Mengetahui Asal-usul Kolak Jadi Menu Buka Puasa


Anda tentu sudah tak asing dengan menu berbuka puasa yang satu ini? Rasanya segar dan manis menjadi ciri khas kolak. Terlebih lagi di bulan Ramadan seperti saat ini, kolak begitu dicari oleh banyak orang sebagai menu untuk buka puasa. Tahukah Anda mengapa makanan ini identik dengan bulan Ramadan? Ternyata ada kisah tersendiri dibaliknya.

Dikutip dariĀ dream.co.id (Minggu, 20/7/2014), kolak sebenarnya berasal dari kata “Khalik” yang artinya Sang Pencipta Langit dan Bumi, Allah SWT. Kolak dimaksudkan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pada awal penyebaran Islam di Pulau Jawa, kolak digunakan oleh para ulama sebagai media untuk menyebarkan agama Islam. Kolak yang memiliki citarasa manis dianggap mudah diterima oleh masyarakat.

Sebetulnya di masa lalu, sajian kolak ini biasa disajikan pada bulan Syaban, yakni satu bulan sebelum bulan Ramadan tiba. Namun kebiasaan ini berlanjut hingga masuknya bulan Ramadan sampai saat ini bahkan menjadi menu takjil populer.

Bahan yang digunakan dalam kolak seperti ubi dan pisang, ternyata memiliki arti tersendiri dalam penyajiannya yang berhubungan dengan penyebaran Islam kala itu. Pisang kepok yang digunakan diplesetkan menjadi kapok yang memiliki makna agar yang memakannya bisa kapok dan harus bertaubat dan kembali ke jalan yang diridhoi Allah.

Sedangkan ubi yang digunakan menurut bahasa Jawa disebut “ketelo pendem” atau ketela yang terpendam. Ubi ini memiliki makna setiap individu harus bisa mengubur kesalahan yang pernah Ia perbuat semasa hidupnya.

Kini menu kolak sudah mengalami banyak perubahan dan modifikasi sehinga isinya tak hanya ubi dan pisang saja, tetapi bisa menggunakan pacar cinatapai singkong, kolang-kaling, biji salak, dan lain-lain. Kolak pun dengan mudah didapatkan saat bulan Ramadan di berbagai bazar makanan dan juga di pasar tradisional.(dea)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
90
Love
OMG OMG
80
OMG
Yaelah Yaelah
10
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
100
Keren Nih
Ngakak Ngakak
30
Ngakak