Dunia teknologi sedang mengalami lonjakan besar pada kategori baru yang disebut “vibe coding”, yaitu pendekatan membuat aplikasi hanya dengan bantuan AI dan perintah bahasa alami.
Startup yang bergerak di bidang ini kini mendapatkan valuasi miliaran dolar dan investasi besar dari investor global. Di saat yang sama, perusahaan teknologi besar mulai mengadopsi tools serupa untuk meningkatkan produktivitas pengembangan software.
Bagi industri software, perubahan ini cukup signifikan. Jika tren ini terus berkembang, perusahaan bisa membangun aplikasi sendiri dengan bantuan AI, tanpa harus membeli software mahal dari vendor tradisional.
Tren Vibe Coding Dorong Lonjakan Startup AI
Tren ini muncul seiring berkembangnya teknologi AI-assisted coding, yaitu alat yang membantu menulis atau bahkan membuat seluruh aplikasi secara otomatis.
Menurut laporan yang dilansir melalui situs Business Insider pada 12 Maret 2026, sejumlah startup yang fokus pada vibe coding kini memiliki valuasi yang sangat tinggi.
Perusahaan teknologi besar juga ikut mendorong tren ini dengan:
- membeli langganan tools AI coding untuk karyawan
- memasukkan kemampuan AI coding dalam deskripsi pekerjaan
- berinvestasi langsung ke startup AI
Namun ada sisi lain dari fenomena ini. Investor mulai khawatir software tradisional bisa kehilangan pasar, karena perusahaan nantinya bisa membangun sistem sendiri menggunakan AI.
Akibatnya, beberapa saham perusahaan software lama dilaporkan mengalami tekanan.
Singkatnya, vibe coding bukan sekadar tren developer, tetapi berpotensi mengubah model bisnis industri software.
Daftar Startup AI Coding dengan Valuasi Fantastis
Beberapa startup berikut menjadi pemain utama dalam gelombang vibe coding.
1. Lovable
Lovable adalah startup asal Stockholm yang diluncurkan pada 2024 oleh Anton Osika dan Fabian Hedin.
Perusahaan ini fokus membuat coding menjadi lebih mudah digunakan oleh banyak orang.
Beberapa data penting Lovable:
- Valuasi: $6,6 miliar
- Pendanaan terakhir: dipimpin CapitalG dan Menlo Ventures
- ARR meningkat dari $300 juta menjadi $400 juta hanya dalam satu bulan
ARR (Annual Recurring Revenue) adalah indikator penting yang menunjukkan pendapatan tahunan yang dapat diprediksi dari pelanggan.
Saat ini Lovable juga mencatat sekitar 200.000 proyek vibe coding baru setiap hari.
Perusahaan bahkan berencana meningkatkan jumlah karyawan dari 146 menjadi 350 orang sebelum akhir tahun.
2. Cursor
Cursor merupakan salah satu tools AI coding paling populer di kalangan developer.
Startup yang didirikan pada 2022 ini dilaporkan sedang melakukan pembicaraan pendanaan baru yang bisa menaikkan valuasinya hingga $50 miliar.
Sebelumnya, Cursor memiliki valuasi $29,3 miliar pada Desember.
Investor yang mendukung startup ini termasuk:
- Accel
- Thrive Capital
- Andreessen Horowitz
- Nvidia
Namun kompetisi juga mulai meningkat. Beberapa developer bahkan mulai beralih ke Claude Code dari Anthropic, yang dianggap sebagai pesaing kuat di sektor AI coding.
3. Replit
Replit adalah platform coding yang berdiri sejak 2016.
Platform ini kini menawarkan sistem all-in-one yang memungkinkan pengguna:
- membuat kode
- membangun aplikasi
- hosting
- deploy aplikasi
Salah satu fitur utamanya adalah Replit Agent, yang dapat mengubah deskripsi bahasa Inggris sederhana menjadi aplikasi yang berjalan.
Pada Maret 2026, Replit mengumumkan pendanaan Series D sebesar $400 juta dengan valuasi mencapai $9 miliar.
Investor yang terlibat antara lain:
- Georgian Partners
- Andreessen Horowitz
- Coatue
- Y Combinator
- Accenture Ventures
CEO Replit, Amjad Masad, menyatakan bahwa visi perusahaan adalah memungkinkan siapa pun yang memiliki ide dan koneksi internet untuk membuat aplikasi sendiri.
