Misterius, Tubuh Wanita Ini Ditumbuhi Kuku


Coba lihat permukaan kulit kamu. Secara normal, permukaan kulit manusia ditumbuhi rambut, ada bagian yang tebal seperti di kulit kepala dan bagian lain, ada juga yang tipis hingga tak tampak (tapi ada). Sebuah kondisi langka dan misterius dialami wanita bernama Shanyna Isom, seluruh permukaan kulitnya tidak ditumbuhi rambut, tetapi kuku.

Dilansir dari Odditycentral, Senin (22/12/2014), kejadian aneh ini dimulai pada tahun 2009, ketika Shanyna mengalami gangguan asma akut. Dia dibawa ke bagian gawat darurat dan diberi steroid dalam dosis besar. Asma yang berlangsung bisa diatasi, namun tubuh Shanyna mengalami reaksi alergi pada steroid yang diberikan. Permukaan kulitnya mulai gatal tak terkendali. Meskipun sudah diresepkan benadryl dan obat alergi lainnya, kondisi kulit Shanyna terus memburuk.

“Kondisi itu tidak terkendali dan saya tidak tahu itu apa. Tiba-tiba muncul ruam hitam seperti koreng di kulit lalu kuku-kuku itu terus tumbuh keluar, dia akan lepas lalu tumbuh lagi kuku baru dengan sendirinya,” ujar Kathy, ibu Shanyna.

Dengan kondisi kulit yang aneh ini, Shanyna yang merupakan mahasiswi hukum sudah berkali-kali memeriksakan kondisinya. Bahkan kondisi ini terus memburuk hingga permukaan kakinya menghitam dan harus berjalan dengan bantuan tongkat. Segala macam tes kesehatan hingga biopsi sumsum tulang belakang sudah dilakukan, namun dokter tidak tahu apa yang terjadi di tubuh Shanyna. Yang menyedihkan, belum ada obat untuk mengatasi kondisi ini.

“Dokter bilang, putri saya akan seperti itu disepanjang sisa hidupnya, tapi saya tidak bisa menerima hal ini,” ujar Kathy.

Keluarga Shanyna terus mencari pengobatan, hingga pada tahun 2011, dia datang ke John Hopkins. Dokter di sana menemukan bahwa tubuh Shanyna memproduksi 12 kali jumlah folikel (bahan alami tubuh untuk menumbuhkan rambut). Rambut dan kuku sama-sama terbentuk dari folikel, sehingga folikel yang berlebih itu pada akhirnya membentuk kuku di permukaan kulit Shanyna.

Kondisi Shanyna bisa dipulihkan, namun biaya yang harus dikeluarkan sangat banyak. Asuransi tidak sanggup membayar semua biaya pengobatan. Ditambah lagi, Kathy keluar dari pekerjaannya sebagai resepsionis medis agar bisa merawat penuh putrinya. Pada akhirnya, Kathy membangun Yayasan SAI untuk menggalang dana bagi orang-orang yang terkena gangguan penyakit langka dan misterius.

“Saya tidak tahu apakah akan tersenyum atau menangis,” ujar Shanyna. “Saya sangat tersentuh oleh kemurahan hati masyarakat dan saya sangat bersyukur,” lanjutnya.

Semoga saja Shanyna segera mendapat kesembuhan dan tidak ada lagi kasus serupa yang terjadi. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
100
Love
OMG OMG
90
OMG
Yaelah Yaelah
20
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
10
Keren Nih
Ngakak Ngakak
40
Ngakak