Kisah Inspiratif Orang-orang yang Pernah Hilang Ingatan

Orang yang menderita hilang ingatan alias amnesia memang tak hanya terjadi di dalam film saja, karena banyak juga penderitanya di dunia nyata. Amnesia adalah suatu gejala di mana seseorang tiba-tiba kehilangan sebagian ingatan atau seluruhnya, sehingga membuat yang bersangkutan tidak lagi mengenal orang-orang terdekatnya.

Amnesia sendiri terbagi menjadi amnesia ringan, maupun amnesia berat. Amnesia ringan biasanya hanya tidak ingat hal-hal tertentu saja, namun jika sudah terkena amnesia berat, maka penderitanya bisa dibilang seperti bayi yang tidak tahu apa-apa.

Meski demikian, rupanya amnesia bisa disembuhkan. Ada banyak contoh penderita amnesia yang sembuh dari penyakitnya itu. Berikut 5 kisah orang yang pernah menderita amnesia, seperti dilansir jadiBerita dari berbagai sumber.

Krickitt Carpenter

Kim dan Krickitt Carpenter (Guideposts)

Kisah penderita amnesia bernama Krickitt ini telah difilmkan dengan judul “The Vow” yang dibintangi Rachel McAdams dan Channing Tatum. Kim dan Krickitt adalah sepasang suami istri yang tinggal di Las Vegas, New Mexico. Hanya 10 minggu setelah menikah, suatu kecelakaan mobil mengakibatkan Krickitt mengalami koma selama empat bulan. Ketika akhirnya tersadar, ia kehilangan memorinya, termasuk memori tentang pria yang selalu mendampinginya. Setelah menjalani terapi, perlahan-lahan Krickitt mampu mengingatnya lagi.

Namun, yang menjadi masalah, Krickitt telah kehilangan memori jangka pendeknya yang rusak secara permanen. Memorinya selama dua tahun ketika ia mulai berkenalan dengan suaminya, Kim, hingga ke masa-masa mereka menjalin hubungan sampai menikah telah terhapus. Menurut Krickitt, ia mengingat beberapa nama mantan kekasihnya tetapi ia sama sekali tidak punya kenangan mengenai pria yang selalu berada di sampingnya. Krickitt tidak mengenali Kim atau merasa jatuh cinta padanya, walaupun foto-foto dan video pernikahannya dengan Kim telah ditunjukkan.

Mayank Sharma

Mayank Sharma (Fooyoh)

Pria asal New Delhi, India, pada 2010 terjangkit penyakit tubercular meningitis, sebuah infeksi pada membran yang melindungi otak. Penyakit yang mengancam jiwa ini menyerang sistem saraf pusat tubuh, menyebabkan peradangan pada jaringan sekitar otak dan tulang belakang. Setelah menjalani perawatan, Sharma dapat diselamatkan dokter, tetapi ia telah kehilangan seluruh memorinya. Bahkan, ia tidak mengenali siapa dirinya, orangtuanya, hingga saudaranya. Hal itu membuatnya stress karena ia tidak bisa membalas perasaan cinta dan sayang orang-orang yang telah mengenalnya selama kurang lebih 28 tahun, sementara ingatannya hanya baru berjalan dua tahun.

Sharma lalu bertekad untuk mempelajari kembali hidupnya yang dulu. Dia mencoba mencari segala hal tentang dirinya dari internet. Antara lain dengan mencoba blog ‘pick my brain’, sebuah blog yang ditujukan untuk memulihkan kenangan. Dia juga mencoba perangkat Google untuk membantu memulihkan ingatannya di masa lampau. Selain dengan Google, Sharma pun menggunakan Facebook. Ia kemudian berkenalan dengan orang-orang dengan menggunakan fitur people you may know. Sharma berterimakasih pada Facebook dan Google yang telah membantunya mencari masa lalu yang hilang.

Henry Gustav Molaison

Henry Gustav Molaison (Sciware)

Henry Gustav Molaison lahir pada 26 Februari 1926. Saat berusia 9 tahun, Henry bertabrakan sepeda dengan tetangganya dan kepalanya terbentur benda keras. Setelah kecelakaan itu, Henry sering kejang-kejang, sehingga ia pun dinyatakan menderita epilepsi akut. Selain itu, Henry yang merupakan seorang mekanik, sering lupa bagaimana cara mereparasi dan memperbaiki mesin.

Sekitar 18 tahun setelah kecelakaan sepeda, Henry mendatangi dokter William Beecher Scoville, seorang neurologi di rumah sakit Hartford, untuk mengobati penyakitnya. Dokter Scoville yang berkonsultasi dengan dokter lainnya, akhirnya memutuskan akan mengoperasi otak Henry untuk menghilangkan memar sebesar dua jari orang dewasa. Operasi itu bisa diaktakan operasi percobaan karena tidak ada jaminan bisa berjalan sesuai harapan. Operasi tersebut akhirnya berjalan lancar dan Henry pun selamat.

