JBers, pernah nggak tiba-tiba kamu buka aplikasi mobile banking, mau transaksi, eh malah nggak bisa? Atau tiba-tiba muncul notifikasi bahwa rekening kamu “pasif”? Nah, rekening dormant mungkin jadi biang keladinya. Apa itu rekening dormant? Singkatnya, itu adalah rekening yang “tidak aktif”—alias sudah lama nggak ada transaksi—sehingga statusnya berubah menjadi dormant (atau pasif). Tapi jangan panik dulu, karena status dormant bukan berarti uangmu hilang.
Dalam artikel ini, kita bakal ngobrol santai soal apa itu rekening dormant, kenapa bisa terjadi, dampaknya buat kamu, dan yang paling penting: gimana cara menghidupkannya kembali. Yuk, simak bareng-bareng biar rekeningmu nggak “tidur” lama banget dan kamu tetap bisa bebas transaksi kapan saja.
Apa Itu Rekening Dormant?
Rekening dormant—kadang disebut rekening pasif—adalah istilah untuk rekening bank (tabungan atau giro) yang dalam periode waktu tertentu tidak ada aktivitas transaksi dari nasabah. Aktivitas yang dimaksud bisa penarikan, penyetoran, transfer, atau pembayaran. Hanya pemotongan otomatis seperti biaya administrasi, bunga, pajak, atau denda saja yang tetap bisa terjadi tanpa mengubah status.
Beberapa bank di Indonesia menetapkan bahwa rekening menjadi dormant jika tak ada transaksi dalam 180 hari (6 bulan) berturut-turut. Sebagai contoh, BNI menyebut rekening bisa berubah jadi pasif bila selama 180 hari tidak ada transaksi debet maupun kredit oleh nasabah selain aktivitas sistem otomatis.
Tapi catat: bukan semua bank punya aturan yang sama. Ada yang menetapkan periode lebih pendek, ada juga yang lebih panjang.
Dengan status dormant, rekening secara teknis tetap “ada” di sistem bank, namun akses untuk transaksi (terutama transaksi keluar) dibatasi sampai kamu melakukan reaktivasi.
Kenapa Rekening Bisa Menjadi Dormant?
Kenapa sesimpel itu bisa terjadi? Yuk kita bahas beberapa penyebab umum:
1. Jarang Dipakai
Kamu punya rekening tambahan yang jarang digunakan? Bisa jadi itu penyebabnya. Kalau rekeningmu hanya menerima sedikit dana atau malah tidak dipakai sama sekali, lama kelamaan bank akan menganggapnya tidak aktif.
2. Lupa PIN / Lupa Login
Banyak orang punya rekening tapi lupa PIN ATM-nya atau malah lupa bahwa mereka punya rekening itu. Akibatnya, nggak pernah dipakai untuk transaksi apa pun.
3. Saldo yang Menipis
Karena tiap bulan rekening bisa dikenai biaya administrasi, denda, atau potongan lainnya, kalau saldo terlalu kecil, lama-kelamaan bisa habis atau mendekati nol — dan rekening jadi pasif.
4. Aktivitas Tidak Wajar
Kalau ada transaksi yang dianggap mencurigakan—misalnya transfer besar secara tiba-tiba atau pola transaksi yang tidak umum—bank bisa menangguhkan aktivitas atau menjadikan rekening dalam status dormant sementara menunggu klarifikasi.
5. Permintaan dari Pihak Berwenang
Dalam kasus tertentu, pihak berwenang bisa meminta agar rekening diberi status pasif, misalnya sebagai bagian dari penyelidikan.
Apa yang Terjadi Kalau Rekening Kamu Sudah Dormant?
Kalau status rekening sudah dormant, selain merasa “diam”, ada beberapa konsekuensi yang bisa bikin nyesek kalau nggak kamu antisipasi:
Pembatasan Transaksi
Rekening dormant biasanya tidak bisa digunakan untuk transaksi debet—jadi kamu nggak bisa tarik tunai, transfer keluar, bayar tagihan lewat rekening tersebut, atau belanja pakai layanan e-channel. Untuk transaksi masuk (kredit), rekening masih bisa menerima dana dari luar, tapi hal itu tidak otomatis mengubah statusnya jadi aktif.
Biaya Tambahan
Banyak bank yang tetap mengenakan biaya administrasi atau biaya dormant khusus terhadap rekening pasif. Biaya ini dapat memotong saldo yang ada secara otomatis. Contohnya: Maybank menetapkan biaya dormant untuk jenis tertentu sebesar Rp 50.000 per bulan.
