STORY: Bocah 8 Tahun Ini Jadi Tulang Punggung Keluarga


Masa kecil adalah masa kanak-kanak untuk bermain dan belajar. Anak-anak harus dikasihi orang tuanya agar kelak tumbuh menjadi anak yang baik dan cerdas. Namun siapa sangka, gadis cilik berusia 8 tahun sudah menjadi tulang punggung keluarga.

Dikutip dari Emirates (Rabu, 12/11/2014), di usinya yang masih belia, Fatima harus rela kehilangan masa bermainnya untuk menghidupi keluarga yang terdiri dari Ayah beserta dua istri, dan juga kelima saudaranya.

Sehari-hari Fatima harus berjualan es krim untuk mendapatkan uang. Ia menjajakan jualannya di dalam gerobak di depan sekolah di wilayah Herat, Afghanistan. Tangannya terampil melayani pembeli yang seusia dengannya.

Karena harus berjualan, Fatima terpaksa tidak bersekolah. Ia selalu berjualan setiap harinya mulai dari pukul tujuh pagi hingga empat sore.â??Satu-satunya mimpi terbesar saya adalah memiliki uang, sehingga tidak perlu bekerja lagi dan bisa bersekolah dan belajar seperti gadis lainnya,â? tutur Fatima

Ia pun mengaku, sangat ingin bersekolah. Terlebih lagi saat Ia harus melihat gadis lain yang sebaya dengannya tertawa riang saat bersekolah.

Penghasilan yang diperoleh Fatima tidaklah banyak, Ia hanya mendapat beberapa dolar saja dalam sehari. Semua itu Ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari yang berupa nasi, sayur, atau roti. Sepulang berjualan, Fatima tak lantas istirahat. Ia harus merawat Ayahnya yang lumpuh. Ia benar-benar menjadi andalan bagi keluarganya. Tanpa usaha darinya, keluarganya mungkin akan lebih menderita.

Satu keluarga tersebut hanya tinggal di rumah mungil dengan dua kamar. Mirisnya, walau berjualan es krim sehari-hari. Ia tak sempat untuk memakannya, karena itu akan mengurangi penghasilannya.

â??Saya tidak suka menjadi miskin,â? ucap Fatima dengan lirih. Perjuangan Fatima sebagai tulang punggung keluarga patut diapresiasi. Fatima mengajarkan kita untuk tidak selalu mengeluh akan suatu keadaan.(dea)

 


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
30
Love
OMG OMG
20
OMG
Yaelah Yaelah
50
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
40
Keren Nih
Ngakak Ngakak
70
Ngakak