7 Cara Melakukan Brainstorming agar Sukses di Kehidupan Sehari-Hari

Cara Melakukan Brainstorming

Saat kita sendiri atau satu tim sedang kebingungan mengerjakan sesuatu, brainstorming bisa jadi upaya penting dalam memecah kebuntuan. Ingin tahu caranya agar proses brainstorming berjalan sukses? Jangan sampai terlewat, baca artikel yang satu ini!

Apa itu brainstorming? Brainstorming adalah sebuah teknik dalam mengumpulkan ide dan gagasan secara berkelompok. Tujuan brainstorming adalah menemukan solusi agar dapat memecahkan masalah yang selama ini menjadi penghalang sebuah progres.

Bagaimana cara mendapatkan ide dari brainstorming? Saat brainstorming, kelompok berisi sejumlah orang akan berkumpul dan mengutarakan idenya satu per satu. Ide atau gagasan tersebut dikumpulkan dan dicari benang merah demi menemukan jalan tengahnya.

Selain solusi, hasil brainstorming juga bisa merupakan ide baru dan segar yang bisa diterapkan dalam proyek. Variasi yang dipakai dalam brainstorming ada banyak. Namun metode brainstorming yang umum dikenal masyarakat saat ini ada empat, yakni:

  1. Mind Mapping
  2. Brainwriting
  3. Rapid ideation
  4. Starbursting

Guna memperkuat solidaritas sebuah tim, misal kelompok tugas sekolah atau divisi kerja, kita harus memahami bagaimana kunci sukses proses brainstorming. Memiliki pengetahuan luas seputar brainstorming juga bisa menjadi modal untuk Anda meraih kesuksesan dalam karir di masa depan.

Apakah Anda sudah tahu? Jika belum, simak cara melakukan brainstorming secara tepat di bawah ini.

7 Cara Melakukan Brainstorming dengan Efektif

1. Tentukan Masalahnya

Langkah pertama adalah menentukan pertanyaan masalah yang akan dibahas dalam sesi brainstorming. Pertanyaannya harus jelas dan mendorong peserta untuk memikirkan solusi, seperti “Bagaimana kami dapat membedakan layanan kami?”.

Selanjutnya, tetapkan batasan waktu untuk kemungkinan solusi. Misal, solusi mungkin harus diterapkan dalam waktu enam bulan atau melibatkan pencarian pasar baru. Jika Anda menginginkan kumpulan ide yang luas, Anda akan menginginkan batasan yang lebih sedikit.

2. Pahami Konteks dan Definisi

Selanjutnya, tanyakan pada diri Anda apa yang sudah diketahui peserta tentang konteks pertanyaan masalah dan apa lagi yang perlu mereka ketahui. Kumpulkan informasi tambahan yang dibutuhkan peserta dan kirimkan kepada mereka, atau presentasikan selama sesi.

Anda juga harus memposisikan individu lain sebagai tim jika ingin hasil brainstorming yang lebih efektif. Misalnya, katakanlah pertanyaan masalah Anda adalah: “Bagaimana kita meningkatkan produksi?” Anda perlu mendefinisikan apa yang Anda maksud dengan produksi.

3. Pilih Fasilitator yang Tepat

Fasilitator haruslah seseorang yang dapat membuat sesi tetap pada jalurnya, memiliki pengalaman dengan brainstorming dan tidak memihak. Mereka harus dapat memastikan semua orang berpartisipasi dan tidak ada yang mendominasi diskusi.

Pada umumnya, aktivitas brainstorming memang selalu menggunakan fasilitator untuk hasil yang lebih objektif. Namun jika tidak ada, Anda dapat meminta salah satu teman dalam kelompok untuk mengikuti brainstorming sekaligus turut menjadi panitia acara.

4. Pikirkan Solusi secara Individual Terlebih Dahulu

Sebelum menuju ke sesi brainstorming, biasanya sebuah organisasi meminta agar staf mencoba untuk menemukan solusi mereka terlebih dahulu. Hal ini menunjukkan bahwa brainstorming kelompok bisa jadi ajang penyampaian solusi orang lain untuk suatu masalah.

Upaya seperti ini sangatlah penting untuk membantu Anda memberikan rincian sebelum brainstorming berlangsung. Sering terjadi dalam satu sesi brainstorming, seseorang tidak mencatat poin penting dari sebuah permasalahan hingga kemudian menyesal di akhir.

BACA JUGA: 5 Perpustakaan Keren di Jakarta, Bikin Mood Kamu Bagus untuk Kerjakan Tugas Kuliah

5. Atur Jalannya Brainstorming dengan Tertib

Setelah Anda menguraikan masalahnya, mulailah sesi brainstorming dengan meminta setiap anggota tim untuk mempresentasikan satu ide. Anda tidak berharap menghasilkan solusi ini selama putaran pertama ini, tetapi tujuannya adalah membuat orang berbicara dan berbagi.

Saat sesi brainstorming dibuka, tugas kita adalah menjaga percakapan tetap pada jalurnya dan mengingatkan semua orang tentang aturannya. Meskipun brainstorming adalah proses yang relatif informal, sesi tersebut harus tetap menghasilkan hasil yang bermanfaat.

Tugas Anda adalah memastikan bahwa setiap orang memahami masalah yang ingin coba mereka selesaikan. Siapkan grup dengan menjelaskan apa yang berhasil dan tidak berhasil di masa lalu dan dengan memberi tahu semua orang bahwa setiap anggota tim memiliki suara.

6. Jangan Berpatok pada Satu Sudut Pandang Saja

Terkadang satu-satunya alasan yang membuat sulit menyelesaikan masalah adalah diri kita sendiri. Kendala tersebut bisa saja terjadi karena dalam menghadapi sebuah permasalahan, Anda hanya melihat dari satu sudut pandang saja. Padahal ada banyak sisi yang mestinya kita pahami dan pelajar lebih dalam guna menemukan solusi.

Dekati berbagai hal dari sudut pandang orang luar. Sebagai contoh, bagaimana seorang anak berusia lima tahun mampu memecahkan sebuah masalah? Apa yang akan dipikirkan oleh seseorang dari industri yang berbeda? Kembangkan pertanyaan-pertanyaan di luar kebiasaan agar Anda dapat melihat banyak hal dalam hidup berdasarkan banyak perspektif.

7. Istirahat jika Merasa Kelelahan

Studi menunjukkan bahwa ketika kita menjauh dari suatu masalah dan melakukan sesuatu yang lain, otak kita terus memikirkan masalah itu secara tidak sadar. Pernah bertanya-tanya mengapa begitu banyak ide terbaik Anda datang saat mandi? Itulah contohnya beristirahat sangat penting untuk proses regenerasi pemikiran Anda.

Lakukan banyak hal seperti jalan-jalan atau membersihkan sesuatu. Temukan aktivitas imersif yang membuat otak Anda istirahat sejenak dari memikirkan masalah secara langsung. Setelah segar, dijamin proses berpikir dan pencarian gagasan bisa lebih cepat.

Itulah tadi cara melakukan brainstorming agar sukses dan berhasil pada kehidupan sehari-hari. Pastikan agar proses pertukaran pikiran bisa jadi seimbang, beri masukan satu sama lain, dan terimalah kritik sebagai motivasi agar mampu menjadi yang lebih baik. Selamat mencoba!

BACA JUGA: Tanpa Disadari, 10 Ciri Ini Menandakan Sebenarnya Kamu Kreatif Banget