Today

Motorola Signature 27 Resmi, Bawa Baterai 7.000 mAh dan Kamera EVS

Jowant

Motorola resmi memperkenalkan Signature 27 pada Kamis (5/11/2026). Ponsel kelas atas ini menjadi penerus Motorola Signature yang dirilis Januari lalu, dengan peningkatan besar di sektor dapur pacu, baterai, dan kamera. Di Amerika Serikat, perangkat ini dibanderol sekitar US$1.599 untuk varian 12 GB/512 GB.

Pemesanan awal di AS dibuka 19 November dan penjualan dimulai 26 November melalui situs Motorola, Amazon, serta Best Buy. Untuk pasar Eropa, Motorola mematok harga rekomendasi 1.899 euro, sedangkan negara lain disebut akan menyusul “dalam beberapa bulan ke depan”. Motorola belum mengumumkan jadwal maupun harga untuk Indonesia.

Chip Terbaru dan Baterai Silikon-Karbon

Signature 27 ditenagai Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, chip kelas teratas Qualcomm saat ini. Sistem pendinginnya memakai vapor chamber yang dipadukan gel termal bercampuran berlian. Pilihan memorinya 12 GB atau 16 GB dengan penyimpanan 256 GB atau 512 GB, tergantung negara.

Perubahan paling mencolok ada pada baterai. Kapasitasnya naik dari 5.200 mAh pada generasi sebelumnya menjadi 7.000 mAh berkat teknologi silikon-karbon, yaitu material anoda yang mampu menyimpan energi lebih padat tanpa membuat bodi jauh lebih tebal. Menurut AndroidGuys, ponsel ini mendukung pengisian kabel 90 W dan nirkabel 50 W, meski charger 90 W dijual terpisah. Konsekuensinya, bobot naik menjadi 227 gram dengan ketebalan hampir 8 mm.

Layarnya berukuran 6,8 inci dengan panel AMOLED tandem (dua lapis OLED) beresolusi 1,5K dan refresh rate hingga 120 Hz. Motorola mengklaim kecerahan puncak 12.000 nit, tetapi angka itu hanya berlaku pada kondisi pengujian tertentu, yakni ketika area terang di layar sangat kecil.

Kamera dengan Sensor “Event Vision”

Di bagian belakang terdapat kamera utama 50 MP Sony LYTIA, lensa periskop 200 MP dengan zoom optik 3x, dan ultrawide 50 MP. Motorola juga menambahkan sensor EVS (event vision sensor) yang diklaim pertama di ponsel. Berbeda dari sensor biasa yang merekam gambar utuh, EVS hanya mendeteksi perubahan cahaya per piksel sehingga sangat cepat menangkap gerakan. Fitur bernama Action Shot memanfaatkannya untuk “membekukan” objek bergerak di cahaya minim.

Kamera depannya juga beresolusi 50 MP. Untuk audio, Motorola menggandeng Bang & Olufsen dengan speaker stereo yang mendukung Dolby Atmos. Bagian layar dilindungi Gorilla Glass Ceramic 3, dan ponsel tersedia dalam dua warna, Pantone Coal Smoke serta Pantone Capulet Olive.

Ponsel ini juga sudah tahan air dan debu IP68/IP69, menjalankan Android 17, dan dijanjikan mendapat tujuh kali pembaruan sistem operasi serta tujuh tahun pembaruan keamanan. Motorola menyebut perangkat ini dirancang agar kelak mendukung GrapheneOS, sistem operasi alternatif berbasis Android yang fokus pada privasi, meski Tech-ish mencatat pengembang GrapheneOS mengisyaratkan dukungan baru datang pada 2027.

Apa Artinya bagi Pengguna

Dengan harga di atas US$1.500, Signature 27 jelas bersaing langsung dengan flagship Samsung dan Apple. Daya tarik utamanya ada pada baterai besar dan dukungan perangkat lunak tujuh tahun, dua hal yang membuat ponsel mahal lebih “awet” dipakai. Ponsel yang jauh lebih terjangkau pun kini mulai membawa baterai besar, seperti iQOO Z11x dengan baterai 7.200 mAh. Artinya, baterai jumbo kini tak lagi eksklusif milik flagship. Namun, sebagian besar klaim seperti kecerahan layar dan daya tahan baterai masih berasal dari Motorola sendiri. Calon pembeli sebaiknya menunggu ulasan independen, sekaligus kepastian apakah ponsel ini akan masuk ke pasar Indonesia.

Share:

Follow on Google News

Related News