Potensi Penutupan Otomatis
Kalau rekening tetap dibiarkan pasif dalam waktu sangat lama dan saldonya habis, bank bisa menutup rekening itu otomatis.
Risiko Diblokir oleh PPATK
Baru-baru ini, PPATK menyatakan bahwa rekening dormant yang dianggap rawan penyalahgunaan bisa diblokir sementara. Pemblokiran ini bertujuan agar bank dan nasabah melakukan verifikasi ulang agar rekening tersebut tidak disalahgunakan untuk tindak kejahatan keuangan.
Secara singkat, kalau rekeningmu sudah dormant, jangan berharap bahwa “uangnya aman aja” sampai kapan pun tanpa usaha — masa pers tahan lama bisa menyebabkan kerugian bila saldo dikuras biaya atau rekening ditutup.
Gimana Cara Aktivasi / Menghidupkan Kembali Rekening Dormant?
Tenang JBers, rekening dormant bukan kutukan abadi. Kamu masih bisa membangunkannya kembali dengan langkah-langkah berikut:
1. Datang ke Kantor Cabang Bank
Bawa identitas (KTP, SIM, paspor, atau sesuai ketentuan bank) dan buku tabungan (kalau ada). Di cabang, ajukan permohonan reaktivasi / aktivasi kembali rekening dormant dengan staf bank. Beberapa bank mensyaratkan setoran minimal sebagai bagian dari aktivasi.
2. Melalui Layanan Digital / Mobile Banking
Beberapa bank menyediakan fitur reaktivasi melalui aplikasi mobile banking atau layanan digital, di mana kamu tinggal memperbarui data diri & konfirmasi. Misalnya Maybank memperbolehkan aktivasi kembali melalui M2U ID App.
3. Hubungi Layanan Pelanggan
Kalau kamu belum sempat ke cabang, bisa mulai dengan menelepon layanan call center bank kamu. Petugas akan memberi panduan langkah-langkah yang harus kamu ikuti agar rekening bisa aktif lagi.
4. Lengkapi Verifikasi & Pembaruan Data
Bank biasanya meminta kamu mengisi formulir pembaruan data nasabah (alamat, pekerjaan, nomor telepon, dsb.), serta melakukan verifikasi identitas. Setelah verifikasi selesai, rekening bisa diaktifkan kembali.
Kalau semua langkahnya berjalan lancar, rekeningmu akan kembali aktif, dan kamu bisa pakai fitur-fitur normal bank seperti transfer, tarik tunai, dan transaksi digital.
Tips Agar Rekening Kamu Tidak “Tertidur” Lagi
Supaya nggak kecolongan dan rekeningmu jadi dormant lagi, ini beberapa trik ringan:
- Lakukan transaksi berkala, minimal sekali dalam 3–6 bulan. Bisa transfer kecil, pembayaran tagihan, isi pulsa, dsb.
- Aktifkan autodebet / auto-pay, agar rekening otomatis digunakan untuk tagihan rutin seperti listrik, langganan, internet, dsb.
- Pastikan saldo tidak kosong, meskipun hanya sedikit, agar biaya administrasi tidak menghabiskan saldo seluruhnya.
- Gunakan aplikasi mobile banking secara rutin, buka lihat saldo atau riwayat transaksi; ini sudah dianggap aktivitas.
- Tutup rekening yang benar-benar tidak kamu butuhkan agar tidak “memperbanyak peluang dormant” di antara banyak rekeningmu.
Penutup
Jadi, sekarang kamu sudah tahu apa itu rekening dormant dan kenapa “kosong” bukan berarti aman selalu. Rekening bisa tertidur kalau lama nggak dipakai—tapi jangan khawatir, kamu punya power untuk membangunkannya kembali. Ingat, rekening dormant bukan akhir dari uangmu, tapi kalau nggak ditangani bisa bikin repot.
Kalau kamu atau teman kamu pernah ngalamin rekening yang tiba-tiba pasif, tinggal lakuin reaktivasi saja. Yuk, jangan biarkan rekeningmu tidur terlalu lama!
Kalau artikel ini membantu kamu, jangan lupa share ke teman kamu. Siapa tahu dia juga belum tahu apa itu rekening dormant!















