Jika sesuatu hal sudah lama menjadi hal yang umum di lingkungan sekitar kita, kita pasti berpikir bahwa semua orang seharusnya tahu tentang arti dan makna dari hal tersebut. Salah satunya adalah gerakan tubuh atau gerakan isyarat. Namun tampaknya hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Ide dan makna dari gerakan tubuh, berbeda – beda tergantung sudut pandang dari kebudayaan orang tersebut. Berikut adalah beberapa gerakan tubuh yang kita pikir sudah umum, padahal sebenarnya tidak selazim yang Anda pikirkan.

1. Talk To The Hand (Bicaralah pada tangan)

Yang kita pikirkan ketika seseorang melakukan gerakan ini adalah bahwa apa yang hendak mereka sampaikan tidak berguna untuk kita dengarkan , sehingga kita hanya ingin untuk tidak menghiraukan mereka. Namun ketika kita berbicara kepada seseorang dalam bahasa Yunani, dan seseorang membuat gerakan dengan isyarat tangan tersebut, mereka pada dasarnya mengatakan bahwa keluarga Anda adalah sampah , yang merupakan suatu hinaan besar bagi kebudayaan Yunani.

2. Shaka Sign

Bagi para peselancar , gesture ini adalah ciri khas yang berasal dari Hawai sebagai tanda salam saling menyapa atau melambaikan tangan. Namun bagi budaya Polinesia , Tanda Shaka berasal dari cerita rakyat lokal. Ada seorang pria bernama Hamana Kalili, yang dipanggil He-Man,  yang bekerja pada pabrik gula lokal. Nah, suatu hari He-Man bekerja di pabrik, ia mengalami kecelakaan mesin truk gula sehingga He-Man kehilangan tiga jari di tengahnya. He-Man, bukanlah jenis seorang pemalas, sehingga ia memohon. Ia masih ingin bekerja pada pabrik gula , sehingga majikannya memperbolehkan dia bekerja untuk menjaga truk gula agar tidak memakan korban lainnya. Ketika He-Man sudah memeriksa bahwa keadaan aman, ia akan memberitahukannya pada semua orang dengan tangannya yang tinggal ibu jari dan jari kelingking nya saja , sebagai tanda bahwa semuanya baik- baik saja.

3.  Thumbs Up (Acungan Jempol)

Ketika acungan jempol diberikan, kita mengasumsikan bahwa orang yang melakukan itu adalah tanda bahwa ia memberikan persetujuan mereka kepada kita. Anda akan memberikan acungan jempol jika teman Anda punya yang promosi gaji tinggi , jika tim favorit Anda berhasil sampai ke babak playoff , yang berarti positif. Namun tidak demikian pada kebudayaan Romawi. Kembali pada jaman para gladiator Romawi, acungan jempol berarti bahwa gladiator pemenang memiliki persetujuan kaisar untuk mengeksekusi pecundang yang kalah dalam pertarungan , seperti di Film the Gladiator , jika Anda ingat.

4. Shake Hand (Berjabat tangan)

Kita mengasumsikannya secara positif , yang artinya “senang untuk bekerja sama dengan Anda”. Berjabat tangan adalah gestur formal yang biasa Anda lakukan ketika melakukan hubungan bisnis. Namun bagi para pejabat militer , ini artinya adalah “kami ke sini bukan untuk berperang dengan Anda , melainkan untuk melakukan diplomasi.” Yah , sebenarnya artinya hampir mendekati , bahwa mereka ingin melakukan kerja sama.

5. Mengucapkan “God Bless” setelah seseorang bersin

Yang kita pikirkan mengenai kalimat “God Bless” atau ” Tuhan memberkati” ini ketika seseorang bersin adalah “Betapa malangnya Anda bersin” karena menurut cerita dari Inggris , bersin adalah tanda ketika jiwa Anda meninggalkan tubuh Anda , dan bila setelah bersin , orang tersebut masih hidup , berarti ia beruntung karena jiwanya telah kembali ke tubuhnya walau bersin hanya membutuhkan hitungan per mili second. Namun bila kita telusuri lebih dalam , arti sebenarnya adalah “Orang malang itu akan segera tewas” karena pada abad ke – 6 di Eropa , bersin merupakan gejala awal dari penyakit pes , yang pada saat itu sangat mematikan. Sehingga Paus Gregorius Agung meminta orang – orang agar mengucapkan “Tuhan memberkati” yang artinya adalah kita mendoakan orang tersebut agar ia tidak menghadapi kematian yang mengerikan , yaitu dengan meminta berkat Tuhan.

6. Nodding (anggukan kepala)

Yang kita artikan dari sebuah anggukan kepala selama ini adalah ” Ya , saya setuju dengan itu”. Mengangguk memiliki arti sebuah persetujuan terhadap pernyataan seseorang atau bila kita mengerti akan suatu hal. Namun arti yang sebenarnya adalah ketika seorang bayi ingin menyusu dari ibunya , ia akan menganggukkan kepalanya ke atas ke bawah dan bila ia menolak akan bergerak dari samping kanan ke kiri , kiri ke kanan – yang kita artikan menggeleng – gelengkan kepala.

7. Berciuman

Yang kita pikirkan mengenai berciuman adalah bahwa kita ingin menyampaikan kepada seseorang yang kita cintai bagaimana perasaan kita terhadap mereka. Kita suka berpikir bahwa membiarkan sentuhan mulut kita adalah keinginan bawah sadar untuk menegaskan kasih dan kerinduan kita untuk menjadi lebih dekat. Namun arti yang sebenarnya menurut Freud adalah saya masih memiliki suatu perasaan khusus terhadap ibu kita. Mengapa? Menurutnya , ciuman pertama yang terjadi kepada setiap orang adalah antara ibu dan anak.  Ini berarti bahwa kita membawa kasih sayang ibu ke dalam hubungan pribadi kita. Ada juga sesuatu yang menarik yang mengatakan bahwa budaya Jepang tidak akrab dengan ciuman kasih sayang romantis ini sampai abad ke-19.

8. The Fist Bump (menyatukan kepalan tangan)

Yang kita pikirkan mengenai salam ini adalah bahwa ini merupakan ciri khas perkotaan dan dengan melakukannya , kita merasa bahwa kita adalah orang yang keren dan gaul. Pertama kali diperkenalkan di NBA. Namun arti dan makna yang sebenarnya adalah “Jauhkanlah kuman di tangan Anda dari saya!” Dengan menolak untuk berjabat tangan dan menggantikannya dengan salam tinjuan ini sebenarnya untuk menghindari kontak langsung dengan telapak tangan lawan , dimana para ahli percaya bahwa telapak tangan sangat mudah terjangkiti oleh kuman. (iky)