4. Emergent
Emergent adalah startup baru yang didirikan oleh saudara kembar Mukund Jha dan Madhav Jha setelah mengikuti program Y Combinator 2024.
Platform ini memungkinkan pengguna membuat aplikasi full-stack siap produksi hanya dengan prompt bahasa alami.
Pertumbuhan Emergent tergolong sangat cepat:
- jumlah pengguna: 5 juta
- ARR naik dari $100.000 menjadi $50 juta dalam 7 bulan
Startup ini juga memperoleh pendanaan:
- Series B $70 juta dari Khosla Ventures dan SoftBank Vision Fund 2
- sebelumnya Series A $23 juta
Menurut CEO Mukund Jha, banyak platform AI coding bagus untuk prototipe, tetapi belum mampu mengelola seluruh proses pengembangan software.
Emergent mencoba mengisi celah tersebut.
5. Poolside AI
Startup asal Paris ini didirikan pada 2023 oleh:
- Jason Warner (mantan kepala teknologi GitHub)
- Eiso Kant
Poolside fokus membangun model AI yang mampu menulis software dan aplikasi coding.
Laporan Bloomberg menyebut Nvidia berencana berinvestasi hingga $1 miliar sebagai bagian dari pendanaan $2 miliar yang menilai startup ini sekitar $12 miliar.
6. StackBlitz dan Bolt
StackBlitz sebenarnya sudah berdiri sejak 2017, tetapi mulai bangkit setelah meluncurkan Bolt pada 2024.
Bolt memungkinkan pengguna membuat aplikasi hanya dengan perintah bahasa Inggris sederhana menggunakan model AI dari Anthropic.
Dalam minggu pertama peluncurannya:
- Bolt menghasilkan $1 juta ARR
- minggu berikutnya naik lagi $1 juta
Pada 2025, StackBlitz dilaporkan sedang mencari pendanaan baru dengan valuasi sekitar $700 juta.
Dampaknya bagi Developer dan Industri Software
Jika tren vibe coding terus berkembang, ada beberapa perubahan besar yang mungkin terjadi.
1. Barrier masuk developer makin rendah
Dengan bantuan AI:
- orang non-programmer bisa membuat aplikasi sederhana
- developer pemula bisa membangun proyek lebih cepat
Dalam praktiknya, AI berfungsi seperti asisten coding otomatis yang menulis sebagian besar kode.
2. Perusahaan bisa membuat software sendiri
Selama ini banyak perusahaan membeli software SaaS.
Namun dengan AI coding tools:
- perusahaan bisa membuat sistem internal sendiri
- biaya software mungkin berkurang
Ini yang membuat investor mulai khawatir terhadap perusahaan software tradisional.
3. Produktivitas developer meningkat
Tools AI coding bisa membantu:
- debugging
- menulis fungsi
- membuat prototipe aplikasi
Developer tetap dibutuhkan, tetapi perannya bisa berubah menjadi mengawasi dan mengarahkan AI.
Risiko dan Hal yang Masih Belum Jelas
Meski terlihat menjanjikan, vibe coding juga memiliki beberapa tantangan.
Beberapa di antaranya:
- keamanan kode yang dihasilkan AI
- kualitas software untuk skala besar
- potensi bug atau kerentanan keamanan
- ketergantungan pada model AI tertentu
Sejauh ini juga belum ada kepastian apakah aplikasi yang sepenuhnya dibuat oleh AI bisa stabil untuk penggunaan enterprise dalam jangka panjang.
Penutup
Gelombang startup vibe coding menunjukkan bahwa AI semakin masuk ke inti proses pengembangan software.
Startup seperti Cursor, Replit, Lovable, hingga Emergent kini mendapatkan valuasi miliaran dolar karena dianggap mampu mengubah cara orang membuat aplikasi.
Ke depan, yang menarik untuk ditunggu adalah seberapa jauh AI benar-benar bisa menggantikan proses coding tradisional — atau justru hanya menjadi alat bantu baru bagi developer.
Jika kamu tertarik dengan perkembangan AI dan teknologi developer tools terbaru, bagikan artikel ini agar lebih banyak orang mengetahui tren besar yang sedang terjadi di industri teknologi.
















