Akhir-akhir ini banyak bermunculan berita hoax alias berita bohong. Berita bohong itu biasanya tersebar melalui media sosial, yang sialnya dibagikan (share) lagi oleh pengguna media sosial, sehingga banyak yang menganggap berita hoax itu adalah berita asli.

Hoax sendiri adalah suatu kata yang digunakan untuk menunjukan pemberitaan palsu atau usaha untuk menipu atau mengakali pembaca atau pendengarnya untuk mempercayai sesuatu yang biasanya digunakan dalam forum internet.

Lalu, sebenarnya dari mana asal hoax ini, baik asal kata maupun fenomenanya? Yuk mari kita lihat sejarahnya, agar kita tidak menjadi salah satu orang penyebar berita hoax, sehingga kita bisa menjadi masyarakat Indonesia yang #NoHOAX.

Menurut Lynda Walsh dalam buku berjudul â??Sins Against Scienceâ?, istilah hoax atau kabar bohong, merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang masuk sejak era industri. Diperkirakan pertama kali muncul pada 1808.

Lynda Walsh (Sundancebookstore)

Sementara untuk asal kata hoax diyakini berasal dari â??hocusâ?? dari mantra â??hocus pocusâ??, frasa yang kerap disebut oleh pesulap, serupa â??sim salabimâ??, yang sering diucapkan Pak Tarno. Asal kata ini diungkapkan oleh filsuf asal Inggris, Robert Nares.

Robert Nares (Nares)

Menurut Alexander Boese dalam bukunya, â??Museum of Hoaxesâ?, mencatat hoax pertama yang dipublikasikan adalah almanak atau penanggalan palsu yang dibuat Isaac Bickerstaff alias Jonathan Swift pada 1709. Saat itu, ia meramalkan kematian astrolog John Partridge. Agar meyakinkan publik, ia bahkan membuat obituari palsu tentang Partridge pada hari yang diramal sebagai hari kematiannya. Swift mengarang informasi tersebut untuk mempermalukan Partridge di mata publik. Partridge pun berhenti membuat almanak astrologi hingga 6 tahun setelah hoax beredar.

Isaac Bickerstaff alias Jonathan Swift (Famousauthors)

Teknologi makin maju, begitu pula dengan hoax. Jika dulunya hoax hanya berkembang lewat buku atau dari mulut ke mulut, kini hoax mulai menjamah internet. Hoax di internet pertama kali muncul pada 1 April 1984, dengan kabar bahwa bekas negara Uni Soviet akan bergabung dalam jaringan Usenet di AS. Berita bohong itu menyebar di banyak website, juga di forum-forum internet. Ajaibnya, sejak itu sering kali muncul hoax (berita palsu) di internet setiap tanggal 1 April, sehingga banyak kalangan yang kemudian menyimpulkan bahwa hoax adalah bagian dari â??April Mopâ?.

Di Indonesia, tidak ada yang tahu berita hoax apa yang pertama kali muncul. Namun, fenomena hoax ini mulai ramai sejak pemilihan gubernur (Pilgub) Jakarta pada tahun 2012 lalu. Biasanya berita hoax pada masa ini banyak memberitakan mengenai kejelekan masing-masing cagub, atau istilahnya Black Campaign. Hal ini juga terus berlanjut, bahkan makin menjadi-jadi pada Pilpres 2014 lalu.

Setelah tahu apa itu hoax, bagaimana dengan penyebarannya? Penyebaran hoax dipercaya berawal saat perilisan film “The Hoax” pada tahun 2006. Sebelum difilmkan, “The Hoax” muncul dalam bentuk novel. Namun, versi film ternyata berbeda jauh dengan versi novelnya, seperti misalnya ada yang dihilangkan atau diubah. Dari situ, film â??The Hoaxâ? dianggap sebagai film yang banyak mengandung kebohongan, sehingga kemudian banyak kalangan terutama para netter yang menggunakan istilah hoax untuk menggambarkan suatu kebohongan.

Poster film The Hoax (IMP Awards)

Semoga masyarakat Indonesia semakin pintar, sehingga bisa menghindari untuk menyebarkan berita hoax, dan makin banyak orang Indonesia yang membuat situs internet bermanfaat dan #NoHOAX. (tom)