STORY: Awalnya Pemulung Kini Jadi Juara Dunia Binaraga


Taat Pribadi, seorang yang berasal dari keluarga yang sangat miskin. Untuk makan sehari-hari, Ia hanya mengandalkan nasi bekas atau nasi aking. Tapi siapa sangka, tekadnya yang kuat menjadikannya seorang binaragawan sejati yang menjadi juara dunia.

Binaragawan asal Jawa Tengah itu dinobatkan sebagai juara dunia “Drug Free Bodybuilding World” yang diadakan di kota Anaheim, California, beberapa waktu lalu. Prestasinya berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Perjuangan yang dilalui Taat tidaklah mudah, untuk bisa menjadi binaragawan seperti saat ini Taat pernah bekerja sebagai pemulung.

Dikutip dari jawaban.com (Rabu, 3/9/2014), ayah Taat hanya bekerja sebagai tukang becak dan ibunya merupakan tukang cuci rumahan. Kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan, Taat hanya memiliki ijazah SD dan terpaksa menjadi pemulung walaupun usianya masih 12 tahun.

Saat itu Ia dan keluarga tinggal di Jakarta, menjadi pemulung di tengah Ibu Kota tidaklah mudah. Pernah suatu ketika, Taat diusir oleh satpam hingga dipukuli. “Saya pernah masuk di sebuah pertokoan yang ternyata tidak boleh dimasuki pemulung. Sampai saya dipukuli satpamnya, saya dibentak dipukuli, saya sampai nangis,” jelas Taat.

Kemudian, Taat pernah menjadi seorang penjaga keamanan. Tapi banyak orang mengatakan ukuran tubuhnya yang kecil tak pantas untuk menjadi seorang penjaga keamanan. Mendengar hal tersebut, Taat terpacu untuk membentuk badannya menjadi proporsional. Tapi karena terjadi kesalahan informasi tentang fitness yang dijalaninya, Taat pun terserang sakit typhus selama tiga bulan.

Setelah sembuh dari sakitnya, Taat melanjutkan lagi latihannya dan berhasil membuat dirinya menjadi seorang binaragawan yang memenangkan berbagai kejuaraan. Taat pun pernah mengikuti seleksi Pekan Olahraga Nasional (PON), namun karena kecelakaan yang menimpanya, nama Taat pun dari daftar peserta seleksi.

Mengecewakan memang, tapi Ia tidak pantang menyerah dan terus berlatih lebih baik lagi hingga akhirnya Ia bisa mengikuti kejuaraan di Selangor dan California.

Perjuangan dan tekad keras Taat berhasil memutuskan mata rantai kemiskinan dan mengangkat martabat keluarganya menjadi lebih layak.(dea)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
60
Love
OMG OMG
50
OMG
Yaelah Yaelah
80
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
70
Keren Nih
Ngakak Ngakak
100
Ngakak