Candi Plaosan Lor yang terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Didirikan pada masa dinasti Sailendra yang juga mendirikan Candi Borobudur dan Candi Sewu. Candi tersebut terdiri dari candi induk dan 194 Stupa. Pada beberapa perwara dijumpai tulisan-tulisan pendek yang ditulis oleh pembantu raja. Perhatian terhadap Kompleks Candi Plaosan sudah dimulai dari masa pemerintahan Kolonial Belanda, melalui penelitian dan pemugaran Candi Induk Selatan. Upaya Pelestarian keudian dilanjutkan oleh Pemerintah melali Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah.

Salah satu hasil penelitian yang menarik yaitu ditemukannya parit berukuran 440×270 meter yang mengelilingi kompleks candi beserta temuan lepas berupa riban fragmen gerabah dan beberapa keramik asing didalamnya. Kemungkinan besar, parit tersebut dahulu dimanfaatkan untuk menurunkan air tanah di Kompleks candi agar tanahnya menjadi padat. Usaha pelestarian yang dilakulan pemerintah hingga saat ini meliputi pemugaran Candi Induk Utara, Stupa dan Candi Perwara, Candi Patok, Arca-arca Dwarapala, Gapura, serta Mandapa.

Kompleks Candi Plaosan saat ini terkesan menjadi dua kompleks, yang dikenal sebagai Plaosan Lor dan Plaosan Kidul, karena dua lokasi ini hanya dipisakan dengan jalan desa. Dari temuan parit yang mengelilingi Kompleks Candi tersebut, diasumsikan bahwa kedua kelompok dari candi itu sebenarnya merupakan satu-kesatuan yang dikenal sebagai Kompleks Candi Plaosan. Untuk bagian Candi Plaosan Lor sendiri terdiri dari 2 bangunan induk dikelilingi oleh 6 candi Patok, 58 Candi Perwara, dan 116 Stupa Perwara serta ditambah 1 bangunan Mandapa.

Salah satu situs budaya yang perlu kamu kunjungi ini selain sebagai tempat hunting foto juga berguna untuk menambah ilmu sejarah pada jaman dinasti Sailendra. Kalau kamu anak IPS, pasti tau dong ya sejarah percandian di Indonesia. Akses menuju lokasi cukup mudah, karena tidak jauh dari Candi Prambanan. Patokan pertama yang harus kamu tahu yaitu lampu merah prambanan lurus ke timur, sampai pada lampu merah selanjutnya belok ke utara. Disitu juga tersedia petunjuk arah menuju Candi Plaosan jadi kamu gak akan kebingungan.

Lokasi candi yang berada ditengah pemukiman warga ini juga menguntungkan penduduk sekitar. Lahan rumah mereka dimanfaatkan untuk tempat parkir para mengunjung candi yang ingin menikmati sepoi angin disiang hari. Cukup dengan 2000 rupiah saja maka kendaraan kamu akan aman dijaga oleh warga. Setelah memasuki area Candi Plaosan, kamu akan diminta mampir sebentar dipos penjagaan untuk mengisi daftar hadir. Hal ini berguna untuk membandingkan jumlah penunjung dari bulan ke bulan. Petugas pos juga akan â??memintaâ? dana seikhlasnya untuk biaya perawatan area Candi. Nah setelah itu kamu bebas menjelajah ke bagian manapun yang menurutmu bagus untuk berpose ria.

Rumput disekitaran candi induk menjadi salah satu titik berfoto yang digemari oleh pengunjung. Banyak pemuda yang membawa kamera DSLRnya untuk sekedar mengambil jepretan disini. Saya sarankan untuk datang pada sore hari, selain angin yang berhembus tenang juga senja akan menggiringmu untuk menikmati indahnya jejeran candi. Beratap langit yang mulai kemerah-merahan menandakan mentari yang akan pergi. Cobalah untuk memasuki candi induk yang didalamnya masih terdapat beberapa arca yang terawat dan masih utuh. Jangan heran saat memasuki bagian dalam candi bila kamu disambut dengan wewangian menyan. Suasana didalam candi ini cukup mistis karena minimnya cahaya matahari yang masuk dan didukung oleh bau menyengat menyan didalamnya. (jow)