5 Kisah Haru Seorang Ibu, Bukti Kasihnya Sepanjang Masa

http://alishlah.sch.id

Kasih ibu sepanjang masa. Pepatah itu memang amat melekat di hati manusia. Seorang ibu akan melakukan apapun untuk anaknya tercinta. Ia mengandung, melahirkan dan membesarkan sang anak penuh cinta.

Berkat besarnya jasa seorang ibu, satu tahun sekali tepatnya tanggal 22 Desember, diiperingati sebagai hari Ibu. Tak hanya itu, dalam semua agama, Tuhan memerintahkan hamba-Nya untuk memuliakan Ibunda.

Menyambut hari Ibu, JadiBerita telah merangkum 5 kisah haru perjuangan seorang Ibu. Berikut ini kisahnya.

Ibu Donorkan Ginjal untuk Selamatkan Anaknya.

liputan6

Seorang ibu akan melakukan apa pun demi kebahagiaan anaknya, meski hal itu membahayakan nyawanya sendiri. Melansir dari Liputan6, seorang Ibu di Tiongkok rela melakukan hal yang besar untuk anaknya. Adalah Chen Tan, seorang mahasiswa yang didiagnosis uremia empat tahun lalu.

Sang ibu, Yao Yanzhi, bahkan rela menginap di losmen murah agar tidak mengeluarkan banyak uang sebelum prosedur operasi dilakukan.

“Aku sudah menunggu hari ini begitu lama. Tak peduli apa hasilnya, ini adalah satu-satunya kesempatan untuk menyelamatkan anak saya,” kata Yao Jianghuai, seperti dilansir dari CCTVNews, Selasa (13/12/2016).

Prosedur transplantasi ginjal dari sang ibu pada sang anak pun dilakukan selama sembilan jam. Saat di meja operasi itulah, di bawah pengaruh obat bius, Yao meneteskan air matanya. Meski tidak dijelaskan, dari foto yang viral di media sosial.

Ibu Selamatkan Anaknya dari Reruntuhan Gempa.

liputan6.com

Gempa 6.5 Skala Richter melanda Pidie Jaya, Aceh beberapa waktu lalu. Ada kisah mengharukan perjuangan seorang ibu saat menyelamatkan anaknya, terselip ada bencana ini.

Marliani, warga Desa Meunasah Raya, Trineg Gadeng menjadi korban gempa. Meski tertimpa dinding rumah, Marliani berhasil selamat bersama 2 orang anaknya. Seperti diberitakan Liputan 6, Sabtu (10/12),Marliani mendatangi pos kesehatan di tempat pengungsiannya. Ia harus mengontrol luka yang ada di kepalanya karena perjuangannya menyelamatkan 2 buah hatinya di saat gempa.

Saat itu, Marliani baru saja menjalani ibadah salat sunnah. Saat guncangan kuat meruntuhkan dinding kamar yang ditempatinya, ia dengan cepat melindungi 2 anaknya hingga reruntuhan dinding kamar menimpa dan melukai dirinya. Satu jam berada di bawah reruntuhan, Marliani pun berhasil ditolong oleh tetangganya dan ia pun selamat bersama 2 orang anaknya.

Aksi Heroik Ibu Selamatkan Anaknya dari Kebakaran.

Aksi seorang ibu saat menolong anaknya ini memang sangat mendebarkan. Dalam video amatir itu, seorang ibu bernama Precious Enyioko (30). Precious menyelamatkan anaknya dari lantai atas hotel di Korea Selatan yang ditempatinya sedang dilalap api (29/04/2016).

Tindakanya itu bukan tanpa tujuan. Dia mencoba untuk menyelamatkan ke 3 anaknya yang terjebak saat hotel tempat mereka tinggal terbakar. Seperti dilansir Dailymail dari Dream, saat Precious Enyioko melepas anak-anaknya yang baru berusia 7 bulan, 3 tahun dan 4 tahun dari jendela gedung itu, sekelompok penerbang AS menunggu untuk menangkap mereka di bawah.

“Saat itu terpikir sangat sulit untuk menjatuhkan anak-anak saya. Ruangan sangat gelap dan anak-anak batuk dan menangis. Ketika saya melihat orang-orang berkumpul di bawah membentangkan selimut dan melihat itu anggota militer, saya bersyukur kepada Tuhan,” kata Precious Enyioko.

Ibu tewas setelah selamatkan anaknya yang tenggelam.

viva.id

Kisah satu ini benar-benar mengharukan. Diberitakan merdeka.com, kejadiannya bermula saat sampan yang ditungganginya terbalik setelah ditabrak kapal ponton di aliran sungai Pegayut, tepatnya di Jembatan Ogan II, Desa Pegayut, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Jumat (9/12) pagi.

Seorang ibu bernama Rasmiati (37), warga Desa Babatan, Pemulutan, tewas setelah mengetahui dan menyelamatkan anaknya Rika Lestari (6.5 tahun) tenggelam. Beruntung, usaha korban berhasil. Namun, justru korban kehabisan tenaga sehingga akhirnya tewas tenggelam.

Pasalnya, musibah itu bermula saat korban bersama lima penumpang lain termasuk anaknya hendak menuju Palembang untuk bekerja melalui jalur air karena sejumlah jalan darat di kampungnya terendam air.

Kasih Ibu Pelaku Bunuh Diri Semarang di Sepiring Lontong Opor.

liputan6

Kebesaran hati Fatmaya, ibu kandung David Nugroho (30) yang berusaha bunuh diri dengan mengajak dua anaknya, beberapa waktu lalu patut diacungi jempol. Diberitakan Liputan6, usai menjalani 17 adegan reka ulang di rumahnya, Jalan Jomblang Perbalan RT 07 RW 02, Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Semarang, Jawa Tengah, polisi memberi kesempatan David berpamitan dengan keluarganya.

Fatmaya sudah menyiapkan makanan kesukaan David berupa lontong opor yang sudah ia siapkan dengan tangannya sendiri sejak lepas subuh. Menurut dia, lontong opor itu sebenarnya bisa dibeli di warung dengan harga lebih murah, tapi ia memaksakan diri untuk memasak sendiri. Melihat tangan sang anak diborgol, ia memohon agar polisi mengizinkan David memakan masakan sang ibunda.

Permintaan Fatmaya agar borgol di tangan David dilepas tak diizinkan polisi. Ibu kandung David dengan berurai air mata kemudian meminta izin agar diberi kesempatan menyuapi anak semata wayangnya yang tangannya masih diborgol.

“David makan disuapi ibu ya,” kata Fatmaya dengan pipi semakin basah oleh air matanya yang terus mengalir.

David mengangguk kemudian duduk di kursi ruang tamu dikelilingi kerabatnya termasuk ibu yang terus meneteskan air mata. Tatapan mata David tak lagi kosong seperti ketika ditemukan usai minum racun serangga.

Pembaca Lain Juga Menyukai Kiriman Penulis