu bukti tercatat paling awal dari garpu di Venesia adalah dari cerita yang berasal dari abad ke-11, yaitu ketika pernikahan putri Bizantium, Theodora Anna Doukaina dengan Domenico Selvo. Pernikahan ini menjadikan garpu yang dilapisi emas sebagai mas kawin.

Theodora Anna Doukaina (Polyvoreimg)

Popularitas garpu mulai berkembang selama abad ke-16 M karena jasa dari Catherine de Medici. Dia membantu mempopulerkan garpu (serta pasta, minyak zaitun, chianti dan pemisahan manis dan gurih) di Prancis setelah menikah dengan Raja Henry II.

Catherine de Medici (Derniersvalois)
Raja Henry II (Historytoday)

Sama seperti sendok, garpu ini pada awalnya juga menunjukkan kelas masyarakatnya. Pada abad ke-18, banyak orang yang memiliki alat makannya sendiri, meskipun pada saat itu yang memakai garpu hanya orang-orang kaya. Namun, ratusan tahun kemudian, saat terjadinya industrialisasi, masyarakat kelas menengah maupun bawah sudah mulai menggunakan garpu sebagai alat makan, hingga saat ini. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
30
Love
OMG OMG
20
OMG
Yaelah Yaelah
50
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
40
Keren Nih
Ngakak Ngakak
70
Ngakak