STORY: Belajar Arti Perjuangan dari Atlet Renang Tanpa Kaki


Memiliki kekurangan fisik terkadang membuat seseorang menjadi tidak percaya diri untuk bergabung dalam komunitas masyarakat. Banyak yang masih bertindak bahwa kekurangan pada diri sendiri dianggap merupakan suatu yang harus disembunyikan.

Tapi, semangat Qian Hongyan patut diberi pujian dan penghargaan. Remaja cantik asal China yang tidak memiliki kaki dan harus menggunakan sepotong bola basket untuk menopang tubuhnya ini tetap semangat dan terus menjalani hidupnya. Bahkan kini, Ia sudah menjadi seorang atlet renang.

Dikutip dari bussinessinsider.com (Sabtu, 11/10/2014), Qian kehilangan kakinya pada tahun 2000. Ia mengalami kecelakaan saat usianya masih 4 tahun. Kedua kakinya terpaksa di amputasi akibat dari kecelakaan tersebut.

Orang tua Qian bukan berasal dari keluarga yang kaya untuk membelikan Qian peralatan bantu berjalan. Dengan melakukan sedikit improviasi menggunakan bola basket. Akhirnya Qian menggunakan setengah bola basket pada tubuhnya dan dua sikat pada kedua tangannya untuk membantunya berjalan.

Berdasarkan informasi dari Kantor Berita Xinhua, penduduk lokal menjuluki Qian sebagai “wanita bola basket” karena setengah tubuhnya ditopang oleh bola basket.

Kemudian beberapa tahun setelahnya, akibat dari pemberitaan media lokal, sebuah pusat rehabilitasi di China, China Rehabilitation Research Center,  memberi bantuan untuk merehabilitasi keadaan Qian dan memberinya satu set kaki palsu untuk membantunya berjalan.

Menjadi Atlet Renang

Setelah perawatannya di pusat rehabilitasi berakhir, Qian menemukan kesempatan untuk bergabung bersama klub renang khusus untuk cacat.

Qian harus berusaha sangat keras untuk bisa berenang dan mengambang di air. Pelatihnya sempat meragukan Qian akan bisa berenang dan tidak memiliki bakat. Namun dengan tekad yang kuat dan dan berkeinginan besar untuk bisa menjadi perenang di Paralympic, sang pelatih pun melihat potensi yang ada dalam Qian.

Sang pelatih sadar dan ingin terus melatih Qian untuk bisa menjadi atlet renang yang hebat di kemudian hari. “Aku tak yakin dia akan menjadi juara dunia. Meski begitu, dia adalah perenang yang menjanjikan dan kami ingin melatihnya agar dia memiliki semangat positif dalam hidup,” ujar Zhang sang pelatih.(dea)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
10
Love
OMG OMG
100
OMG
Yaelah Yaelah
30
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
20
Keren Nih
Ngakak Ngakak
50
Ngakak