STORY: Bos Perusahaan Tetap Ngantor Naik Kereta


Lim Siong Guan dikenal sebagai pejabat pemerintahan yang sangat berpengalaman dari era Lee Kuan Yew hingga era Goh Chok Tong. Putra pasangan sopir taksi dan guru ini menjadi sosok panutan di Singapura. Ada apa dengannya?

Saat ini Lim menjabat sebagai Group President perusahaan dana investasi pemerintah GIC (perusahaan pengelola kekayaan negara). Dia menjabat posisi itu sejak Juli 2009 setelah sebelumnya sebagai direktur pelaksana di tempat yang sama. Meskipun dikenal sebagai memimpin perusahaan dengan aset megabesar, Lim Siong Guan dikenal sebagai sosok yang sederhana. Sehari-harinya dia bekerja dengan mengendarai transportasi umum, lebih tepatnya kereta.

Dilansir dari Asiaone, Selasa (16/9/2014), Lim Siong Guan sehari-harinya naik mass rapid transit (MRT) saat berangkat kerja. Dia turun di Raffles Place kemudian berjalan kaki sekitar 20 menit ke kantor GIC di Robinson Road, sekaligus sebagai olahraga. Padahal, sosok seperti dia bisa saja mendapatkan fasilitas kendaraan dari kantor maupun sopir pribadi.

Soal mobil pribadi, dia memiliki Volvo S60 yang kelasnya masih jauh di bawah mobil koleganya. Dia juga dikenal tidak pernah menyuruh sekretarisnya jika punya kepentingan surat menyurat urusan pribadi. Dia pun siap antre menunggu giliran.

Pernah suatu ketika dia melakukan perjalanan tahunan luar negeri untuk meninjau markas GIC di berbagai negara sejak tahun 2007. Empat hari dilakukannya berkunjung dari Singapura ke San Fransisco, New York, London kembali lagi ke Singapura. Empat hari lainnya keliling Asia dari Singapura, Mumbai, Tokyo, Seoul, Beijing, Shanghai kembali ke Singapura. Dalam perjalanan itu, dia tidak pernah memesan kamar hotel. Pria berusia 67 tahun itu tidur di pesawat dan menolak limousin perusahaan dengan memilih transportasi publik. Dia hanya membawa tas kecil, dan terkadang mandi di kantor GIC yang dikunjungi. Bahkan pernah juga kantor di London menyediakan handuk untuknya.

Sebelum pada posisinya sekarang, dia bekerja di pemerintahan Singapura selama 37 tahun. Dia mengaku, betah bekerja selama hampir 4 dekade karena menganggap pekerjaan sebagai kegembiraan. “Apa yang saya rasakan sangat menarik adalah berpikir tentang masa depan. Menentukan strateginya,” ujarnya.

Akankah Indonesia memiliki sosok pemimpin seperti ini? (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
20
Love
OMG OMG
10
OMG
Yaelah Yaelah
40
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
30
Keren Nih
Ngakak Ngakak
60
Ngakak