Dulu Berhidung Lebar dan Berbibir Tebal, Kini Cewek Ini Jadi Cantik Maksimal!

Meski seharusnya seseorang tak dinilai dari penampilan luar saja, faktanya sebanyak 900 penelitian menemukan bahwa masyarakat akan tertarik pada penampilan seseorang untuk kali pertama. Karena penampilan menjadi pertimbangan pertama, tak heran bila tiap orang memiliki kecenderungan untuk percaya pada sosok yang rupawan dan berpakaian rapi.

Beberapa faktor utama seseorang mengubah penampilan adalah rasa percaya diri yang rendah, kepuasan pada diri sendiri kurang, dan sering mendapat ejekan dari lingkungan sekitar atas kekurangan. Faktor-faktor tersebut dipercaya membuat seseorang jadi berniat untuk melakukan prosedur operasi plastik. Salah satu contohnya adalah perempuan asal Vietnam, Kuok.

Kuok dulu (Worldofbuzz)

Dilansir dari Worldofbuzz, Jumat (19/5/2017), gadis berusia 22 tahun ini sempat mendapatkan ejekan dari teman-temannya hanya karena bibirnya tebal dan hidungnya tidak mancung. Pendek kata, Kuok dianggap jelek oleh teman-temannya bahkan seseorang pernah mengatakan tak akan menikahi dirinya karena penampilannya tersebut.

Efek ejekan verbal ini mungkin tak dirasakan oleh si pelaku tapi tentu saja efek ini membekas bagi korban. Berawal dari situ Kuok bertekad untuk memodifikasi wajahnya sedikit demi sedikit. Ya, Kuok rela merogoh kocek sebesar RM 61.800 atau sekitar Rp 191 juta untuk mengubah wajahnya dan menjelma jadi gadis cantik.

Kuok sekarang (Worldofbuzz)

Kuok sempat kehilangan rasa percaya diri semasa sekolah karena senantiasa mendapat hinaan dari teman-temannya. Setahun kemudian, Kuok tumbuh jadi seorang perempuan cantik yang penuh percaya diri. Akhirnya, dia juga bertemu pada pasangan hidupnya. Setelah berkencan selama kurang dari 6 bulan, mereka memutuskan untuk menikah. Kuok dikabarkan menikah dengan seorang pria kaya yang mewarisi kekayaan keluarga.

Melihat kehidupan Kuok yang bak Cinderella, orang-orang yang dulu kerap mengejeknya mungkin iri berat. Dari sini bisa kita ambil pelajaran, bahwa tak ada gunanya mengejek seseorang hanya karena penampilan fisiknya. Bisa jadi di masa depan orang yang kita ejek itu justru lebih bahagia dibandingkan kita. (tom)

Pembaca Lain Juga Suka Dari Penulis

Comments

Loading...