Begini Pesan Warga Lokal Sekitar Sungai Aare Kepada Wisatawan Baru

Wisatawan yang ingin berenang wajib mematuhi peringatan yang sudah disediakan pemerintah setempat

Begini Pesan Warga Lokal Sekitar Sungai Aare Kepada Wisatawan Baru
Illustrasi warga lokal sungai aare via Youtube Rikza Azriyan Film - MRMS Family di Jerman

Seperti yang kita ketahui Emmeril Kahn Mumtadz atau akrab disapa Eril dinyatakan hilang setelah hanyut dan terseret arus sungai Aare pada Kamis, 26 Mei 2022. Hingga artikel ini diterbitkan belum ada kabar pasti dari putra Ridwan Kamil tersebut.

Rafael Andrist selaku warga lokal sekitar sungai aare mengungkapkan beberapa pesan kepada wisatawan baru yang ingin berenang di sungai terpanjang di Swiss itu.

Seperti yang jadiberita.com kutip melalui Hops.id, Selasa 31 Mei 2022. Rafael mengatakan bahwa arus sungai itu sangat kuat. Air yang jernih rupanya tidak membuat sungai itu nyaman jika kita masuk kedalamnya.

“Iya, arus di Sungai Aare sangat kuat. Walaupun terlihat tenang dan jernih dari atas, kenyataan tidak begitu,” kata Rafael

“Dengan warna hijau bercampur biru, Sungai Aare sangat menggoda,” katanya.

Ia juga menambahkan agar selalu hati-hati dengan kedalaman sungai, sebab kita tidak bisa melihat dasar sungai yang sangat dalam. Masih ada banyak batu, akar yang bisa saja terkena wisatawan yang berenang di sungai itu.

“Tapi, kita harus hati-hati karena tidak bisa melihat dasar sungai. Bisa saja ada batu, akar pohon atau benda lainnya,” tambah Rafael.

Warga lokal itu juga mengingatkan bahwa kedalaman sungai Aare lebih dari dua meter yang tentu saja tidak akan seseorang dapat berpijak hingga menyentuh dasar sungai.

“Namun, ada bagian yang memiliki kedalaman lebih dari dua meter. Kita tidak bisa berdiri di dasar sungai,” ungkap Raf, biasa ia disapa.

BACA JUGA: Atalia Ibunda Eril: Tugasku hanya membekali dan mendoakan agar engkau siap dengan segala takdirmu itu

Setiap tahun kerap memakan korban

Tampilan Sungai Aare via Traveladvo
Tampilan Sungai Aare via Traveladvo

Sungai Aare memiliki panjang sebesar 295 km (183 mil) kerap memakan korban setiap tahunnya. Pada umumnya mereka adalah wisatawan yang ingin berenang di sungai tersebut. Mereka pada umumnya tidak mengetahui kondisi sungai.

“Saya tidak tahu berapa jumlah pastinya. Tapi, setiap tahun, sekitar dua atau tiga orang yang meninggal di Sungai Aare. Dan mereka adalah turis yang berenang di sana tanpa tahu kondisi sungai tersebut,” tambahnya.

Pemerintah setempat pun sudah melakukan berbagai pencegahan. Ada banyak papan peringatan yang bisa wisatawan temukan di sepanjang sungai.

“You know what? Ada banyak informasi penting yang harus diketahui seseorang sebelum mereka berenang atau melakukan aktivitas lainnya di Sungai Aare. Nah, informasi tersebut untuk meminimalisir kecelakaan di Sungai Aare,” bebernya.

Sebelum berenang sebaiknya lakukan hal ini

Tampilan Sungai Aare via Le News
Tampilan Sungai Aare via Le News

Rafael Andrist selaku warga lokal di sekitaran sungai Aare juga memberikan tips kepada kamu yang ingin berenang di sungai itu. Salah satunya diwajibkan untuk kamu agar membasahi badan dulu sebelum masuk ke sungai. Lalu ketahui spot-spot yang berbahaya di sungai itu melalui papan-papan peringatan yang tersedia.

“Informasi tersebut bisa dilihat di situs resmi Kota Bern atau brosur yang bisa ditemukan dengan mudah di banyak tempat,” tambah Raf.

“Atau, tanyalah penduduk lokal bagaimana situasi Sungai Aare sebelum memutuskan berenang. Dengan senang hati, kami akan memberitahu,” ungkapnya.

BACA JUGA: Mbak Rara: Boleh percaya boleh tidak sosok yg dicari mas Eril sudah kembali ke alam semesta-Nya

Written by Jhonny Aprianto

Ordinary people, simple guy, Gospel bass player and a lover. Try to do the best in my life. Good boy, friendly and kindly