STORY: Kesuksesan Penyiar Radio Tanpa Mata dan Hidung


Kesuksesan tak bisa dihambat oleh apapun, sekalipun itu keterbatasan fisik. Ini telah dibuktikan oleh wanita bernama Cassidy Hooper. Sejak lahir, Hooper memiliki kondisi tubuh yang berbeda dengan manusia pada umumnya. Ia terlahir tanpa mata dan hidung.

Meski memiliki catat fisik, Hooper tak pernah sedikitpun mengeluh akan kondisi tubuhnya. Wanita asal New York ini justru membuktikan kepada dunia bahwa ia bisa sukses meski dirinya cacat. Dan benar saja, Hooper kini berhasil meraih cita-citanya sebagai penyiar radio.

Sejak usia 11 tahun, Hooper telah menjalani serangkaian prosedur cangkok kulit dan operasi rekonstruksi wajah di Levine Children’s Hospital di Charlotte. Hooper pun sangat senang menyambut operasi tersebut. Pasalnya, ia akan segera memiliki hidung dan mata yang normal.

Sang ibu mengatakan, dokter yang menangani Hooper tak tahu penyebab putrinya terlahir tanpa mata dan hidung. “Jantung dan otak Cassidy normal sejak lahir, hanya saja dirinya tidak memiliki mata dan hidung” ungkap sang ibu, Susan Hooper, seperti dilansir ABC News, Selasa (04/11/2014).

David Matthews, selaku dokter bedah rekonstruktif yang menangani kasus Hooper menyatakan bahwa operasi harus dilakukan ketika Cassidy telah berhenti tumbuh. Prosedur tersebut dilakukan dengan meregangkan kulit di atas mulut, melebarkan wajah dan kemudian membuat celah pada tulang untuk saluran napas. Kemudian, Dr. David akan melakukan operasi mata prostetik.

“Bagian dalam hidung harus dibentuk dari jaringan lunak dan selaput lendir agar hidung dapat berfungsi sebagai indra penciuman,” jelas Dr. Sherard A. Tatum III, selaku ahli bedah dan rekonstruksi wajah di Upstate Golisano Children’s Hospital di Syracuse, New York.

Walau terlahir dengan cacat fisik, kondisi itu sama sekali tak mempersulitkan Hooper mewujudkan impiannya menjadi jurnalis. Terbukti, Hooper sukses lulus kuliah jalur khusus di bidang jurnalisme program studi penyiaran.

“Baru-baru ini, seorang penyiar radio lokal menawarkan kepada saya untuk melakukan siaran selama satu jam. Kesempatan itu langsung saya ambil dan hari itu adalah hari pertama saya bekerja sebagai penyiar radio,” ujar Hooper.

(nha)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
50
Love
OMG OMG
40
OMG
Yaelah Yaelah
70
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
60
Keren Nih
Ngakak Ngakak
90
Ngakak