Mau Belajar Banyak Bahasa Asing Sekaligus? Begini 5 Trik Mudahnya

Manusia dilahirkan dengan insting berbahasa. Otak kita secara alami terikat pada bahasa. Otak memiliki kemampuan untuk memproses informasi rumit dari suara, gerakan, dan konteks, dan kapasitas bahasa ini akan meluas sepanjang hidup. Artinya, kamu dapat belajar bahasa apapun, kapanpun. Buat kamu yang memang ingin belajar banyak bahasa asing, berikut beberapa trik mudahnya.

1. Mencari kosakata paling umum

Kosakata bahasa asing (Wikimedia)

Kosakata merupakan rintangan yang paling umum dalam mempelajari sebuah bahasa (bahasa Indonesia sekalipun), dan yang paling sering membuat orang menyerah bahkan sebelum benar-benar memulai.

Padahal, kunci utama untuk mahir berbahasa asing adalah mendekatkan diri dengan kata-kata yang familiar dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Cari tahu kosakata dan frase apa saja yang paling umum digunakan oleh masyarakatnya saat berbicara, lalu pindahkan ke dalam catatan bikinanmu sendiri atau gunakan aplikasi, dan pelajari secara rutin dengan strategi repetisi berjangka yang meningkat bertahap (satu hari sekali, dua hari sekali, empat, delapan).

Atau, kamu juga bisa menggunakan buku bacaan favorit kamu sewaktu anak-anak (yang kamu  paham luar dalam mengenai jalur ceritanya) dalam versi bahasa-bahasa yang kamu pelajari serta bahasa ibu kamu (misalnya, versi bahasa Indonesia, Inggris, Jerman, dan Prancis). Hal ini akan memungkinkan kamu untuk dapat menerjemahkan bahasa asing baris demi baris dan dengan mudah menguraikan bagaimana kalimat dan tata bahasa sebuah bahasa dibangun.

2. Variasi belajar

Ilustrasi belajar (Pixabay)

Memiliki beragam kegiatan belajar sangat penting untuk menghindari kebosanan. Meski pengulangan adalah inti dari proses pembelajaran, namun metode yang terlalu mekanis bisa sangat membosankan. Untuk itu, ada tiga variasi yang bisa kamu gunakan, yaitu variasi materi, variasi kegiatan, dan variasi posisi.

Untuk variasi materi, kamu tak hanya bisa mengandalkan buku-buku, tapi juga media lain, seperti games interaktif. Dengan begitu, kamu dapat menemukan beberapa aspek dari sumber belajar bahasa yang menarik dan efektif untuk kamu.

Untuk variasi kegiatan, selain membaca dan mendengarkan, kamu juga bisa belajar bahasa asing dengan melatih percakapan dengan teman, pelatih, atau orang pribumi yang menggunakan bahasa tersebut.

Dan untuk variasi posisi, ternyata posisi tubuh memiliki dampak pada konsentrasi, yang juga berpengaruh pada kemampuan otakmu menyimpan informasi. Jadi, untuk bisa belajar bahasa asing, jangan cuma duduk diam. Kamu bisa belajar untuk mendengarkan radio berbahasa asing sembari jogging sore, atau membaca koran sambil tiduran.

3. Cari keterkaitan satu sama lain

Variasi bahasa (Pixabay)

Saat belajar bahasa asing, sebenarnya kamu sudah mengetahui beberapa kata dasar tanpa sadar. Misalnya, kata “anak”, “sakit”, atau “mahal” dalam bahasa Indonesia, memiliki arti yang sama di bahasa Malaysia dan bahasa Tagalog yang digunakan di Filipina. Kata “telat” (“terlambat” dalam Bahasa Indonesia) dan “tante” (alias bibi, bahasa Indonesia) juga memiliki arti yang sama dengan “te laat” dan “tante” dalam bahasa Belanda.

Selain itu, bahasa negara-negara Eropa seperti Prancis, Spanyol, Portugal, Italia, dan lainnya, bahkan beberapa kosakata di Jepang dan Korea, memiliki banyak kata yang sama dengan bahasa Inggris yang menunjukkan bahwa mereka memiliki etimologi yang sama. Dengan mengetahui kosakata tersebut, secara nggak langsung kamu juga belajar bahasa lain.

4. Perluas daftar kosakata dengan mnemonik

Ilustrasi mnemonik (Freegreatpicture)

Hafalan dan pengulangan memang akan mengukir ingatan yang tajam akan kosakata baru. Namun, bukannya tidak mungkin kamu bakal lupa sesekali. Untuk menyiasati ‘pikun’ sesaat ini, kamu bisa menggunakan metode mnemonik untuk sejumlah kata-kata penting. Mnemonik dapat membantu merekatkan kata-kata tersebut dalam benak kamu dengan lebih efektif. Pada dasarnya, mnemonik adalah metode penggambaran narasi visual unik yang bisa kamu kaitkan dengan kata yang ingin kamu ingat. Misalnya, kamu sedang belajar bahasa Spanyol dan kesulitan untuk mengingat kata kerja “caber” berarti “untuk memuat sesuatu (to fit)”. Maka, kamu bisa mengarang satu narasi visual dalam otak kamu seekor beruang besar (bear) terhimpit di jendela taksi (cab) yang melesat di jalanan.

5. Perlancar dengan terus berbicara bahasa asing

Ilustrasi ngobrol dengan bule (Indonesiaful)

Salah satu cara untuk meraih kefasihan suatu bahasa asing adalah banyak latihan berbicara. Seiring dengan perkembangan kamu, dedikasikan setidaknya 30-60 menit untuk berbicara hanya dalam bahasa asing, dan terus sesuaikan waktu belajarnya untuk memastikan bahwa keterampilan percakapan kamu yang diasah, bukan hanya pengetahuan umum tentang bahasa tersebut melalui daftar kosakata ‘formal’ yang mungkin tidak akan pernah kamu gunakan dalam dialog sehari-hari.

Misalnya, buat satu sesi dimana kamu dapat menanyakan bagaimana akhir minggu teman ‘bule’ penutur asli atau guru bahasa kamu dalam bahasa tersebut, dan setelahnya beritahu pula bagaimana akhir minggu kamu berjalan. Kamu juga bisa menambahkan beberapa gagasan yang mungkin sedang kamu pikirkan atau mengenai satu topik umum lain, atau kamu bisa biarkan lawan biacara kamu memulai topik baru. Sangat penting untuk mengambil peran aktif dan memastikan kamu memiliki percakapan yang bervariasi.

Itulah 5 trik agar kamu bisa menguasai banyak bahasa asing sekaligus. Semoga bermanfaat. (tom)

Mereka Juga Suka Berita Ini
Apa Komentarmu
Tunggu Dong...