10 Tips Liburan Murah ke Eropa

1396

Untuk masuk Eropa, Anda memerlukan Visa Schengen yang dapat diurus melalui Kedutaan Besar salah satu negara ini: Austria, Belgia, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Islandia, Italia, Luxembourg, Belanda, Norwegia, Portugal, Spanyol, Swedia, Ceko, Estonia, Hongaria, Latvia, Luthuania, Malta, Polandia, Slovakia, Slovenia, Cyprus, Romania, Bulgaria, dan Swiss. Ingat, Inggris tidak termasuk Schengen, jadi harus apply terpisah di Kedutaan Inggris. Jadi dengan satu visa, kita bisa bebas masuk ke negara-negara di Eropa. Makin tidak sabar untuk segera jalan-jalan ke Eropa bukan?

Berikut 10 tip terbaik agar perjalanan Anda ke Eropa hemat.

1. Riset yang benar

Rencanakan dengan benar perjalanan Anda. Belilah buku panduan yang bagus seperti “Lonely Planet Europe on a Shoestring”, atau tanya di milis/forum/kenalan yang pernah ke sana. Buatlah jadwal perjalanan secara rinci supaya Anda bisa book transportasi dan penginapan jauh-jauh hari sebelumnya sehingga dapat harga lebih murah. Tidak usah terlalu ambisius mengunjungi banyak kota atau negara dalam waktu singkat karena akan semakin mahal. Tinggal di pinggiran kota atau di pedesaan akan lebih hemat. Jalan-jalan di Eropa Timur lebih murah daripada Eropa Barat. Budget per hari sekitar €40 di Eropa Barat, kecuali di Swiss yang supermahal. Eropa Timur lebih murah, budget sekitar €30/hari, kecuali Rusia dan Ukraina. Budget ini cukup untuk akomodasi, makan dan naik transportasi lokal. Beli langsung mata uang Euro dari Indonesia.

2. Datang pada musim yang tepat

Sediakan waktu minimal 2 minggu. Kalau kurang dari itu sama aja cuma ‘nyape-nyapein’ badan. Tidak worth it dengan biaya tiket pesawat. Jangan pergi ke Eropa pada saat peak season, bulan Juni-Agustus saat itu musim panas sehingga banyak orang lokal berlibur. Jangan juga pergi pada minggu-minggu mendekati Natal dan Tahun Baru. Selain manusia tumpah ruah di mana-mana, antrean panjang, harga melambung naik, susah pula mendapatkan penginapan dan transportasi. Orang Eropa, terutama Perancis dan Italia, sangat menghargai kualitas hidup. Mereka akan cuek menutup toko atau hostel untuk menikmati liburan dengan keluarganya sendiri.

3. Berburu tiket pesawat termurah

Pengeluaran terbesar ke Eropa ada pada harga tiket pesawat dari Indonesia. Pastikan Anda berburu tiket jauh-jauh hari sebelumnya. Bila Anda punya Frequent Flyer, manfaatkan point reward-nya dengan mendapatkan tiket gratis sedekat mungkin dengan kota tujuan. Usahakan ambil tiket yang open jaw, artinya pergi dan pulang dari negara berbeda. Contohnya pergi ke Frankfurt pulang dari Roma. Dengan demikian bila sudah sampai Roma, tidak perlu lagi buang waktu dan dana untuk kembali ke Frankfurt. Penerbangan antar kota/negara di Eropa pun boleh dicoba. Dengan maraknya low cost airlines, seperti Ryan Air atau Easy Jet, akan jauh menghemat waktu dan biaya dibanding naik kereta.

4. ‘Nebeng’ atau menginap di hostel

Menginap paling hemat kalau ada tebengan di rumah saudara atau teman di sana. Kalau pede, bisa juga menginap gratis di rumah orang yang bisa kita kenal lewat couchsurfing.com. Tapi kalau mau dapat banyak teman sesama traveler dan malas berhutang budi, menginaplah di hostel. Paling murah kalau tidurnya di dorm, ‘rame-rame’ satu kamar di tempat tidur susun dengan fasilitas kamar mandi. Hitungan harganya per bed per night. Pesan hostel bisa via online dari website-website yang menampilkan informasi tentang hostel.

5. Tidur di kereta api malam

Untuk melintasi negara-negara di Eropa, paling efektif dan efisien naik kereta api. Untuk menghemat biaya menginap, naiklah kereta malam hari untuk sampai keesokan harinya sehingga tidak usah membayar penginapan lagi. Gerbong kereta Eropa terbagi 3 jenis dengan urutan termahal sampai termurah, yaitu Sleeper yang terdiri dari 4 tempat tidur dalam 1 kompartemen, Couchettes yang terdiri dari 6 tempat tidur, dan Compartment yang terdiri dari 6 orang (3-3) di dalam 1 kompartemen. Bila Anda berencana pergi ke banyak negara di Eropa Barat, sebaiknya beli Eurail Pass yang berupa tiket kereta api terusan ke semua negara Uni Eropa. Tiket terusan ini tidak berlaku bagi kewarganegaraan Eropa jadi tidak dijual di sana. Di Indonesia bisa beli di travel agent atau beli online di eurail.com. Tapi kalau hanya bepergian 3 negara saja atau hanya ke Eropa Timur saja, lebih baik beli tiket ‘ketengan’ langsung di stasiun.

