Deretan Atlet Badminton Indonesia Legendaris yang Harumkan Indonesia di Kancah Dunia


Atlet badminton legendaris (Fotor)

Kemenangan tim Indonesia di ganda putra, yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon, pada final ajang Japan Open 2017 tanggal 24 September lalu, menambah daftar kemenangan Indonesia dalam ajang olahraga dunia, khususnya badminton. Sebelum kemenangan tersebut, atlet-atlet asal Indonesia juga pernah memenangkan juara dunia, dan menjadi legendaris. JBers tahu siapa saja atlet-atlet tersebut? Berikut ini deretan atletnya.

1. Rudy Hartono

Rudy Hartono (Kompas)

Rudy Hartono bisa dibilang sebagai salah satu atlet bulutangkis paling hebat sepanjang masa. Tak heran namanya melegenda tak hanya di Indonesia, tapi juga dunia. Rudi Hartono mulai mendominasi pada tahun 1968 sebagai juara All England. Dia bahkan menjadi satu-satunya atlet yang berhasil menjadi juara sebanyak 7 kali pada kejuaraan ini, yaitu dari tahun 1968 hingga 1974. Selain itu, Rudi juga menjadi salah satu dari tim Indonesia yang memenangkan kejuaraan Thomas Cup 6 kali secara beruntun, dari tahun 1970 hingga 1982. Atas prestasinya, Rudy Hartono dinobatkan di Badminton Hall of Fame pada tahun 1997. Hebat yah?

2. Liem Swie King

Liem Swie King (Indosport)

Setelah era Rudy Hartono, hadirlah Liem Swie King yang tak kalah hebat. Liem Swie King adalah salah satu pemain yang menjadi rival Rudy Hartono sekaligus menjadi pemain top dunia di sektor single pria pada eranya. Liem dijuluki “King” yang berarti raja, karena dia pernah 33 bulan tak tersentuh oleh kekalahan. Dia juga dikenal sebagai pemain bulutangkis dengan pukulan smash yang sangat kuat dan lompatan yang tinggi, hingga pukulannya mendapat julukan “King Smash”. Liem meraih 3 kali juara All England, 4 kali juara Sea Games dan medali emas Asian Games Bangkok 1978. Liem juga 6 kali membela tim Thomas Cup Indonesia dengan 3 di antaranya berhasil mengantarkan Indonesia menjadi juara. Liem kemudian dinobatkan masuk ke Badminton Hall of Fame pada tahun 2004.

3. Christian Hadinata

Christian Hadinata (Vice)

Berbeda dengan Rudy Hartono dan Liem Swie King yang berada di sektor tunggal, Christian Hadinata adalah tumpuan Indonesia di sektor ganda. Dia disebut-sebut sebagai salah satu pemain ganda pria terbaik dalam sejarah bulutangkis. Prestasinya yang mentereng antara lain, juara 2 kali Asian Games, 4 kali All England dan 3 kali Juara Dunia. Hebatnya lagi, Christian bisa meraih juara dengan banyak pasangan berbeda, baik di ganda putra maupun di ganda campuran. Dia juga 6 kali menjadi bagian dari tim Thomas Cup Indonesia dan selalu menang, tidak peduli berpasangan dengan siapa. Hari bersejarah untuknya terjadi pada tahun 2002 saat kejuaraan Thomas Cup di Guangzhou, Tiongkok, dimana dia dinobatkan masuk ke Badminton Hall of Fame.

4. Susi Susanti

Susi Susanti (Okezone)

Tak kalah dari kaum pria, kaum wanita asal Indonesia ada juga yang namanya legendaris dalam dunia badminton. Dia adalah Susi Susanti. Bertanding di sektor single wanita, postur tubuhnya yang kecil tidak menjadi hambatan bagi Susi Susanti untuk berprestasi. Menjadi juara Sudirman Cup, 2 kali mengantarkan Indonesia menjuarai Uber Cup, 6 kali Juara Dunia, dan peraih medali emas olimpiade 1992 di Barcelona menjadi bukti keperkasaan seorang Susi Susanti.

5. Rexy Mainaky dan Ricky Soebagja

Ricky Soebagja dan Rexy Mainaky (Boombastis)

Dari sektor ganda pria, atlet badminton yang legendaris adalah pasangan Rexy Mainaky dan Ricky Soebagja. Mereka dikenal karena kecepatan, refleks dan juga kekuatan pukulannya. Mereka merajai pagelaran bulutangkis dunia untuk sektor ganda pria selama hampir 10 tahun. Selama itu pula Rexy dan Ricky berhasil menjuarai semua kejuaraan bulutangkis besar yang pernah diadakan di dunia ini setidaknya sekali, dengan total menjadi juara lebih dari 30 kali. Pasangan Rexy Mainaky dan Ricky Soebagja dinobatkan masuk ke dalam Badminton Hall of Fame pada tahun 2009 lalu.

6. Taufik Hidayat

Taufik Hidayat (Zimbio)

Mendapat julukan Tangan Ajaib, Taufik Hidayat berhasil menjadi Juara Dunia, meraih medali emas olimpiade 2004 di Athena, 3 kali Juara Asia, 3 kali juara Asian Games serta 2 kali mengantarkan Indonesia meraih juara Thomas Cup. Sayang salah satu mimpinya yaitu meraih gelar juara di All England tidak bisa terwujud sampai dia pensiun. Taufik Hidayat juga berhasil memecahkan rekor jumping smash tercepat, yaitu mencapai 305 km/jam. Setelah pensiun, Taufik Hidayat mendirikan Taufik Hidayat Arena sebuah komplek arena olahraga di daerah Ciracas, Jakarta Timur.

Itulah para legenda badminton asal Indonesia. Keberadaan mereka menjadi bukti bahwa Indonesia adalah negara yang kaya prestasi di cabang bulutangkis, tak kalah dari negara lain. Semoga mereka bisa menginspirasi JBers semua, untuk terus berprestasi dalam bidang olahraga, sehingga bisa mengharumkan nama bangsa. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
40
Love
OMG OMG
30
OMG
Yaelah Yaelah
60
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
50
Keren Nih
Ngakak Ngakak
80
Ngakak