STORY: Dari Sahabat, Aku Mengenal Islam Lebih Dalam


Namaku adek, aku lahir 18 Oktober, ibuku berasal dari Jakarta, sedang ayahku berasal dari Sumatra Barat. Aku anak pertama dari 2 bersaudara, aku dilahirkan dengan keluarga broken home. Ayahku meninggalkan kami, aku dan adik ku sejak aku berusia 7 bulan sedang ibuku tengah mengandung. Ayah kami pulang ke Padang, karna mendengar ibunya sakit.

Memang ibuku menikah dengan ayahku tanpa di ketahui keluarganya di Padang. Sedangkan keluarga ibuku disini pun kurang setuju, karena menurut mereka kalau menikah dengan orang daerah, khususnya Padang akan ditinggalkan oleh orang itu untuk menikahi wanita dari asal orang-orang itu. Kejadianlah oleh ibuku, seminggu, sebulan, setahun hingga aku sudah berusia 4 tahun dan adik ku berusia 3 tahun. Ibuku membesarkan aku dan adikku dengan sangat prihatin.

Dia sampai menjadi tukang cuci untuk menghidupi kami, sampai pernah aku menahan lapar dengan adikku sampai menunggu ibuku pulang kerja. Betapa bahagianya aku dan adikku melihat ibuku pulang dengan membawa bungkusan nasi, ohh bahagianya. Pernah aku dan adikku ditinggalkan ibu untuk bekerja di orang Jepang sebagai pembantu dan aku dititipkan di kakak ibu, kebetulan rumah kami bersebelahan, aku dan adikku mengurus diri kami sendiri, berdua.

Walaupun kami di titipkan ditempat kakak ibu tapi mereka juga punya anak yang harus di urus, dia hanya memberi kami makan aja, itu juga klo dia ingat, betapa sedihnya kalau ingat masa itu. Hingga pada suatu hari aku dan adikku harus berpisah, karna aku sakit pada masa itu sakit muntaber sangatlah bahaya. Kenapa sampai sakit itu di karenakan aku dan adikku sering minum air mentah.

Aku masuk rumah sakit RSCM sampai aku hampir meninggal. Aku sedih, ingat waktu itu ibu bingung dengan biaya rumah sakit. Aku di rawat disana, untungnya ada seorang dokter yang baik membebaskan biaya rumah sakit kami, ibuku sedih melihat aku akhirnya aku di titipkan oleh kakak ibu ku yang lain, aku berpisah dengan adiku, adikku di bawa oleh keluarga ayahku di padang. Akhirnya aku dibesarkan oleh kakak ibuku yang kebetulan aku memanggil mereka sama dengan anak-anak mereka.

Ya banyak cerita, walaupun banyak harta tapi tetap aja ada yang hilang. Ibuku akhirnya menikah lagi. Aku seperti pada anak biasa hingga pada masa remaja pada jelang SMA aku pun pernah jatuh cinta bahagianya aku, gayung pun bersambut kami berpacaran, tapi cinta kami tak bisa bersatu karena aku dan Arya itu nama pacar ku, Arya meninggal tertabrak oleh mobil, hancur hati ini, sepeninggal Arya aku memang sempat berpacaran dengan yang lain tapi hati ini masih selalu ingat dengan Arya.

Aku bekerja di perusahaan besar di Jakarta walau kerja di pdma besar di jakarta tapi aku bersyukur karena aku bisa kerja dan karyawan padahal hari gini kerja jadi karyawan kontrak aja susah. Tahun 2011 salah satu orang tua angkat ku mamah ku meninggal sedih hati ku saat itu, akhirnya aku pada saat ini tinggal bersama ibu kandungku.

Pada saat ini aku baru tahu arti dari kebebasan yang sesungguhnya, aku bisa bertemu dengan seorang sahabat sebut saja namanya Aisyah yang bisa menerima aku apa adanya dan dari dia juga aku lebih mengenal Allah. Kami mengaji di pengajian yang memang aku butuhkan untuk ilmu agamaku. Aku dan aisyah mengaji setiap hari Kamis malam. Sungguh aku sangat bersyukur aku mengaji dengan orang benar, beliau pendiri AQL Ar Rahman, Ust. Bachtiar Nasir ,Lc. Dari beliau aku mengenal agama islam lebih dalam. (nha)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
20
Love
OMG OMG
10
OMG
Yaelah Yaelah
40
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
30
Keren Nih
Ngakak Ngakak
60
Ngakak