Akan tetapi, operasi tersebut telah membuat Henry menderita anterograde amnesia, yaitu suatu gejala di mana kejadian baru dalam ingatan jangka pendek tidak ditransfer ke ingatan jangka panjang yang permanen. Atau dengan kata lain, otak Henry tidak bisa menciptakan kenangan baru. Dengan kata lain, Henry tidak akan ingat segala sesuatunya yang terjadi setelah proses operasi. Untuk 55 tahun berikut sisa hidupnya, kalau ia bertemu dengan teman, berjalan, mengunjungi suatu tempat, maka hal itu merupakan yang pertama baginya. Henry Molaison tutup usia pada 4 Desember 2008, di usia 82 tahun.

Andy Wray

Andy Wray (Virgin Money Giving Blog)

Stres dan trauma ternyata memiliki efek yang cukup signifikan pada otak. Kondisi traumatic antara lain sering terjadi pada para tentara yang dikirimkan ke medan perang dan menyaksikan kekejaman serta hal-hal yang menimbulkan rasa trauma dan menakutkan.

Hal ini dialami Andy Wray, seorang mantan polisi dari Inggris. Andy bergabung dengan kepolisian Inggris tahun 2000. Namun, Andy kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri dari kepolisian karena sering merasa stress akibat selalu menyaksikan banyak tragedi kemanusiaan, antara lain kenangan tentang kecelakaan mobil dan sebuah peristiwa bunuh diri mengerikan yang menghantuinya.

Selepas dari kepolisian, Andy terserang gangguan jantung yang disebut perocarditis atau radang katup jantung. Seminggu kemudian Andy menderita sakit kepala yang hebat serta pusing. Ia kemudian berangkat sendiri ke rumah sakit untuk berobat. Namun, istri Andy, Jo, kemudian menerima telepon dari rumah sakit bahwa suaminya berjalan sendirian tanpa tahu siapa dirinya dan bagaimana sampai ada di rumah sakit.

Menurut dokter, memori Andy terhapus karena trauma akibat stres saat bertugas di kepolisian. Andy tidak mengenali istrinya lagi dan anak mereka, Chloe. Dokter mendiagnosa Andy menderita amnesia disosiatif yang membuatnya tidak punya ingatan jangka menengah dan tidak dapat mengingat hari pernikahannya, hari lahir putrinya atau bahkan siapa orang tuanya.

Meski masih punya sejumlah pengetahuan umum seperti sejumlah peristiwa sejarah, nama-nama selebriti dan tahu bagaimana mengendarai mobil, Andy tidak ingat setiap kenangan yang bersifat pribadi.

Setelah menjalani terapi dari para spesialis, memori Andy mampu mengingat hingga waktu 48 jam. Itu artinya otak Andy akan menghapus ingatan yang lebih lama dari itu. Oleh karena itu, ke mana-mana ia harus selalu membawa selembar kertas berisi nama dan alamatnya serta foto-foto keluarganya. Karena jika dia terpisah dari keluarganya selama 48 jam atau lebih, Andy tidak dapat mengenali mereka lagi.

Su Meck

Su Meck (Montgomery College)

Jika sebelumnya ada yang tidak bisa mengingat kejadian setelah kecelakaan, maka Su Meck tidak mampu mengingat apa pun sebelum kecelakaan terjadi. Meski demikian, apabila Henry tidak mampu membangun ingatan baru, maka Su bisa melakukannya.

Namun, pada awalnya Su memang sepereti anak kecil yang baru dilahirkan. Ia nyaris tidak bisa melakukan apa-apa. Dia tidak mengenali suaminya lagi, dan dua anaknya yang masih bayi. Bahkan, Su sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk melakukan keterampilan dasar, seperti berjalan, makan, mengenakan pakaian, berbicara, menulis, hingga menyetir. Menurut suaminya mengenai Su ketika itu, kepribadiannya hilang.

Namun, Su menunjullan kepribadian lainnya yang luar biasa. Walaupun kehilangan seluruh ingatannya, tetapi sangat nyata Su tidak kehilangan semangatnya. Ia memiliki keinginan keras untuk maju dengan apa adanya dirinya kini. Setelah keluar dari rumah sakit dan mempelajari hal-hal yang sederhana. Setelah keluar dari rumah sakit dan mempelajari hal-hal yang sederhana/ seperti menaiki sepeda, menyiapkan sarapan, dan membaca buku anak-anak. Dia pun belajar membaca dan menulis kepada anak-anaknya. Bahkan agar makin mahir membaca, Su Meck pun bersedia menjadi relawan di perpustakaan.

Semangatnya yang membara untuk terus belajar, membuatnya memutuskan untuk kuliah lagi. Dia pun masuk Montgomery College dengan mengambil program associate degree, yang setara dengan D3 di Indonesia. Berkat kerja kerasnya, empat tahun kemudian dia pun lulus. Seolah belum puas, ia dan suaminya kemudian memutuskan untuk pindah ke Maasachussets untuk meraih gelar sarjana di Smith College. (tom)

Pembaca Lain Juga Menyukai Kiriman Penulis