6. Makan di kaki lima

Makan di restoran jelas mahal, dan pula kita harus membayar service charge beserta tip. Solusinya lebih baik membeli makan di kaki lima saja. Untuk ukuran orang Indonesia, jajanan pinggir jalan di Eropa cukup mengenyangkan. Pilihannya sosis, burger, kebab, crepes, dll, dengan porsi besar. Kalau mau makan yang agak berat, manfaatkan hostel yang menyediakan paket sarapan atau makan malam dengan harga murah. Harga makanan dan minuman di hostel dijamin lebih murah daripada di luar. Mau lebih murah lagi? Bila hostel memiliki dapur, belilah bahan makanan di supermarket lalu masak di hostel, contohnya frozen food, sandwich, telur. Nasi termasuk mahal di Eropa, di hostel pun tidak disediakan rice cooker. Jadi beranilah untuk melupakan makan nasi. Makan juga ada triknya. Makan besar dua kali sehari, contohnya jam 11 siang dan jam 6 sore, atau jam 2 siang dan jam 9 malam. Di antaranya, belilah camilan atau roti di supermarket. Kalau ogah rugi, bawalah makanan kering dari Indonesia seperti mi instan, abon, sambal, juga kopi instan.

7. Bawa botol minum

Sebotol air putih di Eropa harganya bisa mencapai 2 Euro (sekitar Rp 27 ribu). Jadi lebih baik bawa botol minum dan refill airnya di kran, bisa di water fountain atau di toilet umum. Tidak usah khawatir, air di sana bisa langsung diminum. Lagipula air putih itu sehat bukan?

8. Minimalisasi tiket masuk

Masuk monumen, museum, tempat atraksi, harga tiketnya tidak murah. Maka pergilah ke tempat yang benar-benar Anda ingin pergi. Kalau sekedar mau bikin foto-foto untuk membuat iri teman, lebih baik tidak usah naik ke Menara Eiffel – cukup berdiri di depannya tanpa membayar tiket. Banyak aktivitas yang gratis di Eropa, misalnya berjalan kaki menyusuri pedestrian dan kanal, nongkrong di plaza, nonton pemusik jalanan, atau piknik di taman umum. Carilah info dari hostel atau sesama traveler tentang museum mana yang gratis atau bahkan dugem gratis yang disponsori diskotik. Bila Anda punya tekad kuat untuk memasuki semua tempat tujuan wisata dan tinggal lebih dari 4 hari di suatu kota, belilah tiket terusan. Contohnya Paris Pass atau London Sightseeing Pass yang mencakup ratusan museum, galeri, tempat wisata, gratis buku panduan, bahkan termasuk transportasi publik seperti metro dan bus.

9. Travel light

Supaya murah dan mudah, bagasi pesawat jangan lebih dari 15 kg dan tas tangan tidak lebih dari 7 kg. Paling praktis dengan membawa ransel, itupun maksimal 10 kg supaya enggak keberatan. Jangan membawa kebanyakan pakaian dan alas kaki, sesuaikan dengan musim agar tidak perlu membeli lagi. Rajinlah mencuci baju. Bawa detergen dari Indonesia dan cuci baju dengan tangan 1-2 potong sekalian mandi karena biasanya hostel melarang mencuci baju kalau tidak di mesin cuci koin. Untuk praktisnya, bawalah dalaman yang sekali pakai lalu dibuang. Masih merasa keberatan membawa ransel? Bila berencana untuk day trip ke suatu tempat, taruhlah barang di locker yang disediakan di stasiun kereta api. Bawa hanya yang penting saja, seperti dompet, kamera, dokumen, ponsel di dalam tas kecil.

10. Semakin muda semakin murah

Usia itu berpengaruh dengan murahnya perjalanan di Eropa. Bila Anda berusia kurang dari 25 tahun maka Anda akan mendapat diskon 35% untuk Eurail Pass. Kalau Anda masih bersekolah, manfaatkanlah kartu pelajar. Dengan kartu itu bisa dapat diskon sampai 50% di museum dan objek wisata lainnya. Pelajar tidak terbatas untuk SMA saja, tapi juga untuk pelajar S1, S2 dan S3. Jadi meskipun tua, kemungkinan murah masih ada, asal berstatus pelajar. Sayangnya tidak semua tempat menerima kartu pelajar Indonesia, maka dari sekarang buatlah kartu ISIC (International Student Identity Card).