Apple dikabarkan tengah menyiapkan MacBook dengan harga lebih rendah dari MacBook Air, dan peluncurannya disebut tinggal menghitung hari. Perangkat ini diprediksi diperkenalkan awal Maret.
Langkah ini penting karena bisa mengubah peta laptop Apple yang selama ini identik dengan harga premium. Jika rumor akurat, ini akan menjadi Mac pertama yang memakai chip seri A—bukan chip M seperti biasanya.
Bagi pengguna di Indonesia, ini bisa berarti akses ke ekosistem macOS dengan harga yang lebih “masuk akal”, terutama untuk pelajar dan pengguna kaum mendang mending.
MacBook Baru, Tapi Bukan Seperti Biasanya
Menurut laporan yang dirangkum MacRumors, Apple tengah menyiapkan MacBook versi lebih murah yang kemungkinan diumumkan menjelang acara “Apple Special Experience” pada 4 Maret 2026 di New York, London, dan Shanghai.
Hari ini, 21 Februari 2026, rumor tersebut semakin menguat karena sejumlah media telah menerima undangan untuk mencoba perangkat baru secara langsung.
Yang membuatnya berbeda:
- Menggunakan chip A18 Pro (bukan chip M-series)
- Ditujukan untuk segmen pelajar
- Harga diprediksi di bawah MacBook Air
Jika benar, ini akan menjadi pendekatan baru Apple dalam menyusun lini Mac mereka.
Desain: Mirip MacBook Air, Tapi Bisa Lebih Tebal

Secara tampilan, MacBook ini disebut akan mengusung bodi aluminium dengan layar sekitar 12,9 inci atau 13 inci.
Ada spekulasi bahwa perangkat ini bisa lebih tipis dan ringan karena memakai chip berdaya rendah. Namun, ada juga kemungkinan Apple justru memakai panel layar generasi lama agar biaya produksi lebih hemat—strategi yang sebelumnya dipakai di iPad versi standar.
Artinya:
- Bisa jadi sedikit lebih tebal dari MacBook Air
- Potensi baterai lebih awet
- Tidak ditujukan untuk desain ultra-premium
Apple disebut sedang menguji warna seperti kuning muda, hijau muda, biru, pink, silver, dan abu gelap. Analis Ming-Chi Kuo memperkirakan warna finalnya kemungkinan kuning, silver, biru, dan pink—mirip palet iPad.
Pendekatannya jelas: lebih fresh dan ramah pelajar.
Chip A18 Pro di Mac: Seberapa Kuat?
Inilah bagian paling menarik.
Alih-alih memakai chip M-series seperti M3 atau M4, MacBook ini dikabarkan menggunakan A18 Pro, chip yang pertama kali hadir di iPhone 16 Pro.
Spesifikasinya:
- CPU 6-core (4 performa + 2 efisiensi)
- GPU 6-core
- Neural Engine 16-core untuk AI
- Proses fabrikasi 3nm generasi kedua
Dalam pengujian Geekbench, A18 Pro mencatat skor:
- Single-core: 3451
- Multi-core: 8572
Sebagai perbandingan:
- M4 iPad Pro: 3694 (single-core), 13732 (multi-core)
Artinya, untuk performa single-core, jaraknya tidak terlalu jauh dari chip M terbaru. Namun untuk beban kerja multi-core berat, performanya jelas lebih rendah.
Dalam praktiknya, ini cukup untuk:
- Browsing
- Mengetik dokumen
- Streaming
- Editing foto ringan
- Editing video ringan
Namun bukan untuk:
- Editing video 4K profesional
- Rendering 3D
- Gaming berat
Singkatnya, ini laptop untuk kerja harian dan kebutuhan sekolah, bukan mesin produksi konten kelas berat.
RAM & Penyimpanan: Apa yang Perlu Diwaspadai?
Saat ini, Mac terbaru biasanya hadir dengan RAM 16GB. Namun karena A18 Pro berasal dari lini iPhone, ada kemungkinan perangkat ini hanya dibekali:
- Minimal 8GB RAM (untuk mendukung Apple Intelligence)
- Penyimpanan mulai 128GB
Jika benar 128GB, pengguna Indonesia perlu mempertimbangkan penyimpanan eksternal atau iCloud, karena macOS relatif cepat menghabiskan ruang.
Sejauh ini belum ada detail resmi apakah Apple akan tetap mempertahankan standar 16GB RAM seperti Mac lain.
Port & Konektivitas: Ada Batasannya
Karena A18 Pro di iPhone tidak mendukung Thunderbolt, MacBook ini kemungkinan hanya menyediakan:
- USB-C 10Gbps
- Dukungan 1 layar eksternal saja
Ini bisa menjadi pembatas bagi pengguna yang biasa memakai dua monitor atau transfer data berkecepatan tinggi.
Untuk pelajar, mungkin cukup. Tapi untuk profesional desain atau developer, ini bisa terasa terbatas.
Harga: Bisa Jadi MacBook Termurah?
MacBook Air saat ini mulai dari $999.
MacBook versi murah ini diperkirakan berada di kisaran:
- $599
- $699
- atau $799
Jika dikonversi kasar ke rupiah (belum termasuk pajak dan distribusi Indonesia), kemungkinan berada di rentang belasan juta rupiah.
Posisinya akan berada di antara:
- iPad Air ($599)
- MacBook Air ($999)
Strateginya terlihat jelas: menjadi alternatif Chromebook premium, tapi dengan macOS.
Bagi sekolah atau kampus di Indonesia yang mulai beralih ke ekosistem digital, ini bisa menjadi opsi baru selain Windows murah.
Perbandingan dengan Mac Sebelumnya
Dulu Apple pernah punya MacBook 12 inci berbasis Intel Core M yang tipis dan ringan, tapi performanya terbatas.
Sekarang:
- Chip jauh lebih efisien
- Performa lebih tinggi dari M1
- AI lebih matang lewat Apple Intelligence
Namun, batasan port dan kemungkinan RAM lebih kecil tetap perlu diperhatikan.
Kalau Rilis, Siapa yang Cocok Membeli?
MacBook ini kemungkinan cocok untuk:
- Pelajar & mahasiswa
- Guru
- Penulis & pekerja administratif
- Pengguna iPhone yang ingin masuk ke macOS
Kurang cocok untuk:
- Editor video profesional
- Animator 3D
- Gamer berat
- Developer dengan workload berat
Tips Jika Kamu Tertarik
Jika perangkat ini resmi rilis nanti, pertimbangkan:
- Pilih varian RAM lebih besar jika tersedia
- Cek kebutuhan penyimpanan sebelum beli
- Pastikan kebutuhan monitor eksternal kamu hanya satu
- Bandingkan dengan MacBook Air generasi lama yang mungkin turun harga
Kesimpulan
MacBook dengan chip A18 Pro berpotensi menjadi pintu masuk baru ke dunia macOS dengan harga lebih terjangkau. Ini langkah yang cukup berani karena Apple untuk pertama kalinya membawa chip seri iPhone ke laptop.
Yang perlu ditunggu berikutnya adalah detail resmi spesifikasi dan harga final saat pengumuman awal Maret nanti.
Kalau menurut kamu, apakah MacBook versi lebih murah ini menarik untuk pasar Indonesia? Bagikan artikel ini ke temanmu yang sedang cari laptop baru.












