Halo JBers, kalau denger kata Opera, biasanya pikiran kita langsung ke browser legendaris yang udah lama nemenin dunia internet. Nah, kali ini Opera datang dengan gebrakan baru bernama Opera Neon. Browser ini bukan browser biasa, tapi sudah dipersenjatai dengan kecerdasan buatan yang katanya bisa bantuin kamu ngerjain berbagai tugas tanpa ribet.
Dikutip dari makeuseof.com, Opera Neon dirilis resmi tahun 2025 ini dan digadang-gadang jadi salah satu agentic AI browser paling ambisius. Persaingannya pun nggak main-main karena banyak nama besar juga lagi berlomba bikin browser serupa. Jadi, kira-kira apa sih yang bikin Neon beda dari yang lain? Yuk kita bahas.
Apa Itu Opera Neon?
Opera Neon hadir sebagai agentic AI browser alias browser pintar yang bisa otomatis ngerjain banyak hal buat kamu. Mulai dari buka tutup tab, scroll, interaksi dengan website, sampai ngerjain tugas kompleks dalam sekali klik. Semua itu dibungkus dalam fitur yang disebut Opera Neon Do. Jadi, kamu cukup kasih instruksi, lalu Neon langsung bekerja. Praktis banget, kan?
Fitur Unggulan: Tasks dan Cards
Salah satu hal menarik di Opera Neon adalah fitur Tasks. Bayangin kayak bikin folder besar, lalu di dalamnya ada sub-tab yang bisa bantu kamu kelarin tugas tertentu. Misalnya, kamu mau riset buat skripsi, Neon bisa buka banyak tab sekaligus dan tetap fokus ke satu topik tanpa ganggu pekerjaan lain.
Selain itu, ada juga fitur Cards. Cards ini semacam resep instan kayak IFTTT recipes, yang bisa kamu pakai buat tugas tertentu. Cards bisa dikustomisasi, digabung, bahkan dibuat oleh komunitas. Opera bilang ke depannya bakal ada sistem upvote biar gampang nemuin Cards terbaik dari pengguna lain.
Harga Opera Neon
Nah, bagian ini mungkin bikin kamu mikir dua kali. Opera Neon ternyata nggak gratis. Buat bisa pakai, kamu harus masuk daftar tunggu dulu. Setelah itu, biaya langganannya dipatok sekitar $19.90 per bulan. Ini hampir sama kayak harga layanan AI premium lain. Menurut Opera, harga segitu sebanding dengan semua fitur otomatisasi dan integrasi AI yang mereka tawarkan.
Kalau dilihat dari tren, harga ini memang mirip dengan standar yang dipasang banyak layanan AI sekarang. Seperti yang dilaporkan oleh TechCrunch, sebagian besar layanan AI premium berada di kisaran $20 per bulan. Jadi, Neon memang mengikuti pola pasar yang ada.
Penutup
Jadi, JBers, Opera Neon memang hadir sebagai browser AI yang bisa bikin hidup lebih gampang. Tinggal ngomong, semua tugas bisa dikerjain otomatis. Tapi balik lagi, semua kenyamanan itu ada harganya. Kalau kamu memang butuh browser super canggih, mungkin biaya langganan ini layak dipertimbangkan. Nah, kalau menurut kamu gimana? Worth it atau masih lebih nyaman pakai browser biasa?
Jangan lupa share artikel ini ke temen kamu biar mereka juga tahu kabar terbaru tentang Opera Neon.















