STORY: Perjuangan Ibu Rawat Anaknya yang Kena Penyakit ‘Celebral Palcy’


Tina Agustina adalah sosok seorang ibu yang penuh perjuangan dalam merawat buah hatinya yang terkena penyakit Celebral Palcy. Ini adalah gangguan motorik dan gangguan postur tubuh, yang dapat disertai gerakan-gerakan di luar kemauan.

Buah hatinya yang diberi nama Muhammad Rizki terlahir dengan kondisi tubuh yang berbeda dari anak normal pada umumnya. Rizki yang berusia 7 tahun belum bisa berjalan. Ini dikarenakan kaki Rizki tak mampu menopang berat tubuhnya.

Alhasil, Tina harus selalu menggendong sang putra tercinta. â??Kedua kakinya kaku, jadi nggak bisa berdiri dan berjalan,â? kata Tina.

Tak hanya itu saja, Rizki juga kerap mengalami kejang tanpa sebab. Tak heran, Tina harus selalu memperbaiki cara tidur Rizky setiap kali tubuh anaknya menggeliat ketika sedang berbaring. â??Dulu, dia sering kejang-kejang sambil muntah-muntah dan buang air besar,â? aku Tina.

Sebelum melahirkan Rizki, Tina bermimpi akan mempunai bayi yang hanya memakai satu sepatu saja. Dan benar saja, mimpi itu adalah kenyataan yang harus ia pikul. â??Saya mimpi mendapatkan bayi yang hanya punya satu sepatu atau kehilangan sebelah sepatu,â? papar Tina.

Saat melahirkan Rizki hingga ia umur dua tahun, kondisi tubuhnya normal-normal saja. Namun, setelah diperiksakan ke dokter lantaran perkembangan Rizki yang aneh, anaknya pun dinyatakan mengidap Cerebral Palcy.

â??Saya bingung dengan semuanya ini. Karena perkembangan Rizki sebelum berumur dua tahun, normal saja,â? ungkap Tina

Ingin anaknya sembuh, Tina pun membawa Rizki kepada suatu yayasan yang bisa menyembuhkan penyakit Rizki. Namun, apa boleh buat, kondisi keuangan Tina kala itu tak mencukupi untuk penyembuhan Rizki.

“Pengobatan alternatif yang saya datangi ternyata membeda-bedakan golongan pasiennya berdasarkan kemampuan pasien,â? tutur Tina

Tak tinggal diam, Tina dan suami rela merogoh kocek dalam demi menyembuhkan Rizki. Namun, usahanya sia-sia. Hingga kini Rizki belum kunjung sembuh. Kini, Tina berharap anaknya dapat memperolah pengobatan atau terapi yang dapat membuat kondisi anaknya membaik.

Ia pun tak henti-hentinya berdoa kepada Tuhan agar sang buah hatinya mendapat kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. (nha)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
50
Love
OMG OMG
40
OMG
Yaelah Yaelah
70
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
60
Keren Nih
Ngakak Ngakak
90
Ngakak