Google diam-diam mulai meluncurkan fitur yang sudah lama diminta pengguna: kemampuan mengganti alamat email @gmail.com tanpa harus membuat akun baru.
Fitur ini penting karena selama bertahun-tahun, pengguna Gmail hanya bisa mengganti email pemulihan atau email login—bukan alamat Gmail utamanya. Padahal, banyak akun dibuat sejak lama dan kini terasa kurang profesional atau sudah tidak relevan.
Bagi pengguna di Indonesia, fitur ini berpotensi mempermudah urusan kerja, bisnis, dan keamanan akun tanpa harus memindahkan data atau kehilangan riwayat email lama.
Ringkasan Cepat
- Yang baru: Google mulai menguji opsi mengganti alamat Gmail (@gmail.com)
- Siapa yang terdampak: Pengguna Gmail lama, terutama yang ingin alamat lebih profesional
- Yang perlu diperhatikan: Ada batas frekuensi dan jumlah pergantian dan email lama tetap aktif sebagai alias
Google Mulai Uji Fitur Ganti Alamat Gmail
Menurut laporan dari 9to5google dan Techlicious, Google saat ini sedang melakukan rollout bertahap fitur ganti alamat Gmail. Informasi ini pertama kali muncul di halaman bantuan Google versi bahasa Hindi, sebelum akhirnya muncul di berbagai bahasa lain.
Menariknya, meski dokumentasi bahasa Inggris sempat tertinggal, beberapa pengguna dilaporkan sudah bisa mengakses menu penggantian email langsung dari pengaturan akun Google mereka.
Fitur ini awalnya terdeteksi aktif di India, dan besar kemungkinan menjadi wilayah uji coba awal sebelum diperluas ke negara lain, termasuk Indonesia.
Cara Kerja: Akun Tetap Sama, Email Bisa Diganti
Hal terpenting dari fitur ini adalah:
kamu tidak membuat akun baru.
Yang berubah hanyalah:
- Alamat Gmail utama (username)
- Tampilan email yang kamu bagikan ke orang lain
Sementara yang tidak berubah:
- Inbox lama
- Email lama tetap masuk (sebagai alias)
- Akses login ke YouTube, Drive, Maps, dan layanan Google lain
- File di Google Drive, Google Photos, dan histori pembelian
Singkatnya, email lama tetap “hidup”, tapi kamu bisa berhenti memakainya sebagai alamat utama.
Kenapa Banyak Pengguna Menunggu Fitur Ini?
Dalam praktiknya, banyak akun Gmail dibuat:
- Saat masih sekolah atau kuliah
- Menggunakan nama panggilan
- Mengandung angka acak atau istilah tidak profesional
Contohnya, alamat seperti:
coolkid2003@gmail.comnamapanggilan123@gmail.com
Dengan fitur ini, pengguna bisa beralih ke format yang lebih rapi dan relevan untuk:
- Urusan kerja
- Freelance
- Bisnis
- Identitas digital jangka panjang
Tanpa harus memindahkan data atau memberi tahu semua kontak satu per satu.
Batasan yang Perlu Kamu Tahu
Meski terdengar ideal, Google tetap memberi sejumlah batasan:
- Alamat Gmail hanya bisa diganti 1 kali dalam 12 bulan
- Maksimal 3 kali pergantian seumur hidup akun
- Email lama tetap menerima pesan (alias), termasuk spam
Bagi sebagian pengguna, poin terakhir justru dianggap minus karena tujuan ganti email adalah “bersih-bersih” inbox.
Jika kamu berharap email lama benar-benar mati, fitur ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan tersebut.
Cara Cek Apakah Akun Kamu Sudah Kebagian
Jika fitur sudah aktif di akunmu, kamu bisa menemukannya di:
- Buka Google Account
- Masuk ke Personal info
- Pilih Email
- Cari bagian Google Account email
Jika tersedia, akan muncul opsi Change Google Account email.
Jika belum, akan muncul keterangan bahwa pengaturan ini belum bisa diubah.
Sejauh ini, belum ada jadwal resmi kapan fitur ini tersedia global.
Apa Risikonya dan Apa yang Belum Jelas?
Yang perlu diwaspadai:
- Email lama tetap aktif → potensi spam berlanjut
- Belum jelas apakah semua akun lama eligible
- Belum ada pernyataan resmi soal rollout Indonesia
Google juga belum menjelaskan apakah fitur ini akan tersedia untuk:
- Akun Workspace
- Akun lama dengan histori panjang
- Akun yang pernah terkena pelanggaran
Penutup
Fitur ganti alamat Gmail tanpa ganti akun adalah langkah kecil tapi signifikan dari Google, terutama untuk pengguna lama. Meski belum sempurna, ini membuka opsi baru untuk merapikan identitas digital tanpa ribet migrasi.
Jika rollout berlanjut ke Indonesia, fitur ini bisa jadi solusi praktis bagi pengguna yang ingin email lebih profesional dan relevan. Untuk sekarang, yang bisa dilakukan adalah rutin cek pengaturan akun dan menunggu pengumuman resmi berikutnya.
Jika kamu merasa artikel ini relevan, jangan ragu untuk membagikannya ke teman atau rekan kerja.















